Menu

Puluhan Guru Honorer di Arab Ingin Lanjut S2

  Dibaca : 101 kali
Puluhan Guru Honorer di Arab Ingin Lanjut S2
ki-ka: Dr Mohamad Yunus, S.S., M.A (wakil rektor Bidang Akademik UT) dan Mohamad Hery Saripudin, (Konsul Jenderal Republik Indonesia Jeddah). (Foto: Mesya/jpnn.com)

PARA guru honorer asal Indonesia yang mengajar di Arab Saudi punya minat yang tinggi melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

Bahkan yang sudah mengantongi ijazah S1 berkeinginan kuliah S1 secara online agar pendidikan serta mata pelajaran yang diajar bisa linear.

“Guru-guru honorer yang mengajar di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) banyak yang ingin lanjut S2. Ini mereka titipkan pesar agar Universitas Terbuka bisa melayani S1 untuk mendapatkan linearitas,” terang Mohamad Hery Saripudin, Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Kerajaan Saudi Arabia usai penandatanganan kerja sama (PKS) Penyelenggaraan Layanan Pendidikan Tinggi Universitas Terbuka di Wilayah Kerja KJRI Jeddah, baru-baru ini.

Dia menyebutkan jumlah guru yang mengajar di SIJ sebanyak 45 orang. Kesemuanya tertarik melanjutkan studi. Dengan layanan UT yang menerapkan pembelajaran jarak jauh, keinginan para guru tersebut diharapkan bisa tercapai.

Selain guru honorer, menurut Saripudin, jumlah mahasiswa UT di Saudi Arabia terus meningkat. Di Jeddah mahasiswanya 54, Mekah 12, Madinah 20. Mereka usianya di atas 30 tahun dan bekerja di perusahaan-perusahaan besar.

“Kerja sama ini merupakan yang kelima yang dilakukan KJRI Jeddah dengan institusi pendidikan. Ini sebagai implementasi nawacita akan adanya kehadiran negara dalam memberikan keadilan kepada WNI. Dalam hal ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada diaspora dan pekerja migran untuk mengakses pendidikan,” tuturnya.

Sementara Dr Mohamad Yunus, S.S., M.A, wakil rektor Bidang Akademik UT mengungkapkan, pihaknya sudah membuat roadmap untuk pengembangan layanan pendidikan jarak jauh (PJJ) di luar negeri. Di mana targetnya 5 persen para diaspora dan tenaga kerja Indonesia bisa mendapatkan layanan pendidikan tinggi oleh UT.

“Kalau 2 juta orang Indonesia di luar negeri, 5 persennya sudah 100 ribu yang bisa menerima layanan UT,” ujarnya. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional