Menu

Pulihkan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19, Bank Nagari Dapat Kucuran Dana PEN Rp 250 Miliar

  Dibaca : 1124 kali
Pulihkan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19, Bank Nagari Dapat Kucuran Dana PEN Rp 250 Miliar
TERIMA PEN—Direktur Utama Bank Nagari Muhamad Irsyad menerima dana PEN  dari Direktur Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumbar, Heru Pudyo Nugroho di Auditorium Gubernuran, Jumat (18/12) disaksikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

PADANG, METRO
Dampak pandemi Covid-19 yang secara nyata memukul berbagai bidang termasuk perekonomian. Satu di antara solusi yang diberikan pemerintah adalah dengan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan melakukan penempatan dana tersebut kepada perbankan.

Saat ini PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau Bank Nagari menjadi satu di antara perbankan yang dipercaya terkait penempatan dana pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional tersebut. Ada pun penempatan dana PEN di Bank Nagari sebesar Rp 250 miliar.

Penempatan dana PEN tersebut diterima Direktur Utama Bank Nagari Muhamad Irsyad dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumbar, Heru Pudyo Nugroho di Auditorium Gubernuran, Jumat (18/12). Disaksikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kepala OJK Sumbar Misran Pasaribu dan Forkopimda Sumbar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu RI atas penunjukkan Bank Nagari sebagai salah satu bank umum mitra penempatan dana PEN Rp 250 miliar sesuai dengan permohonan yang diajukan,” kata Direktur Utama Bank Nagari, Muhamad Irsyad saat sambutan.

Irsyad juga menyampaikan ucapan terima kasih juga diberikan kepada Gubernur Sumbar dan OJK Sumbar atas rekomendasi yang diberikan kepada Bank Nagari sehingga proses penempatan dana tersebut dapat berjalan dengan lancar. “Dengan penempatan dana ini diharapkan dapat menggerakkan kembali sektor ekonomi khususnya sektor UMKM yang selama pandemi Covid-19 terdampak dan mengalami pertumbuhan negatif,” ucapnya.

Bank Nagari, sebut Irsyad, berkomitmen untuk menyalurkan kembali dana tersebut dalam bentuk kredit dan pembiayaan kepada nasabah khususnya nasabah UMKM dengan nominal penyaluran Rp 500 miliar atau leverage ratio 200 persen serta dengan bunga yang ringan. “Ini sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional yang terdampak oleh pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Penempatan Dana PEN tersebut mengacu pada UU No 2 Tahun 2020 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19. Dan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara Untuk Penanganan Pandemi Covid-19 Dan/Atau Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional Dan/Atau Stabilitas Sistem Keuangan.

Tak hanya penempatan dana PEN, sebut Irsyad, Bank Nagari juga menyalurkan KUR dalam skala KUR Super Mikro. Penerima KUR Super Mikro ini ditujukan untuk masyarakat yang belum pernah mendapatkan KUR dan tidak sedang menikmati pinjaman komersial.

“KUR Super Mikro ini, dapat diberikan dengan plafon maksimal Rp 10 juta. Pemerintah juga memberikan stimulus yang luar biasa kepada penerima KUR Super Mikro yaitu suku bunga s/d 31 Desember 2020 digratiskan atau 0 persen sampai dengan 31 Desember 2020. Kemudian terhitung Januari 2021 dan setelahnya beban bunganya juga sangat ringan yaitu hanya 6 persen per tahun atau hanya 0,5% per bulan,” sebutnya.

Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Sumbar Heru Pudyo Nugroho mengatakan pada 7 Desember lalu, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan telah melaksanakan penempatan dana tahap III kepada 10 BPD, salah satunya Bank Nagari dengan nilai penempatan dana sebesar Rp 250 miliar.

“Kementerian Keuangan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perbendaharaan telah berkoordinasi dengan OJK untuk melihat kondisi masing-masing BPD dari segi kesehatan dan kelayakan untuk menerima penempatan uang negara dan juga kemampuan BPD-BPD tersebut melaksanakan target kinerja yang ditetapkan,” sebut Heru.

Heru mengapresiasi atas dukungan Gubernur Sumbar dan juga kepada Bank Nagari yang telah merespons dengan cepat terhadap berbagai persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi Bank Mitra Pemerintah dalam mengelola dana PEN. Sehingga nilai penempatan dana PEN  dapat dipenuhi sesuai dengan jumlah yang diajukan oleh Bank Nagari.

“Kami berharap akan sinergi yang lebih erat antara Pemda, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumbar, OJK, Bank Nagari, Bank Indonesia dan stakeholder terkait lainnya untuk bersama mengawal program penempatan dana sebagai bagian dari pelaksanaan PEN. Sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sumbar yang lebih baik di tahun 2021,” harapnya.

Sementara, Gubernur Sumbar dalam arahannya mengatakan penempatan dana pemerintah dalam rangka PEN pada Bank Nagari hendaknya dapat dioptimalkan untuk membantu para pelaku usaha khususnya UMKM di Sumbar agar segera bangkit dari krisis. Pemprov Sumbar telah berupaya untuk menyeimbangkan penanganan pandemi di sektor kesehatan  melalui tracing, testing dan treatment secara masif dari awal pandemi.

“Tentunya dengan memperhatikan pula dampak di sektor ekonomi melalui pelonggaran aktivitas ekonomi sehingga masyarakat tidak semakin terpuruk. Namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di antaranya melalui Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 19,” sebut Irwan.

Selain penempatan dana PEN, sebut Irwan, upaya untuk membantu UMKM bangkit dari krisis pemerintah juga menyalurkan subsidi bunga untuk kredit atau pembiayaan UMKM terdampak pademi Covid-19. Pemberian subsidi bunga tersebut merupakan bagian dari program PEN yang sudah dapat dirasakan manfaatnya per 1 Mei 2020 dan berlaku selama enam bulan.

“Pemberian subsidi bunga tersebut berlaku bagi debitur KUR maupun Non-KUR. Bagi debitur KUR pemberian subsidi tersebut menjadi tambahan subsidi bunga yang telah diberikan sebelumya,” tuturnya.

Untuk diketahui realisasi penyaluran tambahan subsidi bunga KUR untuk wilayah Sumbar telah disalurkan kepada 189.937 debitur dengan total nilai tambahan subsidi sebesar Rp 101,5 miliar. Sedangkan untuk penyaluran subsidi bunga non-KUR telah disalurkan secara nasional Rp 4,37 triliun kepada 10,2 juta debitur. Di wilayah Sumbar, subsidi bunga non-KUR telah disalurkan kepada 186.893 debitur dengan total penyaluran Rp 84,37 miliar.

Dalam acara tersebut juga diserahkan secara simbolis kepada debitur UMKM penerima penyaluran dana PEN. Yaitu Joni Median Putra sebesar Rp 300 juta, Novi Anggraini Rp 125 juta dan Yolanda Rp10 juta. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional