Close

Puasa Meningkatkan Silaturahim

M Fikar MSD SAg MM (Sekretaris PD Muhammadiyah Padang)

DI bulan suci Ramadhan ini sudah menjadi budaya melaksanakan berbuka bersama, baik keluarga dan teman sejawat serta handai taulan. Maka banyaklah kita menemukan di berbagai tempat orang melaksanakan berbuka puasa bersama. Tujuannya, selain membagikan rezeki dengan menyediakan makanan dan minuman berbuka puasa, juga sebagai ajang silaturrahim.

Silaturahmi atau silaturahim adalah dua kata yang dipakai dalam bahasa Indonesia dengan arti “tali persahabatan (persaudaraan)”. Dalam bahasa Arab, kata silaturahmi berarti “hubungan uterus” (organ yang menjadi rumah janin selama dalam kandungan ibu). Sedangkan kata silaturahim berarti “hubungan kasih sayang” sesama kita khusus umat islam. Kata kedua dari kata “rahima”.

Sementara itu, di dalam Al-Quran dan Al-Hadits, kedua kata ini mengandung arti kiasan yang menunjuk pengertian tentang ihsan bagi keluarga, baik kekeluargaan yang berkaitan dengan pertalian darah (nasab) maupun hubungan perkawinan (mushaharah), setiap orang yang mengunjungi umat Islam, dengan cara menunjukkan sikap simpatik, ramah dan lemah lembut kepada mereka, juga dengan cara melindungi dan mempertahankan keadaan mereka.

Silaturahmi atau silaturahim sangat direkomendasikan di dalam Islam. Banyak ayat-ayat serta hadits dibaca keutamaannya dan pahala yang diterima bagi pelakunya yaitu syurga. Mengembalikan, Allah SWT mengutuk dan melaknat orang yang memutuskan silaturahmi (qathi’at al-rahmi) dengan ganjaran kejahatan. Apa pun yang terjadi, jika seseorang melakukan permusuhan, atau terluka keluarga atau sesama umat Islam. Maka intinya Agama yang rakhmatan lil alamin sangat ini membenci orang yang memutuskan tali silaturahmi.

Kemudian di bawah ini beberapa penjelasan ayat yang menyangkut tentang silaturahmi:

1. Sikap Nabi Muhammad SAW dan para Sahabatnya terhadap orang-orang kafir (yang memusuhi Islam) adalah tegas dan keras, sedangkan bagi sesama umat Islam saling terkait dan menyayangi. (QS. Al-Fath (49): 28).

2. Allah SWT mempertemukan kembali orang-orang shaleh di dalam syurga, karena mereka melakukan amal-amal shaleh dan menjalin silaturahmi selama di dunia. (QS. Ar-Ra’d (13): 19-24).

3. Allah SWT memberi predikat “orang yang merugi” dan melaknat mereka yang membuat kerusakan di bumi dan yang memutuskan silaturahmi. (QS. Al-Baqarah (2): 27; QS. Ar-Ra’d (13): 25; dan QS. Muhammad (42): 22-23).

Dalam hadits:
1. Dari Abi Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW sabdanya: “… Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhirat, maka mintalah ia menjalin silaturahmi …” . (HR. Al-Bukhari).

2. Dari Ali RA Rasulullah SAW.bersabda: “Barang siapa yang ingin agar umurnya dipanjangkan, diluaskan rezekinya, dihindarkan dari kematian yang buruk dan dikabulkan doanya, maka perlulah ia menjalin silaturrahmi.” (HR. Al-Baihaqi).

3. Dari Abdullah bin Salam RA, katanya: “Ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah, orang-orang yang menyambut dia dan saya termasuk yang keluar bertemu dia, maka yang pertama saya dengar sabda beliau mengatakan:” Tebarkan salam, berilah makanan, hubungkanlah silaturahmi dan shalat (malam) lah kompilasi manusia sedang tidur, maka kamu akan pindah surga dengan damai. “ (HR. Abu Syihab al-Hannath).

Selain itu bulan Ramadhan ini adalah waktu yang sangat efektif dan kondusif untuk menerapkan dan membiasakan ajaran silaturrahmi sebagaimana yang digambarkan dalam ayat-ayat dan hadits di atas. Alangkah sayangnya bagi orang yang menyia-nyiakan kesempatan di bulan yang penuh berkah ini tidak menjalin silaturahmi. Padahal, silaturahmi adalah salah satu kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial.

Kemudian di sisi lain, sangat ideal sekali dalam mereka kembali nilai nilai silaturahmi sesama kita. Kenapa tidak, negeri ini barusan saja melaksnakan pesta demokrasi Pemilu 2019 yakni Pilpres, DPD, Pileg DPR RI, Provinsi kabupaten dan kota. Sehingga tidak terbantahkan alek demokrasi ini merusak sendi sendi tali silaturahmi sesama kita (umat).

Alek pemilu menuju kursi kekuasaan ini tidak jarang sesama rekan, sobat dan handai toulan teman saling tidak tegur sapa lagi. Akan tetapi kalau kita mau jujur,, orang yang memegang kekuasaan kita saling tak bertegur sapa. Ironi, bukan. Maka, di bulan Ramadhan yang penih berkah inilah kembali merekat kembali, tali silaturahmi yang pernah tercabik- cabik akibat Pemilu. Kapa lalu kiambang batawuak sebut pepatah bijak Rang Minang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top