Close

PTM Terbatas Hari Pertama Lancar di Kota Padang, ”Senangnya Siswa bisa kembali ke Sekolah”

TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN— PTM terbatas di SDN 13 Seberang Padang, Senin (4/10) berjalan lancer. Seluruh siswa dan guru harus menerapkan protokol kesehatan mulai dari memasuki gerbang sekolah hingga proses belajar di dalam kelas.

SEBERANG PADANG, METRO–Senyum mengembang terpancar dari wajah Angel (9). Siswi SDN 13 Seberang Padang ini sudah tak sabar untuk berjumpa teman-teman dan gurunya kembali. Sudah berbulan-bulan ia tak berjumpa dengan te­man sekelas, sejak peme­rintah menetapkan pem­belajaran dilakukan dari rumah.

“Sudah lama sekali ra­sanya. Alhamdulillah, se­karang sudah bisa kembali ke sekolah, meski hanya tiga hari,” sebut Angel, Senin (4/10).

Di hari pertama se­ko­lah, siswi ini diantara oleh orangtuanya. Sesuai protokol kesehatan ia memakai masker dan ketika sampai di sekolah langsung mencuci tangan. “Orangtua mengantar sampai ger­­bang, harus diantar,” sebutnya.

Ya, hari pertama se­kolah tatap muka para peserta didik terlihat ceria dan bahagia datang dari rumah masing-masing. Sis­wa yang datang diantar oleh wali muridnya dengan mengenakan seragam pu­tih merah, bersepatu, menyandang tas dan tak lupa memakai masker.

Peserta didik yang akan masuk kelas, diantar oleh wali murid dari rumah hingga gerbang sekolah. Sesampai di gerbang, siswa telah ditunggu oleh majelis guru dan sebelum masuk kelas suhu siswa dicek dahulu.

Kepala SD N 13 Kelurahan Seberang Padang, Nur­laili menyampaikan hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berjalan dengan baik dan penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan ketat.

“Alhamdulillah, pelaksanaan PTM di hari pertama berjalan lancar dan semua siswa dijemput dan diantar oleh wali murid,” ujar Nurlaili, Senin (4/10).

Ia menyampaikan, sis­tem pembelajaran di kelas duduknya berjarak dan jumlah siswa hanya setengah dari jumlah anak. Se­lebihnya anak belajar daring.

Awal pembelajaran di kelas, lanjutnya, siswa masuk pukul 07.00 WIB dan pulang 12.00 WIB. Peserta didik tidak diizinkan istirahat keluar dan hanya boleh duduk dalam kelas, sebab siswa bawa bekal dari rumah.

“Tak ada siswa yang dibolehkan keluyuran di luar kelas saat jeda atau istirahat,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid Dewi (50), menyambut baik pelaksanaan PTM di sekolah dan menginginkan prosesnya terus dilaksanakan. “Kalau baraja dirumah pakau awak. Handphone lah kendalanyo, paket dan lain sebagainya,”kata Dewi.

Ia menyampaikan, jika anak sekolah wali murid hanya menyiapkan sarana perlengkapan dan mengantar jemput.

Sementara, Kabid Dikdas Disdik Padang, Syafrizal Syair menyampaikan proses PTM hari pertama berjalan maksimal dan tak ada kendala. “Alhamdulillah sarana dan prasarana Prokes disekolah tersedia lengkap dan kita awasi terus,” paparnya.

Dijelaskan, untuk mengantisipasi terjadinya klas­ter baru, karena anak-anak sudah lama tidak belajar di sekolah, maka setiap siswa wajib menerapkan 3M. Setiap siswa wajib pakai masker, suhu dicek sebelum masuk, cuci tangan dan duduknya berjarak. Baik antara depan, kanan kiri dan belakang.

“Waktu belajarnya sampai jam 12.00 WIB. meminta kepada majelis guru untuk mengawasi penerapan Prokes di sekolah. Supaya penularan virus tidak terjadi dan mata rantai penyebaran virus terputus,” kata mantan Kepala SMP N 7 Padang ini.

Ke depan, Disdik berharap pelaksanaannya terus lancar. Jika perlu full.” Kita meminta majelis guru dapat awasi ketat Prokes anak. Supaya klaster baru tak muncul,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry berharap  PTM di se­kolah dapat berjalan dengan baik, setelah berbulan-bulan anak didik harus belajar dari rumah saja.

Ia pun menyambut baik pelaksanaan PTM di sekolah dan pihaknya meminta pengawasan Prokes harus dilakukan secara berkala. “Kita berharap dengan dimulainya PTM anak-anak bisa kembali belajar maksimal dan men­dapat materi dengan baik dari guru mereka di sekolah. Belajar daring dengan belajar di sekolah tentu akan berbeda,” ungkap Azwar Siry.

Ia juga meminta pihak sekolah memastikan betul pelaksanaan protokol kesehatan selama PTM. Tidak hanya di sekolah, tapi memastikan prokes dilakukan siswa sejak berangkat hingga pulang ke rumah. “Anak-anak mesti dicek sejak awal, siapa yang mengantar dan pulangnya bagaimana. Saran saya yang mengantar adalah orang tuanya, sehingga bisa menjamin mereka sehat. Itu yang penting,” ulas politisi Partai Demokrat ini. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top