Close

PTM Lanjut di Kota Padang, Siswa Pakai Baju Bebas ke Sekolah

TETAP PTM, BERPAKAIAN BEBAS— Meski Kota Padang masih ditetapkan pemerintah pusat PPKM level IV, namun proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua sekolah tetap dilanjutkan, Rabu (6/10). Namun, siswa tidak menggunakan seragam sekolah, siswa yang datang berbapakaian bebas dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti PTM yang berlangsung di SMPN 21, kemarin.

SUDIRMAN, METRO–Meskipun pada Selasa (5/10), Pemerintah Kota (Pemko) Padang memutuskan untuk menunda proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua sekolah mulai Rabu (6/10) hingga 18 Oktober mendatang, ter­nyata kondisi di lapangan, kemarin, sebagian besar siswa Sekolah Dasar dan SMP masih tetap belajar di seko­lah. Biar tak mencolok, para siswa disuruh memakai baju bebas saat datang ke sekolah.

Pantauan POSMETRO kemarin, sis­wa SD dan SMP tetap datang ke se­kolah diantar orang tua. Jika biasanya anak-anak memakai se­ragam sekolah, kemarin, mereka memakai pakaian bebas.

“Ya, awalnya memang ada edaran yang diterima via WA, kalau Rabu (6/10), PTM dihentikan. Namun, dari pihak sekolah tetap sekolah namun anak di­suruh pakai baju bebas,” sebut Mawar, salah satu wali murid kepada POS­METRO, kemarin.

Mawar yang memiliki dua putri di SDN 28 Ra­wang mengaku, dengan adanya surat tersebut, dua putrinya Fathiya dan Sa­kinah akhirnya tetap se­kolah dengan memakai pakaian bebas.

“Anak-anak senang ka­lau bisa kembali ke seko­lah. Alhamdulillah tetap bisa belajar langsung de­ngan guru. Pesan gurunya pakaian bebas dan sopan,” sebut Mawar, warga Ma­toaia ini.

Sementara itu, Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sek­da) Kota Padang, Arfian menyampaikan pihaknya telah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Padang bahwa pe­serta didik diizinkan datang ke sekolah untuk mela­kukan konsultasi pelajaran kepada majelis guru dan bukan PTM.

“Usai rapat internal dengan seluruh OPD, Sela­sa (5/10) kita sampaikan ke Disdik Kota Padang. Soal peserta didik memakai se­ragam atau tidak datang­nya kita beri kebebasan hal itu pada sekolah ma­sing-masing,” ujar Arfian, Rabu (6/10).

Ia mengatakan, dibo­leh­kannya siswa datang ke sekolah, karena dari penin­jauan pada pelaksanaan dua hari lalu peserta didik bersemangat duduk di ke­las daripada belajar daring.

“Kita turun ke sekolah kemarin dan tanyakan pa­da anak. Anak-anak lebih suka ke sekolah diban­ding­kan Online. Alasan terse­butlah kita izinkan,” pa­parnya.

Menurutnya, peserta didik yang datang ke se­kolah hanyalah mereka yang sudah divaksin. Bagi yang belum, tak diizinkan. Jumlah yang hadir ke se­kolah, juga tak full. Namun separuh dari total siswa di satu kelas dan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara, Kepala Dis­dik Kota Padang Habibul Fuadi juga mengatakan, Pembelajaran Tatap Muka tetap dilaksanakan dengan ketentuan, siswa datang ke sekolah tidak memakai pakaian seragam sekolah (menggunakan baju bebas tapi sopan). Menyediakan westafel pada setiap lokal, masker, alat ukur suhu, hand sanitaizer, sarung tangan karet dan toiletnya harus bersih serta menye­diakan sabun cair.

Dan kepada pihak se­kolah diminta awasi pene­rapannya. Agar klaster baru tak muncul dan kese­la­matan anak terjamin. “Pengawasan ketat harus dilakukan dan peran wali murid juga mesti ada, ja­ngan serahkan pada seko­lah saja,” kata Habibul.

Sementara itu, Kepala SMP N 21 Padang, Yan Hen­­­drik menyampaikan pa­da Rabu (6/10) ini pe­serta didik tetap datang ke sekolah. “Anak datang se­perti biasa. Namun waktu­nya sampai jam 10 00 WIB,” katanya.

Ia menyampaikan, sis­wa datang untuk konsultasi pelajaran dan bukan PTM. Pelaksanaannya mene­rapkan prokes ketat.

PPKM Level IV Diperpanjang

Sebelumnya, pemerin­tah pusat memutuskan mem­­perpanjang Pem­ber­lakuan Pembatasan Kegia­tan Masyarakat (PPKM) Level 4 selama 2 pekan ke depan atau hingga 18 Ok­tober mendatang. Kepu­tusan pengumuman per­panjangan PPKM ini ber­tepatan dengan telah dimu­lainya PTM terbatas tingkat SD dan SMP di Kota Padang sejak Senin (4/10).

Dimulainya PTM ini dilakukan karena Pemko Padang yakin indikator un­tuk turun level telah ter­penuhi, yakni kasus harian Covid-19 jauh me­nurun dan capaian vaksina­si telah lebih dari 38 persen.

Akan tetapi, peme­rin­tah pusat punya penilaian lain. Kasus Covid-19 di Kota Padang dinilai mulai meningkat lagi dan ca­paian vaksinasi masih di bawah nasional yang telah mencapai 45 persen. Se­hingga PPKM Level 4 di Kota Padang dan 5 daerah lainnya di luar Jawa-Bali tetap diperpanjang.

Pada Selasa (5/10) sore, Kepala Disdik Kota Padang Habibul Fuadi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 421.1/6985/Dikbud/Dik­das. 01/2021, dan mengirimkan ke semua sekolah. Isinya, per­ta­ma, terhitung mulai 6 Okto­ber sampai 18 Oktober pem­belajaran tatap muka dila­ku­kan secara daring/online­.

Kedua, jika siswa me­nga­lami kesulitan belajar selama pembelajaran daring/online, sekolah bisa melayani siswa untuk hadir di sekolah dalam rangka pelayanan konsultasi/bimbingaan belajar, dalam hal ini sekolah mengatur jadwal pertemuan dengan tetap memperhatikan pro­tokol kesehatan.

Ketiga, dalam hal pem­belajaran tatap muka kem­bali dilaksanakan ma­ka, sekolah harus memper­siapkan sarana dan prasa­rana protokol kesehatan, melakukan vaksinasi kepa­da siswa yang sudah beru­sia 12 tahun, dan pendidik serta tenaga kependidikan yang belum divaksin agar dapat melaksanakan vak­sinasi, (sekolah) berkoor­dinasi dengan Puskesmas terde­kat untuk pelaksa­naan vak­sinasi.

Namun SE itu langsung dihilangkan atau diba­tal­kan. Melalui pesan singkat WA ke semua kepala seko­lah, Kepala Disdik menya­takan bahwa SE tersebut belum diberlakukan.

Pesan singkat WA yang baru berisi, mulai 6 Oktober 2021, Pembelajaran Tatap Muka tetap dilaksanakan. Siswa datang ke sekolah tidak memakai pakaian seragam sekolah (meng­gu­­nakan baju bebas tapi sopan). Pesan singkat itu sampai ke semua wali murid. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top