Menu

PTM di Sekolah, Siswa harus Sabar Menanti, Habibul: PPKM Padang Belum Turun Level

  Dibaca : 95 kali
PTM di Sekolah, Siswa harus Sabar Menanti, Habibul: PPKM Padang Belum Turun Level
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi.

AZIZ CHAN, METRO–Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi menyebut pelaksanaan belajar tatap muka belum diketahui kapan pelaksanaannya. Disdik baru bisa menyelenggarakan belajar tatap muka di se­kolah jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Ma­s­ya­rakat (PPKM) turun satu ting­kat.

“Kita lihatlah dulu per­kem­bangan kasus corona. Sampai sekarang Kota Pa­dang masih bertatus PPKM Level IV, belum turun ju­ga,” ujar Habibul, Minggu (29/8).

Ia mengatakan, Disdik Padang juga akan melakukan koordinasi dengan Wali Kota tentang belajar tatap muka. Apabila izin didapat dan kasus Covid 19 melandai, sekolah bisa menggelar belajar tatap muka.

Di sisi lain, apakah sis­tem yang dipakai belajar tatap muka terbatas atau full, menurut Habibul, itu tergantung pada zona wi­layah masing-masing serta hasil kesepakatan bersama antara pihak se­kolah dengan wali murid.

Sementara, terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang hal itu adalah syarat belajar tatap muka, Disdik segera musyawarahkan dalam waktu dekat dengan pihak sekolah, wali murid hingga Dinas Kesehatan Padang untuk realisasinya.

“Kita dudukkan dulu dengan seluruh stakeholder. Supaya masalah baru tak timbul dan keamanan tercipta,” ucapnya.

Ia berharap, apa yang diputuskan bersama nanti dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. “Disdik Padang siap mengawasi dilapangan aturan yang telah disepakati. Begitu juga penerapan Prokes. Hal ini bertujuan memutus mata rantai penularan virus corona dan mewujudkan keselamatan,” pungkas Habibul.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Na­diem Makarim membolehkan anak yang belum divaksin untuk mengiktui pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah.

“Bagi sekolah yang peserta didiknya belum men­dapatkan giliran vaksinasi, sekolah di wilayah PPKM level 1-3 tetap dapat me­nye­lenggarakan PTM terbatas,” kata Nadiem dalam keterangannya, Kamis, 19 Agustus lalu.

Nadiem mengatakan, penyelenggaraan PTM terbatas harus mengedepankan prinsip kehati-hatian, kesehatan, dan keselamatan seluruh insan pendidikan dan keluarganya, sesuai daftar periksa yang ditentukan dalam SKB Empat Menteri.

Menurut Nadiem, kementeriannya saat ini merencanakan adanya sentra vaksinasi untuk mempercepat pemberian vaksinasi bagi pelajar.

Berdasarkan dashboard vaksinasi Kementerian Kesehatan, sebanyak 26,7 juta usia 12-17 tahun menjadi target vaksinasi Covid-19. Dari total target, yang menerima dosis pertama baru mencapai 9,09 persen atau 2,4 juta orang. Sedangkan 4,01 persen atau sekitar 1 juta anak dan remaja sudah menerima dosis lengkap.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya juga mempersilakan opsi PTM secara terbatas digelar apabila seluruh pelajar telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Jokowi menyadari antusiasme pelajar dan guru yang berharap agar bisa segera melakukan belajar tatap muka di sekolah. Namun, ia mengingatkan seluruh pihak berhati-hati agar tidak ada yang terpapar Covid-19 jika PTM digelar. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional