Close

PT Semen Padang Bantu Pengecoran Jalan Bukit Nabu Sepanjang 2 Km

PENGECORAN JALAN-- Sejumlah staf CSR PT Semen Padang ikut membantu bersama masyarakat untuk pengecoran jalan di Bukit Nabu, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Minggu (24/7).

PADANG, METRO–PT Semen Padang  melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memberikan bantuan semen untuk pengecoran jalan sepanjang 2 km lebih dari Puncak Limau Manis menuju Bukit Nabu, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Pengecoran jalan itu pun dilakukan secara bergotong royong setiap minggu oleh masyarakat sekitar, khususnya peladang Bukit Nabu.

Pengecoran jalan secara swa­daya yang digelar pada Minggu, (24/7)  dihadiri Kepala Unit CSR Semen Padang Rinold Thamrin, dan Ka Sie Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK), Satrio Rian Bhakti, serta sejumlah staf CSR Semen Padang. Mereka bahu membahu membantu masya­rakat untuk bergotong royong, termasuk tokoh masyarakat Limau Manis, Rafdi, yang juga anggota DPRD Kota Padang.

Anggota DPRD Kota Padang  Rafdi pun mengapresiasi PT Semen Padang atas bantuan semen untuk pengecoran jalan menuju ladang masyarakat di Bukit Nabu.  “Kami bangga dengan PT Semen Padang. Tidak hanya semen yang dibantu,  tapi ikut membakar semangat masyarakat atau peladang untuk gotong royong dalam pengecoran jalan ini. Terima kasih  atas ban­tuannya,” kata Rafdi di lokasi go­tong royong pengecoran jalan.

Pengecoran jalan sepanjang 2 km lebih dengan lebar 1,5 meter ini, sebut Rafdi, telah dimulai sejak beberapa minggu lalu. Dan sekitar 500 meter dari panjang jalan telah selesai dicor oleh masyarakat secara swadaya.

Salah seorang peladang ber­nama Irman  mengatakan, di Bukit Nabu ini, ada sekitar 50 orang peladang dengan total luas areal ladang lebih dari 100 Ha. Mayoritas peladang adalah masyarakat Limau Manis. Selain durian dan manggis, komoditas lainnya di Bukit Nabu ini ada petai, pokat dan saus. Ketika panen, para peladang mengangkut hasil panen dengan cara dipikul.

“Kami pun harus berjalan sejauh 1-2 km untuk mengangkut hasil ladang keluar. Apalagi, turunan yang tajam dan licin, menjadi kendala selama ini bagi kami para padang Bukit Nabu. Kalau lagi musim durian atau manggis dan lain-lain, kami pun juga sering memakai jasa orang lain untuk mengangkut hasil ladang, upahnya pun berfariasi,” katanya.

Untuk jarak 1 km saja, lanjutnya, upahnya Rp25 ribu/pikul (tenaga manusia). Dan rata-rata beratnya 30 kg. Kalau jarak lebih dari 1 km, upah pikulnya juga ber­tambah. “Jika penge­co­ran jalan ini sudah se­lesai, kami tidak perlu lagi me­makai jasa orang lain untuk mem­bawa hasil ladang keluar. Karena, sepeda motor sudah bisa me­ngakses Bukit Nabu. Dan tentunya, jumlah yang dikeluarkan per ha­rinya bisa lima kali lipat dari bia­sanya, bahkan lebih,” ujarnya.

Kepala Unit CSR Semen Padang Rinold Tham­rin mengatakan, ban­tuan semen ini bagian dari men­dukung program Pem­­ko Padang, yaitu #PadangBerGoro. Bagi PT Semen Padang, bantuan semen untuk pengecoran jalan ke Bukit Nabu, ter­masuk ke Bukit Aua, juga bagian dari program TJSL perusahaan.

“Poin penting dari bantuan ini adalah bagaimana Semen Pa­dang merangsang pem­ber­da­yaan ma­syarakat. Untuk daerah-daerah seperti Bukit Nabu dan Bukit Aua itu contohnya, ketika peladang mem­bawa hasil panen ke pasaran, itu memakan waktu yang cukup lama dan tentunya pengorbanan dari masyarakat atau peladang menjadi besar. Jika dibiarkan se­perti ini, maka eko­nomi ma­sya­rakat sulit berkem­bang,” katanya.

Makanya, lanjut Rinold, dengan memberikan akses jalan ke para peladang, tentunya ada dua hal yang menjadi kemudahan bagi para peladang nantinya. Pertama, kece­patan dan kedua jumlah yang di­angkut menjadi lebih besar, sehing­ga pada waktunya pendapatan masyarakat bisa meningkat berkali-kali lipat. (ren/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top