Close

PT KAI Divre II Sumbar Ingatkan Penumpang, Jaga Keselamatan di Stasiun dan di Atas Kereta Api

SOSIALISASI—Petugas PT KAI Divre II Sumbar menyosialisasikan keselamatan di kereta api kepada penumpang.

PADANG, METRO–Para pengelola moda transportasi terus berupaya meningkatkan kesadaran pelanggannya, agar selalu berhati-hati dalam setiap langkahnya. Agar tingkat kecelakaan yang bisa menyebabkan luka dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa bisa di­kurangi.Salah satunya a­dalah PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) (Persero). Sejatinya, dalam menggunakan kereta api ada peraturan-peraturan pen­ting terkait keselamatan yang masih sering dilanggar.  “Dengan berbagai kemudahan yang bisa kita nikmati sebagai penumpang kereta, tidak lantas kita bisa berbuat semaunya saat melakukan perjalanan meng­gunakan si roda besi ini,” kata Vice President PT KAI Divisi Regional (Divre) II Sumbar, Mohamad Arie Fathurrochman.

Maka dari itu, lanjutnya, penting mengingatkan kem­bali bagaimana aturan-aturan terkait keselamatan. Agar selamat dan aman hingga sampai ditujuan, ada beberapa panduan keselamatan yang ha­rus diterapkan ketika berada di area stasiun maupun kereta api. Saat berada di stasiun, area passenger crossing sangat rawan sehingga pengamanannya juga tidak boleh lengah. Pelanggan juga harus disiplin dan berhati-hati saat menyeberangi jalur kereta api. “Tengok kiri dan ka­nan, pastikan aman baru me­nyeberang. Selalu ikuti arahan dari petugas apabila ingin menyeberang,” imbaunya.

Kemudian, perhatikan garis kuning peron saat menunggu kereta api. Ga­ris kuning (safety line) di peron stasiun adalah pe­nanda batas aman untuk menunggu kereta ketika berdiri dan menunggu ke­reta di stasiun. Berdirilah di belakang garis kuning ketika menunggu kereta api.

Karena apabila kamu berdiri di depan garis kuning akan sangat berbahaya, sebab kereta yang lewat dapat menghempaskan angin yang cukup kuat dan membahayakan.  “Untuk itulah, para announcer di stasiun tidak pernah berhenti mengingatkan penumpang untuk berdiri di belakang garis tersebut. Apabila ada barang yang jatuh ke rel dari peron tinggi, pengguna jasa kereta api bisa menghubungi pe­tugas untuk mengambilnya jadi jangan ambil sendiri ya,” imbau Arie.

Arie juga mengingatkan, utamakan keselamatan dengan memperhatikan celah peron saat melangkah. KAI juga mengimbau pelanggan untuk bergantian saat naik kereta api, dengan mendahulukan penumpang yang turun. Patuhi aturan demi keselamatan diri sendiri dan o­rang lain. Arie juga mengingatkan penumpang hai-hati dengan lantai yang licin karena akan berbahaya. “Para petugas kebersihan selalu menggunakan papan peringatan apabila terdapat lantai yang licin sehingga meminimalisasi bahaya terpeleset,” terang Arie.

Saat berada di atas kereta api, pastinya setiap orang tidak asing dengan istilah bordes. Bordes me­rupakan ruangan yang berada di ujung kereta untuk naik turun penumpang. Ruangan ini juga menjadi akses untuk keluar masuk antar kereta.

Diterangkan Arie, KAI melarang pelanggannya untuk berada di bordes kecuali saat akan ke toilet. Berdiri di bordes kereta bisa membahayakan keselamatan.  Apalagi sampai membuka pintu bordes kereta. Saat kereta berjalan, tentunya tekanan angin menjadi semakin tinggi. Kereta juga memiliki getaran dan goyangan yang tentunya akan mengganggu kestabilanmu saat berdiri.  “Selain itu, apabila terjadi kecelakaan maka area bordes akan terkena dampak kerusakanan yang paling tinggi. Tetap selalu utamakan keselamatan dalam perjalanan ya,” u­capnya.

Saat naik kereta api, terdapat banyak sticker imbauan untuk keselamatan para pelanggannya baik larangan merokok, imbauan tidak tidur di lantai kabin/bordes kereta, maupun peringatan terjepit pintu. “Setelah kamu masuk atau keluar kabin kereta, baik itu mau ke toilet, ke kereta depan atau belakang, maupun kereta makan, pastikan kamu menutup kembali pintu kabin kereta dan berhati-hati agar tidak terjepit,” terangnya.

“Hal ini tentunya dapat menjaga kenyamanan sa­at berada di dalam kabin kereta. Selain bisa me­ngurangi kebisingan juga dapat menjaga suhu rua­ngan kabin tetap sejuk selama perjalanan,” sebut Arie.

Perjalanan kereta api jarak jauh biasanya memakan waktu lama. Karena itu, tak jarang penumpang merasa lapar dalam perjalanan. Saat lapar penumpang bisa memesannya ketika prama dan prami lewat. “Selain itu, kamu juga bisa langsung menuju ke kereta makan yang ada di tengah-tengah rangkaian,” ajaknya.  “Itulah beberapa imbauan saat kamu menggunakan kereta api. Hal ini tentunya mempunyai tujuan agar kamu tetap selamat, nyaman, dan a­man hingga sampai stasiun tujuan. Yuk bersama-sama kita jaga keselamatan,” Arie menandaskan. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top