Menu

PT KAI Bongkar Bangunan di Pasar Tarandam

  Dibaca : 93 kali
PT KAI Bongkar Bangunan di Pasar Tarandam
DIBONGKAR— Bangunan liar di sepanjang jalur Kereta Api (KA) Pasar Tarandam telah dibongkar PT KAI, untuk menghidupkan kembali (reaktivasi) jalur kereta ’mati’ di jalur Padang-Pulo Aie yang akan rampung tahun ini. (hendra/posmetro)

TARANDAM, METRO – Pembongkaran kios-kios liar di Pasar Tarandam, Kecamatan Padang Timur, Kamis (15/8), telah dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Bangunan yang sebelumnya menjadi aktivitas jual beli telah dibongkar dan rata dengan tanah.

Kemarin, satu unit alat berat nampak bekerja merobohkan bangunan semi permanen di Pasar Tarandam. Tersisa puing- puing di sisi kiri rel. Nampak warga yang mengemas sisa-sisa besi fondasi bangunan tersebut.

Namun, di sebelah kanan bangunan yang permanen belum nampak dibongkar. masih ditemui aktivitas jual beli berjalan seperti biasa. Elfina (52), salah seorang pedagang mengatakan, jika bangunan permanen yang mereka tempati belum dibongkar.

“Benar, bangunan yang dibongkar itu bagunan liar dan bukan yang bangunan permanen seperti kami. Kalau toko kami, saya dengar masih dalam proses hukum. Kalau memang dibongkar, harus sesuai ganti ruginya,” ujar Elfina, pedagang sandal plastik itu, saat dijumpai POSMETRO.

Ia meminta Koperasi PT KAI agar kembali kepada kentenuan awal kontrak akta jual beli selama 20 tahun.

“Sekarang, baru berjalan 13 tahun. Masih ada 7 tahun lagi, dan kami telah digusur, tolong pikiran nasib masyarakat kecil ini,” ujarnya.

Pedagang lain, Novi (52), menyebutkan, jika kuasa hukum pedagang telah membuat somasi kedua.

“Proses hukum masih berlanjut, Pak Jumadil SH selaku pengacara yang mendampingi kami, telah membuat somasi kedua, dan mediasi ke wali kota dan DPRD Padang,” kata Novi.

Sementara itu, Koordinator Kuasa Hukum Pedagang Pasar Tarandam Nisfan Jumadil ketika dihubungi via ponselnya tidak menjawab.

“Maaf saya lagi sama klien,” ujar Nisfan, singkat melalui pesan WhatsApp.

Sementara, saat dikonfirmasi ke Koperasi Karyawan PT KAI Sumbar melalui Ketua Koperasi Karyawan KAI Lexi Alexander, menyebutkan, keputusan membongkar kios telah sesuai kesepakatan di akta notaris.

“Saya ada di Bandung sekarang tidak tahu ada pembongkaran. Seperti saya katakan sebelumnya untuk pembongkaran itu telah sesuai dengan akta notaris. Pedagang harus bersedia membongkar apabila PT KAI sewaktu-waktu mempergunakan tanah tersebut untuk fasilitas negara,” katanya.

Dia menambahkan, kalau biaya bongkar memang ada.

“Untuk biaya bongkar silahkan berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretapian Kelas II Wilayah Sumbar, PT KAI Divre II Sumbar. Bukan gawe kami,” tutupnya.

Seperti diketahui, pemerintah akan menghidupkan kembali (reaktivasi) jalur kereta ’mati’ di jalur Padang-Pulo Aie. Rencananya jalur kereta ’mati’ di Padang itu akan direaktivasi tahun ini. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional