Menu

PT Angkasa Pura II Cabang BIM Pastikan Layanan Test Covid-19 Sesuai Prosedur

  Dibaca : 171 kali
PT Angkasa Pura II Cabang BIM Pastikan Layanan Test Covid-19 Sesuai Prosedur
Layanan rapid test antigen/antibody dan RT PCR yang sudah dilaksanakan di Airport Health Center BIM.

PADANGPARIAMAN, METRO
Layanan rapid test antigen/antibody dan RT PCR yang sudah dilaksanakan di Airport Health Center Bandara Internasional Minangkabau (BIM), dipastikan sesuai prosedur dan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Termasuk juga layanan tes kesehatan melalui GeNose C19, yang akan dimulai per 3 Mei 2021 di BIM, juga dipastikan akan sesuai dengan prosedur,” ungkap Executive General Manager PT Angkasa Pura II Cabang BIM, Yos Suwagiono, Sabtu (1/5).

Yos Suwagiyono mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan peningkatan pengawasan layanan di Airport Health Center yang dioperasikan oleh pihak ketiga.

“Ketika muncul pemberitaan penggunaan alat bekas pakai untuk rapid test antigen, saat itu juga kami langsung inspeksi mendadak (sidak) di Airport Health Center BIM. Dipastikan alat tes yang digunakan seluruhnya baru, masih disegel, dan bukan daur ulang,” tegasnya.

“Kami berterima kasih kepada penyelenggara tes COVID-19 di Airport Health Center Bandara Internasional Minangkabau karena telah menjalani prosedur dengan baik,” ucapnya.

Yos Suwagiyono menambahkan, di BIM pengawasan dilakukan setiap hari, dan sidak digelar secara berkala. Tujuannya untuk memastikan prosedur dan standar di Airport Health Center tetap terjaga.

“Tidak hanya harus menggunakan alat tes yang masih tersegel, pelayanan juga harus sesuai SOP dan petugas harus selalu menjaga profesionalisme, “ jelas Yos Suwagiono.

Guna memastikan alat tes yang digunakan bukan daur ulang, petugas Airport Health Center wajib menunjukkan kondisi fisik alat tes yang masih tersegel, kepada calon penumpang pesawat sebelum melakukan tes.

“Petugas harus menunjukkan alat tes yang masih tersegel. Apabila tidak ditunjukkan, calon penumpang pesawat berhak untuk mengecek terlebih dahulu sebelum dilakukan rapid test antigen, atau RT-Antibody, atau GeNose C19,” ujar Yos Suwagiyono.

Malahan di BIM, PT Angkasa Pura II juga meminta sisa dari hasil penggunaan alat yang telah dipergunakan oleh penumpang, untuk dilakukan pembuktian dengan laporan data harian layanan atau dilaksanakan rekonsiliasi. Lebih lanjut, seluruh stakeholder BIM diminta untuk dapat selalu memenuhi peraturan dan prosedur yang berlaku.

“Kepada setiap pihak kami meminta agar selalu mentaati peraturan dan prosedur serta menjaga profesionalosme untuk menjaga nama koorporasi. Saat ini kita berada di tengah pandemi, dan bersama-sama kita berupaya untuk menjalani prosedur guna turut mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Yos Suwagiyono.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional