Menu

PSU di Birugo Dijaga Ketat Aparat

  Dibaca : 439 kali
PSU di Birugo Dijaga Ketat Aparat
TETAP UTAMAKAN PROKES— Pemungutan suara ulang di TPS 12 Kelurahan Birugo, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Bukittinggi dikawal ketat aparat dan tetap menerapkan Prokes Covid-19.

BUKITTINGGI, METRO
Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2020 dilaksanakan di tempat pemungutan suara (TPS) 12 Kelurahan Birugo, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Bukittinggi di bawah penjagaan ketat dari Polri,TNI, KPU dan Bawaslu. Di samping itu PSU ini berjalan seperti pemungutan suara resmi dan penyelenggaraan tetap memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Pelaksanaan PSU ini sendiri masih menggunakan lokasi yang sama, di sekolah autis di Kelurahan Birugo Kota Bukittinggi. Untuk penyelenggara sendiri juga tetap menggunakan tenaga awal yang resmi.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, beberapa orang anggota kepolisian dari Polres dan Polsek Bukittinggi sudah berada di tempat itu. kegiatan itu juga dipantau langsung KPU dan Bawaslu Kota Bukittinggi.

Proses pemungutan suara dimulai sekitar pukul 07.00–13.00 WIB. Setelah itu, dilanjutkan dengan penghitungan suara disaksikan oleh saksi dan pihak terkait.

Komisioner KPU Bukittinggi Divisi Teknis, Yasrul menjelaskan, pelaksanaan PSU ini dilakukan karena ada temuan dari Panwascam ABTB, tentang adanya tiga orang pindah memilih menggunakan formulir A5 dari Kabupaten Agam yang diberikan dua kertas suara. Yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat serta kertas untuk Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi. Seharusnya hanya satu kertas suara, yaitu untuk Gubernur dan Wakil Gubernur.

Jadi untuk PSU ini disediakan kartu surat suara seperti pada pemilihan pertama, sebanyak 265 dan untuk kali ini hanya dilakukan pemilihan ulang untuk Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi. Sementara untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur masih berlaku pemilihan pertama. Untuk pemiliih yang tiga orang tersebut, tidak diberikan lagi kartu PSU.

“Untuk surat suara berbeda dengan pemilihan pertama, sebab pada pemungutan ulang ini menggunakan stempel pemungutan suara ulang dan itu jumlah sebanyak 2.000 lembar, jadi tidak ada masalah mengenai logistik, termasuk alat pelindung diri petugas sesuai protokol kesehatan,” terang Yasrul.

Terkait partisipasi pemilihan sekarang, Yasrul mengatakan, dari jumlah data yang sudah masuk ke KPU, jumlah partisipasi pemilih mencapai 72 persen. Sedangkan target dari KPU Bukittinggi mencapai 80 persen. “Dari partisipasi pemilih, memang tidak mencapai target nasional yaitu sebanyak 79 persen. Tapi, bagi kita ada peningkatan dibanding ketika pemilihan presiden tahun lalu yang hanya mencapai 60 persen pemilih. Mudah-mudahan, pada PSU ini partisipasi pemilih cukup tinggi,” jelas Yasrul. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional