Menu

PSBB Disetop, Hari ini Sumbar Terapkan New Normal

  Dibaca : 458 kali
PSBB Disetop, Hari ini Sumbar Terapkan New Normal
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memimpin rapat koordinasi dengan seluruh Bupati/ Wali Kota se-Sumbar

PADANG, METRO
Setelah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III berakhir, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memutuskan untuk menerapkan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNBPAC) atau new normal di Ranah Minang mulai tanggal 8 Juni 2020.

Namun, dari 19 kabupaten/kota, tersisa dua daerah yang akan menempuh masa transisi sebelum menerapkan new normal. Kota Padang akan menjalani masa transisi hingga 12 Juni, sedangkan Kabupaten Kepulauan Mentawai hingga 20 Juni 2020.

“Hasil dari rapat tadi memutuskan Sumbar menerapkan new normal , kecuali Padang dan Mentawai yang masih melakukan transisi,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno usai memimpin rapat koordinasi dengan seluruh Bupati/ Wali Kota se-Sumbar melalui Video Conference di ruang kerjanya, Minggu (7/06).

Kota Padang harus menjalani masa transisi karena terdapat klaster penularan Covid-19 yang masih aktif, yakni Klaster Pasar Raya Padang. Sedangkan penerapan masa transisi di Mentawai dipengaruhi faktor geografis dan persiapan sarana kesehatan yang belum memadai.

“Untuk Mentawai akan kita bantu percepat. Makanya Mentawai butuh waktu hingga 20 Juni. Sejauh ini, Sumbar telah memenuhi persyaratan untuk menerapkan new normal,” ungkap Irwan.

Dalam arahannya saat rapat koordinasi, Irwan yang didampingi oleh Wakil Gubernur Nasrul Abit, Forkopimda Sumbar dan Pimpinan Laboratorium Fakultas Kedokteran UNAND mengatakan, berdasarkan kriteria penerapan new normal yang dikeluarkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) setidaknya terdapat tiga persyaratan yang mesti dipersiapkan untuk memasuki TNBPAC atau new normal.

“Persyaratan pertama adalah menyangkut kesiapan dari kajian epidemologi, dimana dari data yang ada, tergambar tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumatera Barat. Sementara, kita tertinggi kesembuhan di Indonesia, jauh dari rata-rata Nasional,” kata Irwan.

Meski demikian, dijelaskan Irwan, langkah-langkah pencegahan akan tetap dilakukan, diantaranya melalui kebijakan perpanjangan status tanggap darurat termasuk mempertahankan pemeriksaan pada pos-pos perbatasan, baik darat, laut maupun udara hingga 28 Juni 2020.

“Setiap orang yang datang, kita swab gratis, mereka harus isolasi, setelah keluar hasil negatif baru kita izinkan,” tegasnya.

Di samping itu berdasarkan koordinasi Pemprov Sumbar dengan pihak Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di pusat, aparatur TNI-POLRI akan mendukung penerapan TNBPAC di Sumbar.

“Artinya dari kacamata persyaratan epidemologi, kita udah siap memasuki TNBPAC,” sebut Gubernur Irwan.

Selanjutnya Irwan juga memaparkan data terkait kesiapan sistem kesehatan, baik kapasitas rumah sakit, tenaga medis, fasilitas isolasi, laboratorium maupun ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang dinilai mencukupi hingga bulan Desember 2020 nanti.

“APD level 3 kita siapkan untuk rumah sakit, lokasi karantina dan laboratorium, ini agar efektif dan efisien,” katanya.

Persyaratan terakhir adalah kesiapan masyarakat. Untuk itu, ia meminta dukungan Bupati/ Wali Kota untuk menggerakkan masyarakat sampai ke tingkat rt atau nagari,” pinta Gubernur. Menurutnya sebagian besar masyarakat Sumbar telah memahami protokol kesehatan Covid-19, namun belum dilakukan secara disiplin.

“Sudah mengetahui tapi belum diimplementasikan, kata kuncinya prilaku masyarakat kita semua harus disiplin, disiplin masker, jaga jarak dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Sementara itu, pimpinan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand, Andani Eka Putra menerangkan pihaknya optimis dengan penanganan Covid-19 di Sumatera Barat yang telah berjalan dengan baik. Dalam rangka menyongsong era TNBPAC, semua persyaratan yang dikeluarkan oleh kementerian terkait harus dipenuhi.

“Edukasi masif kepada masyarakat, trace, test, isolation and treatment, survailance serta tes PCR masif pada semua komponen harus dipastikan,” ujarnya.

Terkait kapasitas tes PCR, dikatakan pihaknya mampu menampung 2.000 hingga 2.500 pemeriksaan per hari, paling tinggi se-Indonesia. Uupaya tracing yang masif akan menjadi kunci dalam memutus rantai penularan Covid-19.

“Bagaimana upaya-upaya menemukan orang-orang yang berpotensi sebagai penular, ini yang terpenting,” tutupnya. (rel/fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional