Menu

PSBB Diperpanjang Hingga 7 Juni, Pengawasan Orang Keluar Masuk Harus Diperketat

  Dibaca : 243 kali
PSBB Diperpanjang Hingga 7 Juni, Pengawasan Orang Keluar Masuk Harus Diperketat
VICON— Wako Padang, Mahyeldi Ansharullah bersama forkopimda saat video conference (vicon) dengan Gubernur Sumbar, Kamis (28/5).

AIAPACAH, METRO
Pemprov Sumbar kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berakhir pada Jumat (29/5). Masa PSSB diperpanjang selama 9 hari, yakni 30 Mei hingga 7 Juni.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan, atas nama Pemko Padang menyatakan setuju dengan kabupaten/kota yang lainnya untuk memperpanjang masa pemberlakuan PSBB untuk tahap ketiga sampai 7 Juni tersebut.

“Dengan diperpanjangnya masa PSBB, kami berharap pengawasan orang yang keluar masuk di masing-masing perbatasan kabupaten/kota lebih ditingkatkan dan diperketat lagi,” ujarnya.

Sekaitan dengan penanganan virus corona di Kota Padang, Mahyeldi menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya telah melakukan tes swab kepada 5.402 orang. Dari 5.402 dinyatakan positif terinfeksi virus corona sebanyak 357 orang.

“Ada dua klaster terbesar penyebaran virus corona, Pasar Raya Padang dan Pegambiran. Alhamdulillah, klaster Pegambiran sudah berhasil kita putus. Yang tersisa hanya klaster Pasar Raya Padang. Insha Allah ini akan lebih kita optimalkan lagi untuk memutusnya,” tukas Mahyeldi.

Sekaitan dengan menuju new normal atau tatanan baru, Pemko Padang juga tengah melakukan pengurangan pembatasan-pembatasan yang ada di PSBB. Diantaranya memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk melaksanakan shalat Jumat di beberapa daerah yang tidak terpapar Covid-19.

“Kita juga terus bekerja sama dengan Dandim, Kapolres dan pihak terkait lainnya untuk mendisiplinkan masyarakat untuk ikut protokol Covid-19 ketika melakukan aktivitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, perpanjangan PSBB ini merujuk pada aturan dari Kementerian Perhubungan (Kemhub) yang memperpanjang masa larangan mudik Lebaran 2020. Yaitu, dari semula hingga 31 Mei menjadi sampai 7 Juni.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan PSSB tahap ketiga, ada empat penekanan. Pertama, melakukan tahap-tahap persiapan menuju new normal dengan melakukan pengurangan pembatasan-pembatasan yang ada di PSBB.

Kedua, mendisiplinkan masyarakat untuk ikut protokol Covid-19 sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo kepada Kapolri, Panglima TNI, dan diteruskan kepada Kapolda dan Danrem. Ketiga, melakukan persiapan maksimal untuk sistem kesehatan, rumah sakit, laboratorium dengan melakukan testing maksimal, tracking, isolasi dan treatment perawatan.

“Keempat, Provinsi memberikan dukungan kepada kabupaten/kota yang ingin melaksanakan new normal sesuai aturan dari Kemenkes dan Kemendagri,” sebutnya.

Irwan menjelaskan, PSSB tahap ketiga hanya diikuti oleh 18 kabupaten/kota di Sumbar. Sementara untuk Bukittinggi tidak mengikuti karena kota itu sudah masuk wilayah bebas Covid-19.

“Saya berharap, PSBB tahap ketiga ini akan berjalan lebih efektif dan optimal lagi dibanding PSBB sebelumnya. Maka itu kita sampaikan kepada seluruh elemen dan masyarakat di Sumbar, mari kita sama-sama mendukung pelaksanaan PSBB agar berjalan lancar,” jelasnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional