Menu

PSBB di Sumbar Diperpanjang hingga 7 Juni

  Dibaca : 476 kali
PSBB di Sumbar Diperpanjang hingga 7 Juni
RAPAT— Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Forkopimda rapat melalui video conference dengan Bupati/Wali Kota terkait perpanjangan PSBB.

PADANG, METRO
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai tanggal 7 Mei mendatang di 18 kabupaten/kota. Sedangkan Kota Bukittinggi keluar dari PSBB dan mulai menerapkan konsep new normal (kenormalan baru).

Keputusan tersebut diambil Gubernur Sumbar Irwan Prayitno setelah mendengar dan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, diantaranya Bupati/Wali Kota se-Sumbar dan kajian dari pakar epidemologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas.

Selain itu, penetapan keputusan memperpanjang PSBB di Sumbar juga telah dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan RI termasuk dengan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pusat, Letjen Doni Monardo.

“Keputusan memperpanjang PSBB sampai tanggal 7 Juni telah disepakati oleh 18 Bupati dan Wali Kota di Sumbar. Kecuali Kota Bukittinggi, mereka langsung memasuki kegiatan yang disebut dengan tatanan baru produktif dan aman Covid-19 atau new normal,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat rapat bersama Forkopimda dan Bupati/Wali Kota, Kamis (28/05).

Irwan menjelaskan, terkait perpanjangan PSBB, ada empat poin penting yang harus dilakukan. Keempat poin dimaksud diantaranya melakukan persiapan dan pelaksanaan tahapan-tahapan menuju new normal dengan mengurangi pembatasan, dimana teknis pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing kepala daerah kabupaten/kota sesuai dengan regulasi yang ada.

“Tatanan baru produktif dan aman dari Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan istilah new normal pasti kita hadapi, namun hal ini akan dilakukan secara bertahap dengan berbagai persiapan, juga sembari menunggu Keppres dikeluarkan,” ungkap Irwan.

Poin kedua, dijelaskan Irwan, bagaimana mengoptimalkan upaya-upaya dalam mendisiplinkan masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden kepada TNI-POLRI untuk ikut mendisiplinkan masyarakat pada beberapa titik keramaian.

“Poin keempat, Sumatera Barat tetap mempertahankan kondisi tanggap darurat. Artinya selama Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional belum diakhiri atau dicabut, secara otomatis Pemprov Sumbar akan tetap dengan kondisi siaga darurat. Kita tetap melakukan pengendalian secara maksimal, termasuk upaya tracing dan isolasi kasus positif,” terang Irwan.

Ditambahkan Irwan, poin terakhir, pihaknya tetap mendukung kalau ada kabupaten/ Kota yang ingin keluar dari PSBB. Namun, harus tetap ditekankan pentingnya mempersiapkan sistem kesehatan secara matang dari hulu sampai ke hilir. “Kita tentu tidak ingin menggadaikan masyarakat dengan ujicoba,” tegasnya.

Sebelumnya pada vidcon yang juga dihadiri oleh Forkopimda Sumbar, tiga kepala daerah masing-masing Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang mempresentasikan sejumlah alasan yang mendasari untuk keluar dari PSBB.

Namun, setelah mendengar pemaparan Gubernur dan Defriman Djafri yang merupakan pakar epidemologi FKM Unand, hanya Kota Bukittinggi yang tetap keluar dari PSBB dengan berbagai pertimbangan, khususnya terkait sektor perekonomian. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional