Menu

Proyek Dinas PU Padang: Drainase Dibongkar, lalu Dibiarkan Menganga

  Dibaca : 1090 kali
Proyek Dinas PU Padang: Drainase Dibongkar, lalu Dibiarkan Menganga
BNI telah melakukan upaya percepatan penyaluran Bansos tersebut hingga bisa diterima masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia lebih awal.
Drainase Membahayakan - web

Pengerjaan drainase di Jalan Niaga, Kecamatan Padang Selatan yang tak tuntas sejak 2014, meninggalkan bengkalai dan membahayakan bagi warga. Drainase yang sudah dibongkar dibiarkan menganga, dan tak ditutup. Banyak kendaraan dan juga pengendara masuk ke dalam drainase yang sudah ditumbuhi rumput itu.

NIAGA, METRO–Buruknya kondisi drainase di Kota Padang masih menjadi sorotan dan dikeluhkan warga kota. Karena selain menjadi penyebab banjir, drainase yang rusak juga bisa membahayakan keselamatan.

Seperti yang dikeluhkan warga jalan Niaga, Kecamatan Padang Selatan. Drainase di lokasi itu cukup membahayakan. Dimana, drainase dibongkar dan dibiarkan seperti lubang menganga. Pada malam hari, ketika lampu jalan tak hidup, mobil yang melintasi drainase menjadi terperosok ke dalamnya.

Pantauan POSMETRO, Minggu (27/9),  lubang drainase cukup lebar dan dalam. Di bagian dalam drainase sudah ditumbuhi rerumputan liar.

Salah seorang warga, Anwar (45) menyebut, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Sebelumnya, saluran drainase tersebut dilubangi pekerja dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Padang. Rencaananya, saluran itu akan diloubangi sampai ke Batang Arau. Namun, di tengah jalan, pengerjaan drainase terhenti. Sementara lubang dibiarkan begitu saja tanpa ditutup.

”Setelah dibongkar, lalu ditinggal pergi. Sudah dua kali mobil yang hendak parkir terperosok ke dalam lubang itu. Susah mengeluarkannya,” terang Anwar.
Ia berharap Dinas PU Padang bertanggungjawab terhadap segala sesuatu pekerjaan yang mereka lakukan.

”Ini sudah membahayakan. Kalau ada orang lewat dan tak melihat ada lubang, mereka juga akan terperosok masuk ke dalam drainase yang sudah dibongkar itu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas PU Kota Padang melalui Kabid SDA Herman H menyebutkan, rehab saluran drainase di Jalan Niaga memang tak tuntas. Proyek drainase itu adalah proyek tahun 2014 yang putus kontrak. Pihak ketiga yang mengerjakan tak memiliki waktu lagi untuk melanjutkan, sehingga putus kontrak. ”Itu proyek 2014 yang putus kontrak,” ujar Herman.

Dinas PU berjanji akan segera menutup saluran tersebut dengan menggunakan dana rutin (OP) di Dinas PU. ”Kita akan segera tutup drainase yang dibongkar itu,” terang Herman. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional