Close

Protes Pernyataan Effendi Simbolon Sebut TNI seperti Gerombolan, Merasa Terluka, Anak Cucu Veteran RI Turun ke Jalan

DATANGI DPRD— Anak cucu veteran kemerdekaan RI yang tergabung dalam Pemuda Panca Marga mendatangi gedung DPRD Padang, Kamis (15/9). Mereka protes terhadap pernyataan anggota DPR Effendi Simbolon yang menyebut TNI seperti gerombolan.

SAWAHAN, METRO–Pernyataan anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon, yang menyebut TNI seperti gerombolan dan ormas me­matik protes dari berbagai kalangan. Tidak hanya reaksi keras di tubuh TNI dan purnawirawan, akan tetapi juga dari anak cucu veteran kemerdekaan RI.

Menyikapi pernyataan Effendi Sim­bolon tersebut, Kamis (15/9), sekitar pukul 09.00 WIB, anak cucu veteran kemerdekaan RI yang tergabung dalam or­ga­ni­sasi Pemuda Panca Marga melakukan unjuk rasa di de­pan gedung DPRD Kota Pa­dang.

Dalam orasinya disampaikan, mereka tidak menerima pernyataan Efendi Simbolon tersebut karena terlalu menyakitkan, menyangkut soal harga diri TNI. Pihaknya meyakini TNI adalah garda terdepan manjaga kedaulatan NKRI, bukan seperti yang disampaikan Effendi Simbolon

“Kami sebagai wadah berhimpun anak cucu vete­ran Kemerdekaan RI yang tergabung dalam Pemuda Panca Marga tidak terima atas pernyataan Effendi Simbolon tersebut, ini sangat melukai hati kami,” ungkap Nofrizal, salah satu peserta unjuk rasa.

Mereka menuntut agar oknum anggota DPR RI tersebut segera mencabut pernyataannya serta minta maaf kepada rakyat Indonesia terutama kepada TNI.

Aksi ini juga tergabung beberapa  lintas Ormas dan LSM , diantaranya PPM, FKPPI, LSM LIRA, Laskar Merah Putih, Pemuda Pancasila, Pekat IB se-Kota Padang. Titik kumpul di depan SPBU lama Sawahan dan berjalan menuju gedung DPRD Padang.

Massa yang mengatasnamakan Aliansi Cinta TNI  Polri tersebut mengaku merasa tersinggung dengan pernyataan Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI-P Effendi Simbolon.

Salah seorang perwakilan massa aksi, Nofrizal mengatakan, pihaknya me­­nuntut agar Simbolon meminta maaf secara tertulis kepada institusi TNI. “Effendi Simbolon harus menemui Bapak Panglima TNI dan Bapak KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) secara berhadapan,” ujar­nya.

Disampaikannya, permin­taan maaf Simbolon jangan hanya disampaikan melalui ucapan saja seperti yang disampaikan yang bersangkutan di Kompleks Parlemen, Sena­yan, Jakarta, Rabu (14/9) kemarin. Permintaan maaf ha­rus disampaikan secara tatap muka kepada Panglima TNI dan KSAD.

Effendi Simbolon juga harus mencabut (pernyataannya dan meminta maaf tentang ormas yang mengatakan ormas itu gerombolan).

“Kami ormas merupakan organisasi yang terdaftar di Kesbangpol, terdaftar di Kemenkumham. Kami punya aturan masing-masing, punya AD/ART masing-masing. Jadi, kami bukan gerombolan preman yang bikin onar di Indonesia ini,” imbuhnya.

Pihaknya juga menuntut anggota dewan baik yang di pusat maupun yang di daerah agar bisa berhati-hati dalam memberikan pernyataan. Jangan sampai bikin gaduh.

Dalam aksi, massa mem­­­bawa spanduk yang bertuliskan aspirasi mereka. Ada juga spanduk yang menampilkan foto Simbolon yang diberi tanda silang. Massa aksi datang dengan menggunakan seragam dan atribut Ormas atau LSM masing-masing.

Massa aksi ingin bertemu dengan pimpinan DPRD Padang. Hanya saja anggota dewan saat ini sedang melakukan kunjungan kerja ke Jawa. Kantor DPRD Padang juga terpantau sepi dari aktivitas.

Minta Maaf

Melihat reaksi yang timbul akibat uca­pan­nya,­didampingi Ketua Frak­si PDI Perjuangan di DPR, Utut Adianto, anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon telahnya meminta maaf­ atas pernyataannya yang menyebut TNI seperti gerombolan.

“Saya dari lubuk hati paling dalam, saya mohon maaf atas apa pun perkataan saya yang menyinggung, yang menyakiti, yang tidak nyaman, di hati para prajurit, siapa pun dia. Dari tamtama, bintara, sampai perwira, bahkan sampai sesepuh, para pihak yang tidak nyaman dengan perkataan diartikan lain,” kata Effendi Simbolon di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9).

Effendi Simbolon mengatakan tak bermaksud menyinggung TNI seperti gerombolan, apalagi organisasi kemasyarakatan atau ormas. Effendi Simbolon juga telah menemui Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Mabes TNI, pada Selasa (13/9).

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman juga telah menerima permin­taan maaf Effendi Simbolon.

“Permohonan maaf pak­ Effendi bagi kami, tentu kami memaafkan. Tuhan memaafkan, masa kita ma­nusia tidak memaafkan. Manusia tidak terlepas dari kekhilafan. Ini jadi pelajaran bagi kita semua,” kata Dudung dalam konferensi persnya, Kamis (15/9)

Dudung pun mengulas perjuangan para prajurit di lapangan yang bekerja de­ngan penuh keringat demi kepentingan bangsa, bahkan meninggalkan anak dan istri demi mengabdi.

“Saya menyadari pera­saan prajurit di lapangan, mereka tiap saat berkeringat, di Poso, perbata­san, NTT, Kalimantan, taruhannya nyawa. Mereka tinggalkan anak istri ini harus disadari, saya tahu persis dengan kondisi saat ini dengan segala keterbata­san. Hal inilah yang meng­akibatkan mereka dengar berita kemarin, menyatakan keprihatinan besar,” kata Dudung. (hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top