Menu

Prosesi Malewakan Gelar Sangsako Terapkan Prokes Covid-19, Kapolda Sumbar: Tulus dan Ikhlas Bertugas, Wujud Kecintaan Terhadap Sumbar

  Dibaca : 175 kali
Prosesi Malewakan Gelar Sangsako Terapkan Prokes Covid-19, Kapolda Sumbar: Tulus dan Ikhlas Bertugas, Wujud Kecintaan Terhadap Sumbar
Kapolda Sumbar, Irjen. Pol. Drs. Toni Harmanto Tuanku Rajo Sinaro Basa, MH beserta Istri, Ketua Bhayangkari Daerah Sumbar, Ny. Yesika Toni Harmanto Rangkayo Siti Aminah.

Prosesi malewakan gelar adat sangsako oleh Ninik Mamak Nan Salapan Puluah Nagari Paninjauan kepada Kapolda Su­ma­tera Barat (Sumbar), Irjen. Pol. Drs. Toni Harmanto MH dan Ketua Bhayang­kari Daerah Sumbar, Ny. Yesika Toni Harmanto, Senin (28/6) di Gedung Balai Adat Nagari Panin­jauan Ke­camatan X Koto, Kabu­paten Tanah Datar, ber­jalan sukses dan lan­car.

Prosesi malewakan adat dilaksanakan dengan protokol kesehatan (Pro­kes) Covid-19 yang cukup ke­tat. Di mana, acara yang dilaksanakan di Ge­dung Balai Adat Nagari Panin­jauan tersebut, tamu undangan yang masuk dibatasi jumlahnya se­tengah dari kapasitas ge­dung. Di mana, hanya yang berpakaian adat saja yang boleh masuk.

Selain itu, setiap tem­pat duduk yang hadir juga diatur jaraknya satu sama lain. Saat masuk gedung, seluruh un­da­ngan wajib mencuci ta­ngan, memakai masker dan mengukur suhu tubuh.

Hadir pada kesem­pa­tan tersebut, Gubernur Sum­bar, Mahyeldi An­sha­rullah, Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran, Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian, Ketua DPRD Tanah Datar H. Rony Mulyadi Dt. Bung­su, Forkopimda, tokoh ma­­sya­rakat Paninjauan H. Arnis Saleh dan tokoh adat dan masyarakat.

Gelar adat sang­­sako meru­pakan gelar peng­­hormatan dan peng­har­g­a­an atas se­se­orang yang ber­jasa, berprestasi yang meng­ha­rumkan Minang­kabau, agama Is­lam, bangsa dan negara se­rta bermanfaat bagi warga Minang­kabau.

Proses ma­le­wakan gelar sang­­sako adat di­­laksanakan oleh Ketua Kera­pa­tan Adat Na­gari (KAN) Panin­jauan, Gustiar Djamal Dt. Si­naro Panjang. Ge­lar sangsako yang diberikan kepada Kapolda Sumbar, yakni, Irjen. Pol. Drs. Toni Har­manto Tuanku Rajo Sinaro Basa, MH.

Ketua KAN Panin­jau­an, Gustiar Djamal Dt. Si­naro Panjang menga­ta­kan, makna dari gelar ter­sebut, yakni, Tuanku, me­rupakan panggilan kehor­matan bagi orang yang dihormati di Minang­ka­bau. Rajo artinya, pengua­sa yang punya rakyat yang disegani, Sinaro, artinya bersinar atau ber­cahaya cemerlang, Basa, artinya, besar dan luas. Baik daris egi ilmu, penga­la­man dan wawa­san.

Sedangkan gelar sang­sako yang diberikan ke­pada Ketua Bhayangkari Daerah Sumbar, berupa Ny. Yesika Toni Harmanto Rangkayo Siti Aminah. Maknanya, Rangkayo, se­ba­gai orang yang berada dan terpandang, Siti, arti­nya panggilan kehorma­tan untuk perempuan di Minangkabau dan Aminah artinya, merupakan nama ibu dari Rasullullah Mu­ham­mad, SAW, yang di­per­caya memegang ama­nah.

Penganugerahan ge­lar sangsako itu diserang­kai­kan pula dengan bata­gak  gala yang dihelat KAN Paninjauan untuk H. Dasrial Syamsuar Dt. Sai­di Dirajo, Arya Kurniawan Dr. Marajo, Zulfahmi  Dt. Rajo Putiah, Sudarman Dt. Malano Basa Nan Sati, dan Muhammad Fadli  Dt. Pa­ngu­lu Basa.

Gubernur Sumbar, Mah­­yeldi Dt. Marajo me­nga­takan, pemberian ge­lar sangsako kepada Ka­polda Sumbar, Irjen. Pol. Drs. Toni Harmanto MH, karena be­liau dipandang mampu, memiliki kinerja yang baik dalam mem­berikan pela­yanan kepada masyarakat. “Kapolda, Toni juga telah menjaga ke­amanan, ke­ten­tra­man, dan ketertiban masyara­kat de­ngan baik,” sebut Mah­yeldi.

Di sisi lain, Kapolda Sumbar, Irjen. Pol. Drs. Toni Harmanto MH meng­ucapkan terima kasih, karena telah diberi keper­ca­yaan untuk menyan­dang gelar sangsako adat itu. Hal ini merupakan wujud dari amanah yang diberikan kepada dirinya beserta istri.

‘’Ini bentuk keperca­yaan yang diberikan kepa­da kami. Semoga  ama­nah ini dapat kami jalankan. Bisa menjadi niniak ma­mak yang  bersikap adil, sehingga dapat pula mele­takkan hukum pada tem­patnya,’’ ujar Toni.

Toni mengungkapkan ketika dirinya bertanya kepada Ninik Mamak Pa­nin­jauan terkait alasan pem­berian gelar itu, ninik ma­mak memandang ke­ber­hasilannya dalam men­­­jaga kamtibmas dan syiar aga­ma, sehingga mampu  men­jadi teladan bagi ang­gota dan masya­rakat.

‘’Sebagai manusia bia­sa, tentu saya harus bisa menjaga perasaan dan hati pengagas pemberian gelar ini. Apa yang telah saya lakukan, itu merupa­kan bagian dari usaha saya dalam melaksanakan tugas dengan sebaik-baik­nya di  Sumbar. Saya tulus dan ikhlas dalam bertu­gas, sebagai wujud kecin­taan saya terhadap Sum­bar,’’ sebutnya.

Dengan telah dianu­ge­rahi gelar sangsako adat itu, Toni berharap, dirinya  bisa menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya, menjadi pe­mim­pin yang  selalu menyi­nari, menun­tun siapapun ke jalan yang benar, me­raih limpahan rezeki dari Allah SWT, lim­pahan ke­se­jahteraan dan ke­ba­hagiaan dari du­nia sam­pai ke akhirat ke­lak.

‘’Begitu pula terhadap istri saya yang diberi gelar Rangkayo Siti Aminah. Itu artinya selalu memiliki sifat-sifat kemuliaan, ke­santunan layaknya ibunda Nabi Muhammad SAW yang dapat memberi man­faat bagi masyarakat, bang­sa, dan negara,’’ ujar­nya.

Dalam kesempatan itu Toni juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk mentaati protokol kese­hatan dalam rangka meng­­antisipasi penye­ba­ran Covid-19. Apalagi be­la­kangan, kasus positif Co­vid-19 kembali mening­kat di Indonesia, termasuk Sum­bar dan ini sangat mem­butuhkan kesadaran se­mua pihak.(**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional