Menu

Proses Penyelidikan Laporan Dodi Hendra, Polda Sumbar sudah Minta Klarifikasi Epyardi Asda

  Dibaca : 128 kali
Proses Penyelidikan Laporan Dodi Hendra, Polda Sumbar sudah Minta Klarifikasi Epyardi Asda
Epyardi Asda Bupati Solok.

PADANG, METRO–Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus ) Polda Sumbar sudah meminta klarifikasi Bupati Solok Epyardi Asda terkait laporan Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra atas dugaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran nama baik.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto mengatakan, saat ini proses per­ka­ra itu masih dalam tahap penyelidikan setelah pro­ses mediasi gagal lantaran pihak terlapor yaitu Epyar­di Asda tidak datang. Se­mentara, dalam proses penyelidikan, penyidik juga sudah  memintai ketera­ngan dari Bupati Solok dengan status saksi.

Kombes Pol Satake Bayu Setianto
Kabid Humas Polda Sumbar.

“Masih dalam proses lidik, kita sudah mintai klarifikasi saksi-saksi ter­masuk Bupati Solok. Selan­jutnya kita akan minta kete­rangan dari saksi-saksi ahli. Bupati Solok diminta klarifikasi sebelum jadwal mediasi kemarin itu,” ung­kap Kombes Pol Satake Bayu, Senin (13/9) tanpa me­nyebut secara rinci wak­tu pemeriksaan.

Dijelaskan Kombes Pol Satake Bayu, pemeriksaan terhadap saksi-saksi ter­masuk saksi ahli dalam proses penyelidikan bertu­juan untuk memastikan ada atau tidaknya tindak pidana sesuai dengan laporan Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra.

“Ini masih berproses. Penyidik bakal meminta keterangan saksi ahli. Ka­lau ada fakta hukum ada­nya tindak pidana, maka perkara ini akan ditingkat­kan ke proses penyidikan. Tetapi, jika tidak ditemukan adanya tindak pidana, ma­ka penyelidikan bakal di­hentikan,” ungkapnya.

Kombes Pol Satake Ba­yu menuturkan, sejauh ini sudah ada beberapa orang sa­ksi yang dipanggil, se­perti beberapa orang dari pihak pelapor, admin dari Grup WhatsApp (WAG) Tukang Ota Paten Top 100 dan juga terlapor.  “Penyi­dik saat ini masih terus bekerja untuk memproses laporan tersebut,” kata Kombes Pol Satake Bayu.

Seperti diketahui, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra melaporkan Bupati Solok Epyardi Asda ke Direktorat Kriminal Khu­sus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar terkait dugaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran nama baik pada Jumat sore (9/7).

Dodi Hendra melapor lantaran merasa tidak teri­ma atas postingan Epyardi Asda  di salah satu grup WhatsApp (WA). Namun, belum diketahui isi lengkap postingan yang disebarkan di grup WA tersebut.

“Yang bersangkutan menyebarkan sebuah pos­ti­ngan di grup WA Tukang Ota Paten Top 100 yang isinya menyinggung nama saya pribadi dan orang lain,” kata kata Dodi Hen­dra saat dijumpai di Ma­polda Sumbar.

Terkait pelaporan yang dilakukan dirinya ke Polda Sumbar terhadap Bupati Solok, Dodi Hendra meng­ungkapkan, yang dilapor­kannya khusus menyang­kut nama pribadinya

“Postingan itu disebar hari jumat tanggal 2 Juli 2021 dan saya baru tahu setelah dua hari postingan itu disebar karena banyak yang nelpon ke saya,” ung­kap Dodi Hendra.

Ditambahkan Dodi Hen­­dra, atas postingan itu, ke­lu­arganya menjadi down dan mentalnya menjadi tidak bagus. Namun, tekait bentuk pencemaran nama baik, Dodi Hendra belum bisa men­jelaskannya secara rinci.

“Untuk lebih spesifik­nya sama pengacara saya saja. Yang penting saya ingin menyampaikan, saya sela­lu dizalimi, banyak hal, saya juga dikriminalisasi, berma­cam-macam cara dia. Hari inilah saatnya saya bicara,” ungkap Dodi. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional