Menu

Proses Pemilihan Cawawako Padang, PKS Belum Bisa Bertemu Hendri Septa, Asrinaldi: Mungkin Wako Merasa Nyaman Sendiri

  Dibaca : 105 kali
Proses Pemilihan Cawawako Padang, PKS Belum Bisa Bertemu Hendri Septa, Asrinaldi: Mungkin Wako Merasa Nyaman Sendiri
Asrinaldi

ADINEGORO, METRO–Sejak 7 April 2021, Kota Padang belum juga memiliki Wakil Wali Kota. Sampai sekarang, proses pemilihannya belum juga ada titik temu. Wali Kota Padang Hendri Septa pun mulai terlihat kikuk bekerja sendiri di tengah pandemi Covid-19 yang masih be­lum terkendali.

Wakil Ketua DPW PAN Sumbar Asnawi Bahar da­lam Dialog Detak Sumbar, Padang TV, Senin (2/7) menyebutkan, PAN sebe­nar­nya sudah me­nyam­paikan nama Cawawako ke DPP PAN di Jakarta. Ada dua nama yang disam­paikan, dan masih dalam pro­ses.

“Artinya, kita me­nung­gu keputusan DPP, siapa yang akan jadi calon utama. Dua orang itu, Ekos Albar (pengurus DPP PAN) dan Amril Amin (Wakil Ketua DPRD Padang). Kita menunggu saja, se­men­tara lobi-lobi dilaku­kan,” katanya.

Katanya, DPD PAN juga akan melakukan dialog de­ngan Wako Padang yang akan “memakai” pa­sa­ngan­nya. Sekarang ting­gal di Hendri Septa, akan me­mutuskan juga. “Ka­rena dia juga punya opsi untuk memilih siapa yang terbaik bagi dia untuk jadi Wawako. Pak Hendri masih bisa me­ngu­sulkan nama lain selain yang dua itu,” katanya.

Sehingga DPW PAN, katanya, akan akomodatif saja. “Namun kalau Hendri Septa mengusulkan nama lain, harus langsung ke DPP. Sepanjang menurut­nya bisa bekerja sama dengan baik. Kuncinya ada di Hendri Septa. Kita ingin semua cepat selesai, baik wakilnya dari PAN atau PKS,” katanya.

Sementara pengamat politik Unand Dr Asrinaldi menyebut, persoalan ke­ter­lambatan ini semua ber­gantung ke Wali Kota Pa­dang. Apalagi semua su­dah diatur dalam Undang Udang 23 tahun 2014 ten­tang Pemda. Secara ad­mi­nistrasi memang Wako terlibat dalam pengusulan.

“Tapi secara politik, mungkin Wako merasa nya­­man sendiri dan posisi Wa­­wako ini belum pen­ting,” katanya.

Dia menilai, Hendri Sep­­­ta saat ini merasa tidak bu­tuh bantuan. Pertim­ba­ngan ini terlihat dari sikap­nya, walaupun di PAN par­tainya sendiri juga su­dah menyiapkan calon dua orang. PKS juga menyiap­kan. “Saya meyakini dua partai ini belum duduk ke­se­pa­ka­tan. Bisa saja, PAN usung satu PKS usung satu dan diserahkan ke DPRD. Per­te­muan lain, Wa­ko de­ngan Ge­rindra ju­ga menjadi pe­nentu,” kata­nya.

Sementara Ahli Hukum Tata Negara, Suharizal mengatakan, soal pengi­sian Wawako Padang sebe­nar­nya tidak banyak atu­ran­nya. Kalau dalam UU Pemda ada satu pasal yang menyatakan, apabila terjadi kekosongan Wa­wako, partai pengusung harus mengusulkan calon melalui Wali Kota. Patut dicontoh, bagaimana Wakil Bupati Bekasi, yang Bupati­nya bermasalah hukum. Terjadi kekosongan seta­hun, dan jadi konflik.

“Ada kesan konflik dipe­lihara oleh kepala daerah. Dalam sejarahnya, yang waktunya sudah, tapi be­lum ditetapkan. Bahkan, kata melalui tadi, sempat dimintakan fatwa ke Mah­kamah Agung (MA). MA mengatakan, proses me­lalui itu hanyalah admi­nis­trasi,” katanya.

Menurut Suharizal, ja­ba­tan Wawako adalah pen­ting. “Belajar dari sejarah kisruh daerah lain, me­mang king makernya Wali Kota. Dalam proses, Wako hanya tempat lalu. Bahkan di Kabupaten Bekasi, me­reka “lompati” Bupati dan langsung ke DPRD. Itu yang kisruh hari ini sampai ke PTUN,” katanya.

Sementara, Sekretaris Majelis Pertimbangan DPD PKS Padang Gufron me­nye­but, PKS sudah me­nyiap­kan nama Mulyadi Mus­lim dan Muharlion. “Kita terus melakukan ra­pat rutin pascaterpilihnya Mahyeldi. Kita akan terus melanjutkan kepemim­pi­nan Mahyeldi. Bahkan kita sudah ingin bertemu de­ngan Ketua DPD PAN yang juga Wako Padang Hendri Septa, belum bisa ber­temu,” katanya.

Kuncinya, katanya, yang belum bertemu itu Wali Kota Padang. Semoga setelah ini bisa bertemu dan di situlah kunci itu terbuka. “Kunci yang be­lum ditemukan itu adalah, kita ingin bertemu. Kira-kira masalahnya apa. Semen­tara dari DPP PAN silahkan bertemu dengan DPD PAN Padang. Sementara me­reka belum membuka ruang. Mau dikemanakan pertemuan ini belum je­las,” katanya.

Saat disinggung kenapa lamban? Gufron menye­but, yang jelas PKS sudah me­nyiapkan. Ingin bergan­deng tangan membangun Pa­dang ke depan. “Entah apa masalahnya lagi. Se­olah-olah kalau ada wakil, pera­saan akan tersaingi. Pa­dahal, bisa bekerja sama lebih baik. Kami melihat ada unsur politik,” kata­nya. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional