Close

Proses Laporan Dodi Hendra, Polda Sumbar Panggil Bupati Solok Epyardi Asda

Bupati Solok Epyardi Asda

PADANG, METRO-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sum­bar melakukan pemanggilan terhadap Bupati Solok, Epyardi Asda, terkait laporan Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra atas atas dugaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran na­ma baik.

Berdasarkan bocoran surat yang didapatkan media ini, selain Epyardi Asda, Polisi juga memanggil Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra. Pemanggilan itu dijadwalkan pada Selasa (7/9), untuk mediasi.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu memebanarkan adanya pemanggilan tersebut. Sesuai informasi dari Ditreskrimsus, memang pemanggilan pihak pelapor dan terlapor untuk melakukan mediasi.

“Benar. Penyidik memanggil Bupati Solok, Epyardi Asda pada Selasa (7/9) untuk mediasi dengan pelapor Ketua DPRD Solok, Dodi Hendra,” kata Kombes Pol Satake Bayu, Sabtu (4/9).

Menurut Kombes Pol Satake Bayu, pihaknya belum bisa memastikan terkait datang atau tidaknya Bupati Solok Epyardi Asda maupun Ketua DPRD Solok Dodi Hendra dalam mediasi tersebut.

“Yang jelas, penyidik sudah memberikan surat pemanggilan kepada pihak pelapor dan terlapor. Datang atau tidak, sejauh ini kita belum mendapatkan informasi lebih dari mereka,” ungkap Kombes Pol Satake Bayu.

Sebelumnya, Kombes Pol Satake Bayu menegaskan, Ditreskrimsus sejauh ini masih terus memproses laporan Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hen­dra terhadap Bupati Solok Epyardi Asda terkait dugaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran na­ma baik.

“Ddalam proses penyelidikan, penyidik su­dah memintai keterangan dari dua orang saksi ter­masuk pelapor dan saksi ahli. Selain itu, penyidik juga memintai keterangan dari admin WAG Tukang Ota Paten Top 100 dan juga saksi-sakai lainnyai,” ungkap Kombes Pol Satake Bayu, Jumat (13/8).

Seperti diketahui, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra melaporkan Bupati Solok Epyardi Asda ke Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar terkait dugaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran nama baik pada Jumat sore (9/7).

Dodi Hendra melapor lantaran merasa tidak terima atas postingan Epyardi Asda  di salah satu grup WhatsApp (WA). Namun, belum diketahui isi lengkap postingan yang disebarkan di grup WA tersebut.

“Yang bersangkutan menyebarkan sebuah postingan di grup WA Tukang Ota Paten Top 100 yang isinya menyinggung nama saya pribadi dan orang lain,” kata kata Dodi Hendra saat dijumpai di Mapolda Sumbar.

Terkait pelaporan yang dilakukan dirinya ke Polda Sumbar terhadap Bupati Solok, Dodi Hendra mengungkapkan, yang dilaporkannya khusus menyangkut nama pribadinya

“Postingan itu disebar hari jumat tanggal 2 Juli 2021 dan saya baru tahu setelah dua hari postingan itu disebar karena banyak yang nelpon ke saya,” ungkap Dodi Hendra.

Ditambahkan Dodi Hendra, atas postingan itu, keluarganya menjadi down dan mentalnya menjadi tidak bagus. Namun, tekait bentuk pencemaran nama baik, Dodi Hendra belum bisa menjelaskannya secara rinci.

“Untuk lebih spesifiknya sama pengacara saya saja. Yang penting saya ingin menyampaikan, saya selalu dizalimi, banyak hal, saya juga dikriminalisasi, bermacam-macam cara dia. Hari inilah saatnya saya bicara,” ungkap Dodi.

Sementara, Dr Suharizal selaku Kuasa Hukum Epyardi Asda mengatakan, kliennya bukan dipanggil, melainkan diundang oleh pihak Ditreskrimsus Polda Sumbar untuk mengikuti mediasi dengan pihak pelapor Dodi Hendra.

“Jadi bukan dipanggil, tapi diundang. Kita mengapresiasi Polda yang sudah menjadwalkan mempertemukan kedua belah pihak untuk mediasi. Dari pihak kita tentunya akan datang sesuai undangan tersebut,” ungkap Suharizal saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (4/9). (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top