Menu

Proses Belajar Tatap Muka di Sekolah Ditunda

  Dibaca : 328 kali
Proses Belajar Tatap Muka di Sekolah Ditunda
RAPAT PBM— Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias memimpin rapat menunda sistem proses belajar mengajar siswa di sekolah dengan bertatap muka.

BUKITTINGGI, METRO
Pemko Bukittinggi memutuskan menunda sistem belajar mengajar di sekolah bertatap muka dengan siswa. Hal ini dikarenakan situasi tanggap darurat diperpanjang dan Bukittinggi masih berada di zona kuning. Demikian hasil rapat evaluasi Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bukittinggi yang dipimpin Walikota Bukittinggi didampingi Wakil Walikota dan Forkopimda di Ruang Rapat Utama Balaikota Bukittinggi, Rabu (8/7).

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan, keputusan itu diambil setelah melakukan rapat lewat Video Conference (Vidcon) dengan Gubernur Sumbar. Dalam rapat itu Bukittinggi masih berada di zona kuning karena masih ada kasus positif sehingga tatap muka disekolah ditunda, menunggu kondisi aman dan berada di zona hijau.

“Sebenarnya Bukittinggi sudah berada di zona hijau beberapa waktu lalu, karena sempat lebih sebulan tidak ada kasus lagi. Pemko Bukittinggi pun sudah siap untuk memulai proses belajar mengajar secara bertahap dengan protokol Covid-19. Namun beberapa waktu lalu, timbul lagi kasus positif sehingga Bukittinggi turun menjadi kuning dan masih tanggap darurat. Untuk itu, kita tunda dulu,” jelas Ramlan.

Terkait pelaksanaan tatap muka bagi siswa disekolah itu, Bukittinggi akan menerapkan SKB 4 Mentri yang telah ada. Kemungkinan proses belajar mengajar akan memakai dua sistem, tatap maya dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Luring dengan cara penjemputan bahan kesekolah tiap minggu.

Pemko Bukittinggi terutama Dinas Pendidikan masih menyiapkan tata laksananya. Terkait kondisi kota Bukittinggi, Wako Ramlan tetap menegaskan masyarakat harus menerapkan protokol penanggulangan Covid-19 dengan ketat. Terlihat saat ini masyarakat mulai lalai menerapkan protokol penanggulangan Covid-19, seperti sudah kurang waspada dan tidak memakai masker saat keluar rumah. “Hal ini tentu saja mengkhawatirkan, mengingat arus kunjungan tamu ke kota Bukittinggi mulai membludak dan tidak mungkin kita cegah. Jika msyarakat tetap disiplin memakai masker dan rajin cuci tangan, maka insya Allah penularan Covid-19 dapat kita putus,” jelas Ramlan. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional