Menu

Progres Pembangunan RSUD Bukittinggi Capai 94 Persen, Ditargetkan Rampung 10 Desember

  Dibaca : 583 kali
Progres Pembangunan RSUD Bukittinggi Capai 94 Persen, Ditargetkan Rampung 10 Desember
drg Yandra Ferry

BUKITTINGGI, METRO
Pembangunan RSUD Kota Bukittinggi terus berjalan hingga target kontrak 10 Desember 2020. Dari penghitungan dua minggu lalu atau pertengahan November, progres RSUD Bukittinggi mencapai 94 persen.

Kadis Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, drg Yandra Ferry menjelaskan, pembangunan RSUD Bukittinggi menelan dana sebesar Rp 102 miliar lebih. Hingga pertengahan November progres mencapai 94 persen.

“Rapat dua minggu lalu, progres sudah mencapai 94 persen. Saat ini pelaksana sedang melaksanakan penambahan pekerjaan (adendum) kedua. Awalnya 18 Oktober ditarget selesai, namun karena ada penambahan pekerjaan (adendum) diberikan perpanjangan waktu hingga akhir 30 November 2020. Kita tambah anggarannya sekitar Rp 1,4 miliar, untuk rumah kubikal PLN, rumah pompa, penimbunan jalan dan dudukan alat operasi,” ujar Yandra.

Selanjutnya, sambung Yandra Ferry, setelah anggaran perubahan 2020 disetujui, ada adendum kedua dengan nilai sebesar Rp 200 juta. Dana itu digunakan untuk pembangunan gedung penyimpanan limbah medis. “Jika melihat pekerjaan kami optimis pelaksana dapat menyelesaikan tugasnya sesuai target 10 Desember itu,” ungkap Yandra.

Untuk peralatan medis sendiri, Yandra Ferry mengaku, semuanya telah berada di RSUD yang berlantai enam dan 100 tempat tidur itu. Pengadaan alat kesehatan itu menelan dana sebesar Rp 34 milyar yang memang berasal dari APBD murni Bukittinggi.

Diantaranya, alat penunjang operasi, tempat tidur, rontgen, kursi gigi dan alkes penunjang pada poli dan pelayanan lainnya.”Alatnya sudah ada, sudah berada di lokasi dan tinggal uji fungsi,” ujar Yandra.

Terkait, petugas kesehatan untuk RSUD Bukittinggi, Kadis Kesehatan ini menjelaskan, bahwa BKPSDM sedang lakukan rekruitmen sebanyak 100 orang dan jika sudah terpilih juga akan diberikan pelatihan. Sementara itu, tenaga kesehatan yang ada di dinas kesehatan, juga telah disiapkan dan sudah dilatih bekerjasama RSAM sebanyak 64 orang.

Saat ini, DKK tengah menjalin komunikasi dengan Kementrian Kesehatan untuk proses administrasi operasionalnya RSUD Bukittinggi nanti. Bahkan, dalam pembahasan anggaran, juga audah diajukan untuk tahun 2021 sebesar Rp 18 miliar lebih untuk operasional RSUD Bukittinggi. Dan juga sudah diestimasikan pendapatan dari RSUD sebesar Rp 25 miliar.

“Insyaa Allah kami optimis, untuk fisik bulan Desember semua selesai. Kapan akan diresmikan dan akan mulai dioperasionalkan itu tergantung pimpinan yang dalam hal ini, tentu Wali Kota Bukittinggi. Kan bisa saja ada soft lauching dulu tanda bangunan RSUD telah selesai dibangun. Tapi itu semua kita serahkan sepenuhnya nanti kepada pimpinan,” jelas Yandra.. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional