Menu

Program Penyediaan Perumahan pada 2021 di Sumbar, Kementerian PUPR Alokasikan Rp 122 Miliar

  Dibaca : 92 kali
Program Penyediaan Perumahan pada 2021 di Sumbar, Kementerian PUPR Alokasikan Rp 122 Miliar
Syamsul Bahri

PADANG, METRO
Tahun 2021 ini, Kementerian PUPR menyediakan alokasi anggaran sebesar Rp 122 miliar, untuk program dan kegiatan penyediaan perumahan di Provinsi Sumbar.

“Anggaran program dan kegiatan penyediaan perumahan tahun ini, turun dibandingkan tahun 2020. Di mana tahun lalu jumlahnya mencapai Rp 197 miliar. Penuruan alokasi ini karena anggaran kita terbatas akibat refocusing penanganan pandemi Covid-19,” ungkap Kepala Satuan Kerja Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Sumbar, Kementerian PUPR, Syamsul Bahri, kemarin.

Syamsul Bahri menambahkan, Program penyediaan perumahan tersebut meliputi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Sumbar. Untuk program dan kegiatan BSPS ini, pada tahun 2020 sebanyak 7.410 unit. Semuanya telah selesai dilaksanakan. Pada tahun 2020 melalui program dan kegiatan BSPS juga telah menyerap tenaga kerja.

“Program dan kegiatan ini telah merekrut tenaga Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan Koordinator Fasilitator (Korfas) sebanyak 256 orang. Mereka bekerja selama empat hingga enam bulan pada program dan kegiatan BSPS di 13 kabupaten dan kota di Sumbar,” ungkapnya.

Sementara, untuk tahun 2021 ini, awalnya alokasi BSPS bagi Pemprov Sumbar sebanyak 4.850 unit. Kemudian setelah Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) keluar, alokasinya itu turun menjadi 2.400 unit.

“Dengan pengurangan yang mencapai setengah dari jumlah tahun 2020 ini, maka tahun 2021 ini kita hanya butuh sekitar 42 tenaga TFL Korfas. Sehingga terjadi pengurangan tenaga TFL Korfas ini dibandingkan tahun lalu. Namun, kita optimis, bulan Mei atau Juni Provinsi Sumbar mudah-mudahan dapat tambahan alokasi anggaran,” harapnya.

Sementara, untuk program dan kegiatan rumah khusus (rusus) pada tahun 2021 ini, Provinsi Sumbar mendapat alokasi Rp4 miliar untuk pembangunan 40 unit rusus di Tiku Kabupaten Agam. “Saat ini prosesnya, surat perintah lelang (SPL) belum keluar.

Kalau surat ini sudah keluar maka kita langsung lakukan lelang,” ungkap Syamsul Bahri.

Syamsul Bahri juga menambahkan, tahun 2021 ini ada bantuan pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) rumah subsidi. Pembangunan PSU ini berupa pembangunan jalan rigit beton yang di perumahan subsidi yang dibangun developer.

Syarat untuk mendapatkan PSU ini maksimum hamparan yang dimiliki developer untuk 100 uni rumah subsidi. Selain itu, juga minimal developer sudah membangun 50 unit rumah subsidi dan sudah terjual. “Tahun ini kita dapat alokasi pembangunan PSU untuk 382 unit rumah subsidi di empat lokasi di empat kabupaten kota,” ujarnya.

Rumah Susun
Sementara untuk pembangunan rumah susun (rusun) pada tahun 2020 lalu Sumbar dapat alokasi pembangunan tiga rusun. Yakni, di Kampus Univeristas negeri Padang (UNP), Institue Tekhnologi Padang (ITP) dan Universitas Andalas (Unand). Namun, karena terjadinya pandemi Covid-19 yang berdampak refocusing anggaran, maka pembangunan rusun ini dilaksanakan multiyears.

Di mana tahun 2020 lalu, relaisasi pembangunannya mencapai 30 persen dan untuk menuntaskannya dilaksanakan tahun 2021. “Tahun 2021 ini, kita juga dapat limpahan dari Satker Strategis berupa satu paket pembangunan Rusun Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) yang berlokasi di Jalan Alai Parak Kopi. Tahun 2020 lalu dilelang,” terangnya.

Selain melanjutkan pembangunan tiga rusun dan limpahan satu rusun dari Satker Strategis, tahun 2021 juga ada pembangunan satu rusun di pondok pesantren yang berada di Bungus, Kota Padang. “Untuk pembangunan Ponpes di Bungus ini nilainya Rp 3 miliar,” ungkapnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional