Menu

Program Pengembangan Dearah, Pengesahan RTRW Penting

  Dibaca : 74 kali
Program Pengembangan Dearah, Pengesahan RTRW Penting
KPT Tarok City— Bupati Padangpariaman Ali Mukhni saat awal membuka Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City di Kayu Tanam.

PADANGPARIAMAN, METRO
Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni mengatakan pengesahan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) tahun 2020-2040 sangat penting dilakukan sebagai landasan hukum bagi program pengembangan Kabupaten Padangpariaman di masa mendatang.
Perda RTRW, kata Ali Mukhni, sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), acuan dalam pemanfaatan ruang, acuan lokasi investasi, pedoman tata ruang kawasan strategis dan acuan dalam administrasi pertanahan.

“Dalam 10 tahun terakhir, Pembangunan Padangpariaman melaju pesat.  Perda RTRW yang baru disyahkan disesuaikan perkembangan zaman sesuai dengan potensi wilayah dan tentunya tujuannya meningkatkan PAD,”  kata Ali Mukhni yang juga calon Wakil Gubernur Sumbar itu, kemarin.

Bupati dua periode tersebut berhasil membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru pasca gempa 2009 lalu yang memporakporandakan Sumbar. Kondisi geografis yang strategis yang berada di posisi silang Sumatera Barat menjadi Kabupaten Padangpariaman lebih maju dalam pertumbuhan ekonomi.

“Tahun 2019, Padangpariaman sebagai daerah pertumbuhan ekonomi tertinggi yatu 6,42%. Artinya kerja keras kita menggaet dana pusat sebanyak-banyaknya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan daerah. Sehingga muncul klaster-klaster pertumbuhan ekonomi yang baru,” ujar Alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu.

Dimulai dari Klaster Pengembangan Terminal II Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebagai sebagai pintu masuknya wisatawan dalam dan luar negeri yang datang ke Sumbar. Dampaknya akan tumbuh hotel atau penginapan, restoran, toko souvenir dan oleh-oleh di sekitar bandara.

Kemudian Klaster Politeknik Pelayaran, dimana dulunya hanya tanah terlantar namun disulap menjadi bangunan megah yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Sekarang banyak tumbuh minimarket, laundry, kontrakan dan sebagainya.

“Dulu nilai tanah hanya 30 ribu, sekarang 300 ribu saja tidak ada yang mau jual. Dulu banyak yang nganggur, kini dah jadi sekuriti atau petugas kebersihan” kata Alumni Lemhanas tahun 2012 itu.

Kemudian Klaster Asrama Haji, tahap awal dana yang dikucurkan sudah lebih 100 Milyar untuk satu. Bangunan yang berjarak 5 kilometer dari BIM akan melayani tiga propinsi yaitu Sumbar, Jambi dan Bengkulu. Diyakini operasional asrama haji akan menyerap tenaga kerja dan tentunya tumbuhnya sector UKMK untuk kebutuhan jamaah haji.

Klaster Stadion Utama di Lubuk ALung, kata Ali Mukhni, sudah dirasakan saat ini. Stadion sebagai lokasi pembukaan MTQ Nasional Tahun 2020 diproyeksikan tuntas bulan November nanti. Konektifitas akses jalan Duku-Sicincin sudah dibenahi. Pastinya sepanjang jalan tersebut akan tumbuh usaha baru seperti SPBU, Bengkel, Restoran, Penginapan dan lainnya.

Paling terbaru saat ini adalah Klaster Pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City. Luas lahan 697 hektar diperuntukan untuk Kampus, DIklat dan Rumah Sakit Vertikal. Pembukaan jalan selebar 75 meter dan panjang 3 km sudah dilakukan. “Insya Allah, berdoa kita kepada Allah SWT, Pertumbuhan ekonomi Sumbar ke depan itu ada di Padangpariaman,” kata Ali Mukhni optimis.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional