Menu

Program Inovatif yang Berhasil Melahirkan Prestasi

  Dibaca : 779 kali
Program Inovatif yang Berhasil Melahirkan Prestasi
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menerima penghargaan Green Leadership dan Nirwasita Tantra, dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Senin (21/12) di Manggala Wanabakti, Jakarta.

Pemprov Sumbar di bawah kepemimpinan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur, Nasrul Abit telah banyak melahirkan program-program inovatif, dalam melaksanakan pembangunan. Program inovatif lahir bertujuan memperbaiki tata kelola pemerintahan dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pemberdayaan peran serta masyarakat. Irwan Prayitno menyebutkan, pembangunan budaya berinovasi terus ditingkatkan. Bahkan setiap OPD di Pemprov Sumbar harus ada minimal 10 inovasi tiap tahunnya.

”Inovasi erat kaitannya dalam meningkatkan pelayanan serta, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengefisiensi kerja-kerja di pemerintahan. Beragam inovasi yang telah dikembangkan dan diterapkan akan terus berlanjut, guna mendapatkan pemerataan pelayanan dan kualitas pelayanan publik,” ungkap Irwan Prayitno.

Tahun 2020 ini, ada tujuh program inovatif yang dilahirkan oleh Pemprov Sumbar yang dinilai tim penilai Innovative Government Award (IGA) tahun 2020. Tujuh program inovatif tersebut, yakni, pertama, ADO (Apoteker Selalu Ado) yang diinisiator RSUD M. Natsir. ADO hadir memfasilitasi Apoteker melayani pasien dengan maksimal melalui media sosial. Sehingga memudahkan pasien memperoleh informasi obat langsung dari apoteker di mana saja dan kapan saja.

Kedua, program Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) yang diinisiator Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar. Program ini memposisikan masyarakat sekitar hutan sebagai aktor utama dalam pengelolaan hutan. Sehingga, memiliki peran strategis dalam memastikan terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Adanya PHBM, pemerintah terbantu dalam pelestarian hutan. Masyarakat pun bisa memanfaatkan hutan dengan menanam pohon durian, jengkol dan lainnya, untuk meningkatkan perekonomiannya, tanpa merusak hutan.

Ketiga, Absensi Online yang diinisiator Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumbar. Aplikasi ini digunakan oleh ASN dan Non ASN di lingkungan Pemprov Sumbar dengan menggunakan handphone. Sistem ini dirancang menggunakan teknologi geotagging dan foto selfie. Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, sangat berguna sekali, untuk mengurangi virus corona akibat terpaparnya dari sidik jari. Keempat, TUAN O (Toko Untuk Jualan Online) yang diinisiator Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumbar, memfasilitasi pelaku UMKM memasarkan produknya, dengan memanfaatkan marketplace atau pasar online. Dengan aplikasi bajojo.id sekarang ini banyak digunakan dalam penyesuaian diri di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Kelima, Samsat Malming, diinisiator Badan Keuangan Daerah Provinsi Sumbar, sebagai peluasan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB), dengan penambahan payment point, melalui penambahan waktu layanan di malam Minggu. Keenam, InLOVEST yang diinisiator Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Sumbar. Program ini hadir untuk mempermudah investor mengetahui keberadaan lokasi peluang investasi di Sumbar dengan menggunakan teknologi pada perangkat bergerak. Dikembangkan menggunakan android yang berintegrasi dengan Google Map. Ketujuh, Gelar Pangan Murah (GPM) keliling yang diinisiator Dinas Pangan Provinsi Sumbar, digunakan untuk menjual komoditas bahan pangan secara langsung ke lingkungan pemukiman masyarakat. Juga ada operasi pasar dan bazar pada event-event tertentu dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Dengan program inovatif yang dilaksanakan, berbuah prestasi yang membanggakan. Melalui Penganugerahan IGA tahun 2020 yang diselenggarakan Balitbang Kemendagri, Pemprov Sumbar meraih urutan pertama kategori provinsi sangat inovatif.

Mewakili Gubernur Sumbar, penghargaan diterima langsung oleh Kepala Balitbang Provinsi Sumbar, Reti Wafda, di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (18/12). Menariknya, di bawah kepemimpinan Irwan Prayitno, Pemprov Sumbar meraih hattrick penghargaan serupa, selama tiga tahun terakhir.

Raih Green Leadership dan Penghargaan Nirwasita Tantra
Pemprov Sumbar juga berhasil meraih penghargaan Green Leadership dan Nirwasita Tantra, dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc, Senin (21/12) di Manggala Wanabakti, Jakarta. Penghargaan diterima oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Supardi. Penghargaan Green Leadership (Penghargaan Nirwasita Tantra) pada massa pandemi Covid-19 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Hanya diberikan kepada tiga kepala daerah dan tiga Ketua DPRD secara factual (langsung tatap muka). Sedangan untuk kabupaten/kota diberikan melalui virtual.

Penghargaan Green Leadership (Penghargaan Nirwasita Tantra) satu-satunya penghargaan yang diberikan kepada pemerintah provinsi. Selebihnya, penghargaan diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota, kelompok masyarakat dan dunia usaha.

Perjalanan Anugerah Green Leadership, awalnya bukan penghargaan Green Leadership. Tapi namanya penghargaan penyusunan Dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), Nirwasita Tantara. Saat ini ditambah dengan Green Leadership. Perbedaan dengan penghargaan tahun sebelumnya. Di mana pada tahun-tahun awal, penilaian hanya didasarkan kepada kemampuan daerah menyampaikan kondisi data-data kualitas lingkungan. Penilaian terhadap kebijakan-kebijakan pengelolaan lingkungan, hanya berdasarkan buku data yang disampaikan.

Namun, sejak empat tahun terakhir ini, penilaian tidak hanya dilakukan kepada kemampuan menyampaikan data. Namun juga penguasaan pengetahuan dan komitmen pimpinan daerah (kepala daerah dan Ketua DPRD). Kepala daerah dan Ketua DPRD diminta untuk mempresentasikan kebijakan pengelolaan lingkungannya. Kemudian dilakukan penilaian/pengujian oleh Tim Panelis Independen dari Akademisi, LSM dan Wartawan Senior.

Pada 2019, dilakukan verifikasi lapangan oleh Tim Panelis dan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk melihat kesesuaiannya. Tahun 2020 ini pemberikan penghargaan berdasarkan hasil penilaian tahun 2019. Untuk tahun 2020 belum diberikan karena kondisi Covid-19 dan mekanisme penilaian tidak sama dengan tahun 2019. Pemprov Sumbar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, tidak pernah absen dan selalu menerima penghargaan Green Leadership dari pemerintah pusat. Bahkan selalu masuk tiga besar. Untuk penghargaan saat ini Pemprov Sumbar berhasil meraih peringkat satu.

Pemprov Sumbar dinilai cukup berhasil dari segi indikator yang dinilai. Pengelolaan lingkungan terakui dan sudah terukur dilihat dari data-data dan Indek Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Penghargaan untuk pemerintah kabupaten/kota, Sumbar juga merupakan provinsi yang sangat banyak menerima penghargaan Green Leadership dan Nirwasita Tantra. Pada Tahun 2020 ini ada enam pemerintah kabupaten/kota yang meraih penghargaan. Yaitu Kabupaten Dharmasraya, Pesisir Selatan, Kota Padang, Padangpanjang Payakumbuh dan Bukittinggi.(**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional