Close

Profesionalitas Seorang Guru

Arniwita, S.Pd. M.Si.

Arniwita, S.Pd. M.Si, Kepala Sekolah SMAN 10 Sijunjung

Setiap profesi memiliki kekhasan masing-masing. Agar bisa mencapai profesionalitas maka seorang guru harus memahami karakteristik pekerjaan yang ditekuninya. Mulai dari memahami tugas dan fungsi seorang guru, lingkungan kerja sampai kegiatan pengembangan keprofesionalan berkelanjutan. Selain itu juga diperlukan karakter unggul untuk menghadapi berbagai situasi dan tantangan dalam lingkungan kerja.

Untuk menjadi guru yang profesional maka dapat dilakukan berbagai macam upaya. Pertama,  mengikuti pelatihan un­tuk meningkatkan kom­petensi guru sesuai kebu­tu­han masing-masing. Pelatihan bertujuan un­tuk mempermudah pro­ses pelaksanaan pembe­lajaran dan tugas tam­bahan lainnya. Melalui pelatihan guru mem­pe­roleh pengetahuan, ket­e­rampilan, dan perilaku yang dapat diterapkan dalam melaksanakan tugas sebagai guru. Pelatihan diberikan sesuai dengan kebutuhan, metode, dan waktu yang tepat. Pelatihan sangat berguna diberikan kepada guru yang memiliki potensi tinggi, namun pengetahuan dan kete­ram­pilannya masih kurang.

Kedua, meningkatkan motivasi kerja guru. Semua individu memiliki bakat masing-masing, begitu juga dengan guru yang memiliki kemampuan yang bervariasi. Pada kenyataannya banyak guru yang berkualitas, namun motivasi kerjanya rendah. Motivasi kerja diperlukan agar guru dapat bekerja sesuai dengan standar atau melebihi standar kinerja.

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk membangun motivasi kerja guru. Di antaranya penetapan standar kinerja dan audit kinerja. Standar kinerja merupakan tingkat minimum kerja dalam menyelesaikan tugas sebagai guru. Penentuan standar kinerja dibuat berdasarkan data yang akurat, logika, melibatkan guru, dan dinyatakan dalam bentuk kuantitatif.

Audit kerja dilaksanakan untuk memantau tingkat pencapaian kerja setiap guru. Hasil audit kerja digunakan untuk memberikan umpan balik dan motivasi kepada guru-guru. Audit kinerja dilakukan secara objektif dan melibatkan guru jika me­mung­kinkan. Umpan balik dilakukan untuk memberitahukan perkembangan pekerjaan guru dari waktu ke waktu. Umpan balik diberikan secara langsung dan terus-menerus.

Berdasarkan hasil audit kinerja dapat dilakukan motivasi kerja. Pimpinan harus mengenal dan memahami kebutuhan  guru dalam konteks fisik maupun psikis sebelum dilakukan motivasi kerja. Dengan adanya program pelatihan dan motivasi kerja guru maka akan terbentuk profesionalitas guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top