Menu

Prof. Isril Berd (Ketua Forum Kota Padang), “Sudah Jungkir Balik Beri Masukan, tapi Tak Dilakukan”

  Dibaca : 83 kali
Prof. Isril Berd (Ketua Forum Kota Padang), “Sudah Jungkir Balik Beri Masukan, tapi Tak Dilakukan”
Prof. Isril Berd (Ketua Forum Kota Padang)

PENGAMAT Lingkungan Univeristas Andalas (Unand) yang juga Ketua Forum DAS Kota Padang, Prof Isril Berd mengungkan kepriha­tinan­nya terhadap musibah banjir besar yang terjadi di Kota Padang, khususnya di ka­wasan Bypass.

Menurutnya, banjir sebe­sar itu tak perlu terjadi jika berbagai usulan pengen­da­lian banjir yang selama ini diberikan pada Pemerintah Kota Padang direalisasikan dengan baik dan cepat.

“Kita sudah jungkir ba­lik mencairkan solusi, tapi tak dilakukan. Ya beginilah jadinya,” ungkap Isril Berd.

Ia menjelaskan, banjir yang terjadi Rabu malam hingga Kamis dini hari me­mang banyak faktor pe­nye­bab­nya. Yakni, inten­sitas hujan sangat tinggi dan tidak mampunya salu­ran drai­nase untuk menga­lirkan air dengan cepat ke laut. Se­hingga air meng­genang.

Saat ini, rata-rata uku­ran drainase di Kota Pa­dang hanya dirancang un­tuk mengalirkan air ber­ka­pa­sitas 60 mm selama du­rasi. Namun pada kenya­taan­nya, intensitas hujan di Padang itu sangat tinggi. Bahkan ada yang sampai 100 mm selama durasi.

Artinya, kapasitas air hujan jauh lebih besar dari kapasitas saluran drainase yang ada. Sehingganya air hujan melimpah dan keluar drainase dan menggenang dimana-mana.

Apalagi di kawasan By Pass. Yang mana kawasan By Pass bisa diibaratkan seperti pematang besar yang membelah Kota Pa­dang. Air dari Bukit Barisan terhambat di By Pass. Air bertumpu di sana.

Sementara di sisi lain, saluran atau gorong-go­rong yang mengalirkan air menembus bypass menuju laut sangat terbatas dan kecil. Sehingga air tertahan di timur. Hanya bisa me­nga­lir perlahan ke arah ba­rat.

“Kita sudah bilang sejak dulu, buat drainase agar besar. Karena kecende­rungan intensitas hujan di Padang sangat besar. Tapi tetap juga dibikin kecil,” ungkap Isril lagi.

Tak hanya itu, pihaknya melalui Forum DAS juga te­lah mengusulkan kepada pe­­merintah Kota Padang agar sesegera mungkin mem­buat embung-em­bung.­ Jika dari Bungus hing­ga Lu­buk Buaya setidaknya mem­­bu­tuhkan 24 titik.  Tapi hing­ga kini, belum terea­li­sasi ju­ga. Mungkin baru 1 atau 2 saja.

Dikatakannya, fungsi em­bung bisa menampung ke­lebihan air di saat in­ten­sitas hujan tinggi, se­hingga tak merendam Kota Pa­dang. Selain itu, embung ju­ga bisa untuk sarana iri­gasi pertanian, objek wi­sata ser­ta fungsi-fungsi lain­nya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional