Menu

Produk Roti Rumahan, Peluang Usaha di Masa Pandemi Covid-19

  Dibaca : 492 kali
Produk Roti Rumahan, Peluang Usaha di Masa Pandemi Covid-19
Vitania Yulia memperlihatkan produk roti rumahannya.

PADANG, METRO
Pandemi Covid-19 berdampak pada hampir semua lini usaha, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menyikapi situasi ini, banyak ide usaha yang bermunculan demi mengatasi masa sulit ini.

Hal ini terlihat dengan menjamurnya berbagai bisnis rumahan, seperti bisnis masker yang dimodifikasi sesuai dengan keinginan pembeli, begitu juga dengan bisnis tanaman hias yang harganya terus meroket.

“Di samping itu peluang yang lebih menjanjikan yaitu bisnis makanan mulai dari makanan ringan hingga makanan berat yang sangat cocok menemani kegiatan work from home yang dilakukan oleh banyak orang saat ini,” kata tim pengabdian masyarakat Universitas Andalas yang terdiri atas Aronal Arief Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D, Elfi Rahmi, SPt., MP, dan Vitania Yulia, S.Sos, MA.

Hanya saja, kata Vitania Yulia, bisnis makanan yang bertahan di masa sulit ini tentunya harus mampu menciptakan variasi produk dan berinovasi seperti melakukan penjualan via online, memanfaatkan fasilitas e-commerce, dan sistem delivery.

“Bisnis bakery menjadi salah satu usaha yang terus mengembangkan sayapnya, terbukti dengan maraknya usaha kue dan bakery di Kota Padang saat ini. Bagi bisnis pemula tentunya perlu dipelajari upaya-upaya untuk menembus pangsa pasar agar mampu bersaing dengan usaha bakery yang sudah mapan. Dala hál ini pengembangan produk harus dilakukan dengan menciptakan ciri khas produk yang dapat menarik pelanggan,” katanya.

Sebagai contoh, sebut Vita, jenis roti bisa divariasikan dari bahan dasarnya, misalnya roti gandum saat ini semakin diminati karena kadar seratnya yang lebih tinggi dan ramah bagi penderita penyakit tertentu. Selain itu mulai bermunculan olahan roti dengan isi yang bervariasi, tidak lagi sebatas roti isi coklat, roti selai, kelapa parut, ataupun keju.

Aronal mengatakan, penambahan protein dalam roti seperti roti isi daging menjadi salah satu ide yang wajib diperhitungkan. Sebagai salah satu jenis makanan popular yang dikonsumsi, roti-roti yang dijual di pasaran saat ini umumnya memiliki kandungan protein yang rendah.

“Sementara itu kebiasaan memakan roti sudah menjadi tradisi di masyarakat kota sebagai salah satu menu sarapan bahkan pengganti makanan berat. Oleh karena itu kebutuhan nutrisi baik dari karbohidrat dan protein tentunya harus dapat diperhitungkan dalam mengkonsumsi roti,” katanya.

Saat ini, sebut Aronal, produk roti isi daging mulai banyak dijual yaitu roti dengan mengkombinasikan bahan-bahan olahan daging seperti roti dengan abon, roti dengan daging suwir, pizza isi sosis, hotdog, burger, dan lain sebagainya.

Elfi Rahmi menyebutkan, kombinasi roti bakery dan produk hasil ternak ini diharapkan menjadi solusi untuk menghadirkan makanan yang sehat dan bergizi bagi masyarakat. Sayangnya saat ini produk roti dengan olahan daging seperti burger dan pizza masih didominasi oleh pengusaha franchise. Tentunya peluang ini dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk merebut pasar masyarakat menengah kebawah.

“Sekaligus usaha ini membantu pemerintah juga dalam mengatasi masalah stunting atau kekurangan gizi pada masyarakat bawah yang grafik penderitanya terus meningkat. Dengan kepadatan penduduk mencapai lebih dari 900 ribu orang, Kota Padang merupakan pasar yang baik untuk pemasaran beragam produk bakery yang komponen tambahanya merupakan formulasi bahan yang berbasis hasil ternak,” kata Elfi.

Meskipun usaha bakery cukup marak di Kota Padang, tapi bagi UMKM yang baru merintis usaha ini masih mengalami kesulitan dalam menembus pasar. Pembeli pada umumnya terbatas pada ruang lingkup yang masih kecil dengan metode promosi dari mulut ke mulut.

Maka dari itu diperlukan beberapa strategi promosi yang tepat untuk memasarkan produk agar dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Produk bakery yang berasal dari olahan ternak sebenarnya dapat meyasar target pasar tidak hanya kalangan menengah ke atas tapi juga masyarakat bawah. Selama ini konsumen bakery dari olahan hasil ternak masih terfokus pada masyarakat dengan pendapatan tinggi, karena kalangan inilah yang lebih mengutamakan kandungan protein dan kualitas intrinsik dari sutau produk.

“Sedangkan masyarakat bawah lebih memilih jenis makanan dengan pertimbangan harga. Untuk itu perlu adanya promosi dan sosialisasi tentang produk roti degan olahan daging ternak yang dijadkan sebagia acuan makanan sehat dan bergizi pada semua kalangan masyarakat,” kata Elfi.

Hal ini dapat dimulai dengan melakukan kerjasama dengan pihak sekolah mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga SLTA dengan memperkenalkan jenis-jenis makanan sehat dan bergizi. Pada umumnya pelajar menyukai produk roti karena mudah dibawa, praktis dan lebih tahan lama jika harus dijadikan bekal untuk bepergian.

“Untuk mendapatkan olahan daging ternak yang lebih murah dan berkualitas juga dapat dilakukan kerjasama dengan usaha peternakan yang ada,” sebutnya.

Tim mengatakan, terakhir dan yang paling penting dilakukan dalam upaya promosi adalah adanya platform digital marketing dan e-commerce. Adapun platform digital yang dapat diberdayakan berupa aplikasi WhatsApp, Instagram, Line, Facebook, dan Youtube serta website yang berguna untuk memasarkan produk untuk pangsa pasar yang lebih luas.

“Selain itu, pembuatan akun official pada instagram, twitter, dan facebook membantu pelanggan untuk mengenal lebih jauh berbagi jenis produk baru yang dikembangkan. Tentunya kegiatan prmosi yang dilakukan akan lebih efektif. mengingat di masa pandemi aktivitas banyak dilakukan di dalam rumah sehingga penggunaan media sosial pun meningkat tajam,” kata mereka.

Metode promosi yang dilakukan dengan menggunakan platform digital dan tidak lagi ditompangkan di akun pribadi diharapkan mampu dikelola secara lebih professional dan terarah. Konten yang disajikan dalam akun official harus dikemas dalam pesan yang menarik, terdiri dari caption, foto dan video yang menjelaskan secara detail tentang produk yang dijual.

Selain itu, fokus kepada pembuatan logo, desain kemasan, jingle, serta iklan berbayar/endorse di media sosial juga menjadi solusi untuk meningkatkan popularitas dari usaha yang sedang dirintis. Memanfaat e-commerce seperti aplikasi gofood, Tokopedia ataupun shopee juga membantu meningkatkan penjualan dan memperluas area pemasaran.

Melalui usaha-usaha dan strategi yang telah dijelaskan di atas diharapkan para pelaku bisnis bakery rumahan mampu bersaing dengan para pengusaha roti yang sudah ternama dan juga tidak kalah dengan pebisnis roti franchise yang sudah mapan.

“Intinya , fokus pada kemampuan diri dalam membaca peluang usaha dengan  menciptakan produk-produk yang bervariasi dan  berinovasi serta memanfaatkan platform digital marketing dan e-commerce untuk menunjang pemasaran dan promosi,” kata mereka. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional