Menu

Prilaku BABS Hilang di Pariaman, Payakumbuh Hadirkan Sanitasi Sehat

  Dibaca : 543 kali
Prilaku BABS Hilang di Pariaman, Payakumbuh Hadirkan Sanitasi Sehat
Deki Asar, Kabid Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman dan Triana Sari, Kasi Penyehatan Lingkungan PRKLH memperlihatkan contoh IPAL Komunal.

PADANG, METRO -Sanitasi bersih dan layak serta hari dihilangkannya Perilaku BABS ( Buang Air Sembarangan) menjadi target prioritas Pemerintah Kota Pariaman. Usaha untuk meningkatkan akses jamban sehat pada para penduduk telah dilakukan semaksimal mungikin

Kabid Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Deki Asar mengatakan, Deki Asar, Beragam inovasi sudah dan akan dilakukan.

“ Untuk melayani 860.000 penduduk Kota Pariaman agar mendapatkan akses jamban sehat dan aman, tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jika dapat dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ataupun bantuan dari pihak ketiga lainnya seperti Islamic Development Bank (IDB),prioritas pertama diperuntukkan bagi masyarakat miskin.,” katanya kepada awak media jurnalis trip yang diwadahi oleh LP2M (Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat) dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat (27/11) di ruang kerjanya.

Dijelaskan Deki, 1.800 KK sudah memiliki septik tank. Pihaknya juga membangun 12 titik IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) komunal, sebagai sarana untuk mengolah limbah cair (limbah dari WC, dari air cuci/kamar mandi). Komponen IPAL Komunal terdiri dari unit pengolah limbah, jaringan perpipa (bak kontrol & lubang perawatan) dan sambungan rumah tangga.

“Untuk ketahui, hingga saat ini IPAL komunal sudah berhasil melayani 600 KK. pada 2019 kami rencanakan membangun lagi di 7 (tujuh) lokasi dengan 5 (lima) titik, di mana satu titik bisa menampung 5 (lima) KK,” jelasnya.

Pernyataan yang serupa dituturkan Triana Sari, Kasi Penyehatan Lingkungan Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman mengatakan, totak KK yang sudah memiliki sanitasi layak di 2018 sebanyak 325. Untuk IPAL 2018 sebanyak 150 KK, septik tank yang berhasil dibangun 2018 sebanyak 125 KK.

Menurutnya, untuk 2020, pihaknya sudah mendapat model IPAL Komunal yang ramah lingkungan dan bisa dibuat oleh masyarakat. Pihaknya telah melihat sendiri pada studi banding di Pulau Jawa, di mana air dari IPAL Komunal layak bahkan bisa dipakai untuk cuci muka.

Dijelaskan, bahwa rancangan IPAL Komunal yang aman dan sehat tersebut sesuai standar yakni berbentuk kotak persegi dengan lima kamar. Tiga kamar di depan, di tengahnya digunakan untuk menampung tinja yang terhubung langsung dari toilet rumah. Di samping kiri, merupakan bak untuk memasukkan bakteri yang bisamembunuh bakteri dan kuman dari tinja.

Dilanjutkannya, untuk kamar depan yang terhubung pada kamar tengah, dihubungkan oleh pipa yang bisa membuat air tinja ke tempat pengolahan pertama. Dari kamar depan pertama ini, air dihubungkan ke kamar depan ke dua di sebelah kanan. Hasil akhirnya berupa air bersih pada kamar bagian pertama, di samping kanan.

“ Nanti air dari bak IPAL Komunal Airnya bisa dimanfaakan seperti menyiram tanaman seperti tumbuhan organic ataupun dibuang ke saluran umum. Airnya sudah bebas bakteri hasil pengolahan dari kamar-kamar yang ada,” urainya

Ditambahkanya, Kedepannya Pemko Pariaman berencana pada 2020 membuat Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) merupakan pengolahan air limbah yang dirancang hanya menerima dan mengolah lumpur tinja yang berasal dari sistem setempat (on site) yang diangkut melalui sarana pengangkut lumpur tinja.

Hadirkan Sanitasi Layak dan Sehat

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Payakumbuh Marta Minanda, mengungkapkan, pihaknya terus berupaya menghadirkan sanitasi layak dan sehat bagi rakyat Kota Payakumbuh.

Terobosan yang telah dilakukan dengan pemberian septik tank bertapak, secara cuma-cuma pada masyarakat yang belum memilikinya. “Prioritasnya bagi warga miskin sehingga mereka punya toilet yang layak. Sedangkan Bagi warga yang sudah mampu mereka membuat sendiri, tidak mengharapkan sumbangan dari pemerintah, “katanya (28/11) diruang kerjanya

Disisi lain, ungkapnya, untuk menjamin kepastian lumpur tinja dibuang pada tempatnya, pihaknya juga menyediakan armada yang siap bertugas bila dihubungi warga Kota Payakumbuh. Nanti lumpur tinja yang sudah disedot, akan dibawa ke IPLT Pakumbuh untuk diolah dan dijadikan pupuk.

“InsyaAllah pada tahun 2020 nanti, kami berencana mengupgrade teknologi IPLT yang sudah berumur puluhan tahun. Kami akan memakai teknologi terkini yang bisa mengubah lumpur tinja menjadi biogas dan juga pupuk yang bisa dijual kepada umum,” ucapnya

Dirinya mengapresiasi karena tingkat kesadaran masyarakat di Payakumbuh untuk memiliki sanitasi sehat makin tinggi dari hari ke hari, “Jika sebelumnya masih ada yang buang hajat ke empang yang ada ikannya, kini hampir tidak ada, sehingga ikan tidak tercemar E.Coli,”ulasnya

Diterangkannya, jika ada 10.000 KK dan jatah cuma 1.000 KK per tahun, berarti butuh waktu 10 tahun untuk membuat masyarakat memiliki jamban aman. Payakumbuh menurutnya sudah melangkah untuk memiliki jamban aman sehingga tak lagi memcemari air tanah maupun air sungai.

Keseriusan Kota Payakumbuh menjadikan kota sehat, dibuktikan dengan keberhasilan mempertahankan predikat Kota Sehat (Swasti Saba) tingkat Wistara untuk keenam kalinya.(cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional