Close

Pria Beristri Larikan Gadis Bawah Umur, Dibawa ke Riau, Tinggal di Pondok Perkebunan Sawit

LARIKAN GADIS— Pelaku Izen (32) digiring ke Mapolres Solok Kota usai ditangkap atas kasus melarikan anak di bawah umur.

SOLOK, METRO–Seminggu bersama gadis bawah umur yang dibawa kabur tanpa sepengetahuan orang tuanya, pria yang sudah beristri ini ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Solok Kota di tempat persem­bunyian­nya daerah Kuantan Sengingi, Riau.

Pelaku bernama Izen (32) yang tercatat sebagai warga Jorong Danau Ba­wah, Nagari Simpang Tanjung Nan IV, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok ini ditangkap setelah orang tua gadis bawah umur tersebut melapor ke Polres Solok Kota.

Saat dilakukan penang­ka­pan, petugas juga menemukan gadis bawah umur berinisial FE (16) yang berstatus pelajar. Usai ditangkap, pelaku pun dibawa ke Polres Solok untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, sedangkan korban dikembalikan kepada keluarga.

Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Evi Wansri mengatakan, kejadian dugaan kasus tindak pidana melarikan anak di bawah umur terjadi pada Jumat (26/11) lalu. Korban bersama temannya pergi ke arah Jalan Lintas Su­matra (Jalinsum) Sumani, Kecamatan X koto Singkarak Kabupaten Solok untuk menemui pelaku.

“Saat itu korban menemui pelaku yang sudah kenal dekat dengannya untuk menukar handphone milik korban. Namun setelah menunggu pelaku, sekitar 2 jam lebih, korban menyuruh temannya pulang duluan,” ungkap AKP Evi, Senin (6/12).

Dijelaskan AKP Evi, sepeninggalan temannya, ternyata korban dan pelaku pergi menggunakan angkutan umum ke daerah Kuntan Sengingi, Riau. Karena kepergian korban tanpa sepengetahuan orang tuanya, membuat keluarga korban panik.

“Ibu korban Erita (49) warga Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok karena tidak ada mendapat kabar dari korban, akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke petugas di Mapolres Solok Kota,” ungkap AKP Evi.

AKP Evi menuturkan, mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap keberadaan korban dan pelaku. Dari keterangan saksi-saksi, didapatkanlah informasi pelaku dan korban pergi ke daerah Kuantan Sengingi, Riau.

“Kami mendapatkan korban dan pelaku di sebuah pondok yang berada di tengah kebun sawit di kawasan tersebut. Hasil pemeriksaan sementara, korban dan pelaku saling kenal melalui media sosial Facebook, hingga terjadi kedekatan antara korban dan pelaku,” ulas AKP Elvi.

Menurut AKP Elvi, korban dan pelaku memang pergi tanpa adanya paksaan. Namun, dalam hal ini, lantaran korban masih di bawah umur, perbuatan pelaku jelas merupakan tindak pidana, sehingga dapat diproses hukum.

“Dalam kasus ini pelaku di jerat dengan pasal 332 KUHPidana tentang melarikan perenpuan yang belum dewasa tidak dengan kemauan orang tuanya atau walinya,” ujar AKP Evi.  (vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top