Menu

Pria 64 Tahun Ditemukan Tewas dalam Kos-kosan di Kota Padang

  Dibaca : 217 kali
Pria 64 Tahun Ditemukan Tewas dalam Kos-kosan di Kota Padang
OLAH TKP— Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat di dalam rumah kos-kosan, Keluarhan Pasar Ambacang, Kuranji.

PADANG, METRO–Seorang pria paruh baya dite­mukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam rumah kos-kosan, Jalan Dr M Hatta RT 03 RW IV, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji Kota Padang, Senin (21/6).

Pria yang diketahui berinisial ZS (64) ditemukan meninggal pertama kali oleh pemilik kos-kosan bernama Wilda Erna sekitar pukul 08.30 WIB dalam keadaan terlentang di depan kamar mandi dalam kamar kos yang dihuni oleh korban.

Pemilik kos yang kaget menemukan hal tersebut, langsung memberitahukan kepada ketua RT dan ketua pemuda setempat untuk seterusnya memberitahukan kepada pihak kepolisian terdekat.

Perihal peristiwa yang menggemparkan tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Kuranji AKP Sutrisman. Ia mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh pemilik kontrakan ketika hendak menjemur kain di dekat rumah kontrakan di lantai dua.

“Saksi sebagai pemilik rumah kosan tempat tinggal jenazah, hendak menjemur kain ke dekat rumah kontrakan di lantai dua, dan ketika itu saksi melihat jenazah tergeletak di de­pan kamar mandi,” sebut Sutrisman.

Saksi kemudian memberitahukan kepada ketua RT dan ketua pemuda setempat yang kemudian mem­beritahukan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasar Ambacang. Mendapatkan informasi tersebut, Personil Polsek Kuranji diba­wah Pimpinan Pawas/Panit I Lantas langsung menuju lokasi dan mengamankan TKP dengan mema­sang police line.

“Setelah tim Indentifikasi Polresta Padang me­lakukan olah TKP dan melakukan identifikasi terhadap jenazah dan selanjutnya jenazah dibawa ke RS. Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan Visum luar maupun Visum dalam,”sebut Sutrisman.

Namun pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan visum luar maupun Visum dalam dan pihak keluarga menerima kejadian ini dalam bentuk mu­sibah dan tidak akan me­nuntut secara hukum yang dituangkan dalam bentuk Surat Pernyataan dengan saksi.

“Dari hasil identifikasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, menurut keterangan keluarga, korban mempunyai riwayat sakit jantung,” tutupnya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional