Menu

Preman Viral Pemalak Sopir TrukPolda Limpahkan Kasus Izet ke Kejari Padang

  Dibaca : 241 kali
Preman Viral Pemalak Sopir TrukPolda Limpahkan Kasus Izet ke Kejari Padang
DISERAHKAN— Tersangka Izet berbaju abu-abu saat diserahkan penyidik Polda Sumbar kepada Kejari Padang.

PADANG, METRO–Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar telah merampungkan berkas kasus Preman bernama Izet yang viral di media sosial (medsos) gara-gara memalak dan menganiaya sopir truk pengangkut semen.

Bahkan,penyidik sudah melimpahkan kasus itu kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang pada Senin (6/9). Pelimpahan ini merupakan tahap II setelah penyidik melangkapi berkas. Dengan begitu, dalam waktu dekat, Izet bakal menjalani persidangan.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto membenarkan tahap II kasus Izet. Menurutnya,penyidik sudah melimpahkan penanganan perkara Izet kepada Kejari Padang.

“Kasus itu sudah dilimpahkan ke Kejari Padang. Hanya saja, permintaan pihak Kejari, tersangka Izet dititipkan dulu di Polda Sumbar,” ungkap Kombes Pol satake Bayu.

Sementara,Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padang, Ranu Subroto, mengatakan, pihaknya menitipkan Izet ke Polda Sumbar hingga nantinya perkara dilimpahkan ke pengadilan untuk persidangan.

“Nanti setelah perkara dilimpahkan ke Pengadilan Negeri, baru kita titip di Rutan Padang. Dititipkannya ke Polda Sumbar karena berdasarkan kesepakatan kejaksaan dengan Menkumham atau Dirjen Lapas. Kesepakatan sudah berjalan satu tahun lebih,” kata Ranu.

Sebelumnya, video pemalakan dan pemukulan yang dilakukan preman terhadap seorang sopir truk pengangkut semen, viral di media sosial. Aksi premanisme itu diduga terjadi di kawasan PPI Indarung PT Semen Padang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Sabtu (10/7).

Video berdurasi 4 menit 37 detik itu viral setelah diuload akun Facebook bernama Galigaman Sangir. Sontak saja, para netizen dibuat geram dengan aksi preman yang memintai uang dan bahkan memukul sopir truk tersebut. Hal itu terlihat dari komentar-komentar para netizen yang menghujat dan meminta Polisi segera menangkap pelaku.

Dalam video itu, tampak seorang pria diduga preman memakai kemeja warna dongker berpadu kaos putih berdiri di pintu kemudi. Pria tersebut langsung mengeluarkan kata-kata kotor bahasa Minang dan juga memukul sopir. Meski diperlakukan kasar dan tidak manusiawi, sang sopir terlihat sabar dan sempat menanyakan apa permalasahan yang terjadi.

Berdasarkan postingan video, pelaku mengaku kalau namanya Izet dan meminta uang untuk membeli minum. Pelaku juga mengatakan kepada sang sopir yang berencana berangkat ke Pekanbaru ini, kalau tidak ada orang yang tidak mau untuk memberikannya uang.

“Ndak ado urang yang ndak amuah agiah pitih ka den di siko dek ang (tidak ada orang yang tidak mau memberi uang ke saya di sini, jelas kamu,” kata preman kepada sopir truk dengan nada keras di dalam video tersebut.

Si sopir di dalam video sempat memohon dan menjelaskan bahwa uang yang tersisa hanya untuk pegangan jalan ke Pekanbaru. Setelah menjelaskan uang tersisa hanya Rp500 ribu, preman itu malah kembali mengeluarkan kata-kata kotor.

Sang sopir juga kembali mendapatkan tamparan dan baju ditarik untuk diminta turun dari kemudi. Meski begitu, sang sopir tetap saja sabar. Ketika itu, si preman mengaku meminta uang untuk membeli minuman keras.

“Astagfirullah, ndak do pitih do, da. Payah ngecek jo uda. Ko pitih ketek ado nyo da. Rp10 ribu nyo. (Astagfirullah, tidak ada uang lagi bang. Susah ngomong sama, abang. Ini uang kecil ada cuman, bang. Rp10 ribu cuma),”kata si sopir.

Meski sudah berniat memberikan uang Rp10 ribu, preman ini malah kembali meminta uang tambahan dengan besaran yang sama. Sang sopir tampak mencari uang lagi yang ada di sela-sela kemudi. Sang sopir sempat menanyakan kalau setiap masuk terus diminta uang.

Preman pun menjawab bukan setiap masuk, namun ketika ingin minum (minuman keras). Preman ini mengaku dirinya rata meminta kepada sopir lainnya. Si Preman tersebut juga menyebutkan nama panggilannya Izet yang sudah diketahui semua kalangan di daerah setempat.

“Sado sopir-sopir tu tau jo den mah, iko nan Izet tu, Polisi tau jo den mah. Masalah e namo Izet paling banyak urang nan tau (semua sopir-sopir tau dengan saya. Ini yang Izet itu, Polisi juga tau dengan saya. Masalahnya nama Izet paling banyak diketahui orang),” katanya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional