Close

Prancis vs Australia, Ujian Pertama Juara Bertahan

TIMNAS Prancis akan meng­hadapi Timnas Australia di Al Janoub Stadium pada match­day 1 Grup D Piala Dunia 2022. Pertandingan ini dijad­wal­kan kick-off Rabu (23/11) pukul 02.00 dinihari WIB. Status Les Bleus julukan Timnas Prancis sebagai juara Piala Dunia 2018 akan dipertaruhkan dalam laga tersebut. Sebab, Prancis di atas kertas seharusnya bisa menang mudah atas Australia.

Badai cedera seolah tak henti menerjang kubu sang juara bertahan. Setelah Paul Pogba dan N’Golo Kante dipastikan tak bisa fit tepat waktu, mereka pun tak dipanggil ke skuad. Tak berhenti sampai di situ, Presnel Kimpembe, Christopher Nkunku, dan Karim Benzema juga batal tampil di Qatar, padahal mereka sudah masuk skuad.

Benzema adalah kasus teranyar. Striker Real Mad­rid pemenang Ballon dOr itu 2022 itu dipastikan ha­rus absen dan dicoret dari skuad. Prancis tak memanggil penggantinya. Alhasil, Les Bleus pun kini cuma berkekuatan 25 pemain dalam upaya mereka untuk mempertahankan gelar.

Namun, Prancis masih diunggulkan. Sebab, Prancis memiliki kedalaman skuad yang luar biasa. Masih ada Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Ousmane Dembele, Kingsley Coman, hingga striker veteran Olivier Giroud yang bisa diandalkan di lini serang.

Ya, tim Ayam jago ma­sih memiliki striker muda mumpuni, Kylian Mbappe. Memiliki pemain bintang seperti Mbappe memang menjadi keuntungan bagi Prancis. Kemampuan dan skill individu yang ia miliki seolah menjadi garansi gol bagi tim yang ia bela. Pertahanan Australia tentu harus waspada dengan pergerakan sang pemain. Apalagi statistiknya bersama PSG di level klub musim ini juga sangat bagus.

Statistik Mbappe bersama PSG musim ini memang sangat bagus. Penyerang 23 ta­hun itu mampu mengemas 12 gol dan 2 assists dari 14 laga Ligue 1. Jumlah itu ia ca­tatkan dala 1.146 menit bermain atau satu gol setiap 95 menit. Tak hanya itu, di Liga Champions catatan Mbappe juga istimewa. 7 gol dan 3 assists ia buat dari 6 pertandingan dalam 529 menit. Artinya ada satu gol yang bisa dibuat Mbappe setiap 76 menit.

Lalu bersama timnas, Mbappe mampu mencetak 7 gol dan 2 assists di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan fase grup UEFA Nations League 2022/2023. Catatan itu jelas boleh membuat Australia khawatir. Mbappe sendiri turut bermain ketika Prancis mengalahkan Australia 2-1 di fase grup Piala Dunia 2018 lalu.

Meski tak mencetak gol, ia sukses melepaskan satu tembakan on target dan membuat pertahanan Australia kocar-kacir. Kubu Australia sendiri tentu ha­rus banyak belajar jelang laga ini. Pasalnya Prancis tak hanya tentang Mbappe atau Karim Benzema. Bahkan pemain lain seperti Adrien Rabiot maupun Theo Hernandez juga bisa menjadi ancaman bagi pertahanan mereka.

“Kamu sudah tak boleh banyak berpikir ketika ha­rus menghadapi pemain seperti Benzema dan Mbap­pe. Apa yang perlu kamu lakukan adalah fokus mematikan mereka dengan usaha sebaik mung­kin,” kata bek Australia, Kye Rowles.

Sementara itu, kapten Timnas Prancis, Hugo Lloris, tak mau meremehkan Australia pada laga perdana mereka di Piala Dunia 2022. Pertandingan ini akan menjadi ujian pertama bagi para tim asuhan Didier Deschamps. Ba­gaimana tidak sang juara bertahan ini tidak tampil dengan kekuatan terbaiknya pada gelaran empat tahunan ini.

“Tak ada pertandingan yang mudah. Jadi kami tak boleh meremehkan lawan,” tutur kapten Timnas Prancis, Hugo Lloris pada jumpa pers di Media Center, Doha, Qatar, Senin (21/11/2022) siang.

Jelang turnamen ini, Les Bleus dihantam badai cedera. Bintang-bintang seperti N’golo Kante, Paul Pogba, dan terkini Karim Benzema dipastikan absen karena cedera.

Ini menambah berat harapan Prancis mempertahankan trofi Piala Dunia ini. Terlebih ada kutukan juara bertahan kerap tersingkir di fase grup dalam 4 dari 5 edisi Piala Dunia ter­akhir. ”Kami tak boleh bersedih dengan kondisi ini. Kami harus tetap percaya dengan tim ini,” kata Lloris.

“Kami su­dah mempersiapkan dengan baik, dan kami siap memulai turnamen ini,” pungkas penjaga gawang Tottenham Hots­pur tersebut.

Di sisi lain, laga Prancis melawan Australia nanti ibarat deja vu Piala Dunia 2018. Empat tahun lalu, dua tim ini juga berada satu grup di Rusia. Waktu itu, mereka juga bertemu pada laga pertama, di mana Prancis menang 2-1 atas Australia.

Secara head to head, Prancis lebih unggul atas Australia di 5 pertemuan. Prancis unggul dengan 3 kemenangan dan Australia hanya sekali menang. Satu laga lain antara keduanya berakhir imbang. Satu-satunya kemenangan Australia terjadi di Piala Konfederasi 2001. Gol tunggal Clay­ton Zane memastikan kemenangan Socceroos atas Prancis saat itu di Stadion Daegu, Korea Selatan.

Australia tercatat tak pernah lolos ke 16 besar Piala Dunia dalam tiga edisi terakhir (2010, 2014 dan 2018). Karena itu, tim berjuluk Socceroos dalam posisi yang tidak diunggulkan saat bersua Timnas Prancis. (*/ren)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top