Menu

PPKM Level IV di Padang Diperpanjang, Berlaku Hari ini, 26 Juli hingga 8 Agustus, Restoran, Kafe Buka tapi Take Away

  Dibaca : 213 kali
PPKM Level IV di Padang Diperpanjang, Berlaku Hari ini, 26 Juli hingga 8 Agustus, Restoran, Kafe Buka tapi Take Away
Amasrul, Sekretaris Daerah Kota Padang

AIA PACAH, METRO–Minggu (25/7) adalah hari terakhir pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 sebagai perpanjangan PPKM Darurat yang berlaku pada 3-20 Juli 2021. Untuk Kota Padang, PPKM ini akan diperpanjang hingga tanggal 8 Agustus nanti. Pembatasan terus dilakukan untuk mengurangi penularan covid-19, terutama varian delta yang sudah masuk di Sumbar.

Terkait informasi perpanjangan ini, Sekretaris Daerah Kota Padang, Amasrul mengaku belum mengetahui informasi ter­sebut. “Saya belum dapat infonya, tanya saja ke wali kota,” sebut Amasrul sing­kat, Minggu (25/7).

Salah seorang ASN Pem­ko Padang, Tati me­nga­takan, sampai saat ini dirinya bersama kawan-kawan se-kantor masih mengikuti work from home (WFH) secara bergantian. “Kita masih WFH, belum ada perubahan. Nanti mung­kin akan ada infor­masi lanjutan,” sebut Tati.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Padang meng­ung­kap­kan, jika PPKM akan di­perpanjang oleh pemerin­tah pusat. “Ya, diper­pan­jang oleh pemerintah pusat hingga 8 Agustus,” ujar Kalaksa BPBD Kota Padang, Barlius, Minggu (25/7).

Menurut Barlius, salah satu penyebab diperpan­jang­nya PPKM level IV di Kota Padang adalah ting­ginya kasus harian positif Covid-19. “Indikator pe­nen­tuan level itu oleh pe­me­rintah pusat. Salah satu­nya adalah kasus harian di Kota Padang yang masih tinggi,” ujar Barlius.

Untuk itu, Pemerintah Kota Padang akan mening­kat­kan operasi yus­tisi di te­ngah masyarakat. Barlius mengimbau masya­rakat Kota Padang agar mema­tuhi protokol kese­hatan agar bisa lepas dari PPKM dan kondisi kembali normal.

“Sekali lagi kita minta warga untuk sama-sama mematuhi protokol kese­hatan. Tetap memakai mas­­ker dan jaga jarak, jauhi kerumunan yang bisa menyebabkan penularan virus,” ajak Barlius.

Sementara, salah se­orang warga, Erman (45) mengaku PPKM perlu dite­rapkan terus sampai si­tuasi aman. Karena saat ini ba­nyak sekali yang ter­tular. Namun banyak yang tidak mau memeriksakan kese­ha­tan di fasilitas kese­hatan. Ke­beradaan mereka tidak ter­pantau petugas. Namun kemungkinan be­sar menu­larkan pada orang sekitar­nya.

“Coba aja cek di setiap rumah-rumah masyarakat sekarang ini. Banyak yang demam tinggi dan hilang penciuman. Tapi mereka tak mau berobat ke fasi­litas kesehatan dan cen­derung merawat diri diru­mah saja oleh anggota ke­luarga me­reka,” tandas Erman.

Jika dalam data dinas kesehatan cuma ada ratu­san warga yang positif tiap hari, namun pada ke­nya­taanya jumlahnya sa­ngat banyak di masyarakat kita. Tapi tak terpantau.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat rapat pene­rapan PPKM level 4 di luar Jawa dan Bali bersama Gubernur Sumbar Mah­yeldi, Sabtu (24/7) lalu. Airlangga saat itu menye­but ada 45 daerah di 21 provinsi yang akan melan­jutkan penerapan PPKM level 4 pada 26 Juli sampai 8 Agustus 2021. Salah satu­nya yakni Kota Padang, Sumbar.

Sementara itu, terkait Kota Padang yang masih masuk dalam daerah pene­rapan PPKM level 4, Mah­yeldi mengatakan pihak­nya akan terus berupaya untuk memperbaiki indika­tor cakupan penanganan Covid-19.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah me­nam­bah jumlah konversi tem­pat tidur di Rumah Sakit untuk kebutuhan pasien Covid-19 sehingga per­sen­tase keterisian tempat tidur pasien atau BOR bisa ditu­runkan. Selain rumah sakit dan Pemprov Sumbar juga sudah melakukan tam­ba­han tempat isolasi mandiri bagi pasien dengan gejala ringan, di antaranya di asrama haji Padang.

“Ke depan kita akan terus mengupayakan per­baikan indikator penanga­nan Covid-19 di daerah Sumatera Barat,” kata dia.

Sementara itu, selain Sumbar, ada beberapa wi­la­yah di luar Jawa dan Bali yang PPKM Darurat level 4 diperpanjang, yakni Kota Bengkulu di Bengkulu, Kota Jambi di Jambi, Kalimantan Barat (Kota Pontianak). Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru dan Banjar­masin kemudian juga bebe­rapa kota di Kalimantan Ti­mur dan Kalimantan Utara.

Aturan pada pene­ra­pan PPKM level 4 masih re­latif sama dengan sebe­lum­nya yaitu sektor non esen­sial work from home 100 persen, belajar secara daring, untuk industri bisa be­kerja 50 persen. Restoran dan kafe seluruhnya hanya melayani take away, kemu­dian mal tutup 100 persen kecuali untuk apotek dan toko obat. Beribadah di rumah, kegiatan sosial bu­daya juga masih dilarang. Sedikit perbedaan untuk penerapan kali ini peda­gang kaki lima dan PKL diberikan keringanan un­tuk bisa buka dengan pe­nerapan protokol keseha­tan dan waktu yang diba­tasi. (tin/ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional