Menu

PPID Pariaman Optimis jadi Badan Publik Informatif

  Dibaca : 78 kali
PPID Pariaman Optimis jadi Badan Publik Informatif
FOTO BERSAMA— Jajaran PPID Kota Pariaman foto bersama dengan Ketua KI Sumbar Noval Wiska, usai penilaian.

PARIAMAN, METRO
Komisi Informasi (KI) Sumbar melakukan Visitasi ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentas (PPID) Kota Pariaman, PPID Pariaman optimis bisa menjadi badan publik yang informatif di Sumbar.

Plt Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin saat menyambut tim Visitasi KI Sumbar di Balai Kota Pariaman, Kamis (15/10) mengatakan, selama ini pihaknya selalu mengutamakan keterbukaan informasi publik tetang setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Pariaman. “Alhamdulillah saat ini PPID Kota Pariaman masuk dalam lima besar PPID di Sumbar, kita optimis bisa menjadi yang terbaik,”  kata Mardison.

Ia menyadari saat ini keterbukaan informasi itu sangat penting, sehingga masyarakat Kota Pariaman dan Sumbar pada umumnya bisa mendapatkan informasi yang diingikan. Dengan keterbukaan informasi ini masyarakat bisa mengetahui tentang apa program yang dikerjakan oleh pemerintahan Kota Pariaman dan sejauh mana program itu dilaksanakan. “Untuk keterbukaan informasi ini sudah kita lakukan jauh-jauh hari dengan berbagai fasilitas, hingga wabsite yang telah dikelola dengan baik,” kata Mardison.

Dengan adanya Visitasi yang dilakukan oleh KI ini tentu akan menjadi semangat tersendiri bagi Pemerintahan Kota Pariaman dalam melakukan pembenahan jika masih ada yang perlu diperbaiki sesuai dengan undang-undang keterbukaan informasi publik di Pariaman. “Ini bisa menjadi acuan bagi kami untuk lebih meningkatkan program-program yang ada di Kominfo,” kata Mardison.

Ketua KI Sumbar Noval Wiska mengapresiasi PPID Kota Pariaman, karena tahun 2019 boleh dikatakatan tidak ada dan tahun 2020 ini PPID Kota Pariaman masuk lima besar PPID di Sumbar. “Tujuan kita melakukan penilaian ini adalah sejauh mana PPID tersebut mengimplementasikan keterbukaan informasi publik tersebut,” kata Noval.

Selain itu, dalam Visitasi ini juga melakukan pembinaan terhadap PPID di badan publik. Karena tidak semua badan publik itu tidak sama presepsinya dalam implementasikan Undang-undang namor 14 tahun 2008 dan Pemendagri nomor 3 tahun 2017. “Dengan kesempatan ini bisa kita jadikan ajang untuk diskusi dan silahthrahmi untuk memaksimalkan PPID yang ada di badan publik di Sumbar,” kata Noval.

Karena, lanjut Noval PPID ini bertunjuan bagaimana keterbukaan informasi ini bisa dimasifian, bagaimana PPID itu sendiri bisa melindungi badan publik itu sendiri dan bagaimana hak-hak masyarakat terkait informasi itu bisa terpenuhi.“Dalam penilaian ini kita titik beratkan kepada komitmen, dimana komitmen disini adalah bagaimana pimpinan dan PPID utam,” kata Noval.

Kemudian, bagaimana kolaborasi PPID itu sendiri dengan seluruh stake holder, kominikasi dengan seluruh pihak dan inovasi. Ini adalah bagian yang terpenting bagaimana PPID bisa melakukan inovasi apalagi saat ini dalam kondisi digitalisasi. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional