Menu

PPID Meningkat Jauh dari Tahun ke Tahun, Terus Lakukan Terbaik untuk Keterbukaan Informasi Publik

  Dibaca : 178 kali
PPID Meningkat Jauh dari Tahun ke Tahun, Terus Lakukan Terbaik untuk Keterbukaan Informasi Publik
SILATURAHMI— Pjs Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin saat bersilaturahmi bersama KI.

Laporan : Efanurza, Kota Pariaman

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumen (PPID) Kota Pariaman tahun 2020 ikuti lomba tingkat Propinsi Sumatera Barat. Dalam Lomba tersebut PPID Kota Pariaman meningkat jauh dari sebelumnya. Apalagi dibawah komando Kepala Dinas kominfo Kota Pariaman Hendri.

Tak heran Komisi Informasi Propinsi Sumatra Barat sangat heran dengan lompatan yang dicapai PPID Kota Pariaman. “Kita KI Sumatra Barat sangat terkejut dengan PPID Kota Pariaman yang begitu jauh dalam keterbukaan informasi,” kata Ketua Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat Nofal Wiska. PPID adalah organisasi pada suatu badan publik yang bertanggung jawab atas keterbukaan informasi pada badan publik yang berlandaskan pada Undang Undang Nomor 14 tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Katanya, monev ini tujuannya adalah untuk melakukan penilaian kira-kira seperti apa implementasi KIP di BP seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Barat.

Kemudian melakukan pembinaan terhadap PPID-PPID yang ada di BP, karena kita tahu bahwa tidak semua PPID itu memiliki satu kesepahaman terkait dengan implementasi UU No. 14 Tahun 2008, maupun Permendagri No.3 Tahun 2017.

“Kita harapkan ini bisa menjadi ajang untuk diskusi dan ajang untuk silaturahmi, sehingga tujuan kita bagaimana memaksimalkan PPID di seluruh BP bisa terlaksana, karena PPID ini tujuannya memang bagaimana KIP itu bisa dimasifkan, dan bagaimana KIP itu bisa melindungi BP itu sendiri, dan bagaimana KIP itu bisa memenuhi hak-hak masyarakat untuk mengakses informasi publik terhadap pemerintahan,” ujarnya.

Dengan masuknya PPID Utama Kota Pariaman yang dikelola oleh Diskominfo Kota Pariaman kedalam peringkat lima besar juga merupakan apresiasi bagi KI Sumbar untuk memperlihatkan bagaimana komitmen dari PPID Utama Kota Pariaman untuk terus berbenah dan melakukan yang terbaik untuk Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Mudah-mudahan PPID Utama Pariaman bisa menjadi tiga besar dan lebih informatif lagi, karena Predikat informatif adalah penilaian tertinggi yang diberikan kepada Badan Publik dalam pelaksanaan pelayanan informasi publik,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Walikota Pariaman, Mardison berterima kasih atas kunjungan Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat ke Kota Pariaman.

Apalagi kunjungan tersebut untuk melakukan visitasi ke Dinas Kominfo Kota Pariaman dalam rangka menilai dan mengevaluasi keterbukaan informasi publik di PPID Utama Kota Pariaman.

“Hari ini KI Provinsi Sumbar melakukan penilaian serta mengevaluasi mengenai keterbukaan informasi publik dan layanan informasi publik oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Kota Pariaman, tentu mereka melihat sampai sejauh mana kinerja tentang PPID Utama Kota Pariaman,” ujarnya.

Mardison Mahyuddin menuturkan bahwa, Kota Pariaman masuk dalam lima besar menuju tiga besar dalam keterbukaan informasi publik, insyaallah nanti hasil pantauan dan hasil penilaian yang dilihat langsung yang dikerjakan oleh Dinas Kominfo Kota Pariaman khususnya Pemerintah Kota Pariaman tentu kita akan sampaikan secara tranparan dan jujur apa-apa yang telah dilakukan.

“Dalam kondisi saat sekarang, apapun bentuk kegiatan yang dilakukan Pemko Pariaman melalui OPD masing-masing tentu ada keterbukaan informasi dalam memudahkan masyarakat Kota Pariaman khususnya dan Provinsi Sumbar pada umumnya untuk melihat sampai sejauh mana program-program serta visi dan misi Pemko Pariaman yang tertuang dalam RPJMD,” ujarnya.

Lebih lanjut, dengan adanya penilaian ini tentu menjadi sebuah semangat bagi kita dan menjadi acuan untuk lebih meningkatkan kegiatan ini yang menjadi program Dinas Kominfo Pariaman.

“Informasi itu disebarkan melalui papan pengumuman, lewat website ppidpariamankota.go.id, dan website pariamankota.go.id dan aplikasi pendukung lain yang tersedia di Diskominfo Pariaman. Dan kita Pemko Pariaman mulai dari camat, desa dan kelurahan telah transparan menyampaikan apa-apa yang menjadi program melalui APBD yang di pajang di kantor masing-masing,“ jelasnya.

“Kita yakin dari hasil penilaian nantinya, apa yang telah dilakukan dan di programkan PPID Utama Kota Pariaman, masyarakat berusan dengan Pemko Pariaman tidak ada hal-hal negatif. Melihat kerja tim yang bekerja secara maksimal, tentu ada peluang bagi kita untuk meraih prestasi yang terbaik dibidang keterbukaan informasi publik di Provinsi Sumbar,“ ujarnya.

Kedatangan Tim Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat yang diketuai oleh Nofal Wiska ke PPID Utama Kota Pariaman.

Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat beserta tim datang mengunjungi PPID Utama Kota Pariaman adalah dalam rangka, dalam rangka mengadakan “Visitasi Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat Dalam Pemeringkatan PPID Tingkat Sumatera Barat Tahun 2020”, karena PPID Utama yang baru dibentuk dan dikelola oleh Diskominfo Kota Pariaman, masuk kedalam peringkat lima besar.

PPID adalah kepanjangan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, dimana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokument yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Sedangkan pejabat yang mengelola PPID tersebut adalah pejabat yang beranggung jawab di bidang penyimpanan, pendokumentasian, penyediaan, dan pelayanan informasi di badan publik. Dengan keberadaan PPID maka masyarakat yang akan menyampaikan permohonan informasi lebih mudah, dan tidak berbelit-belit karena dilayani lewat satu pintu.

Menurut Kadis Kominfo Kota Pariaman Hendri sebenarnya perjuangan untuk menjadikan PPID utama Kota Pariaman ini menjadi PPID yang terinformatif sudah dimulai semenjak dahulu ketika dia menjabat sebagai Kabag Humas Kota Pariaman. Tapi perjuangan itu terhenti karena dipindah tugaskan ke kecamatan Pariaman Timur sebagai camat .

“Tapi semenjak saya bertugas di Kominfo pada tahun 2019 langkah awal yang saya lakukan adalah kembali menumbuhkan PPID ini dengan cara membangun ruangan PPID yang representatif, dan alhamdulillah pembangunan ruangan tersebut selesai di akhir tahun 2019,” ujarnya.

Kemudian katanya, diawal tahun 2020 secara dokument dan secara kebijakan Diskominfo Kota Pariaman mulai mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, seperti menyiapkan semua dokumen Data Informasi Publik (DIP), menyiapkan regulasi-regulasi, melakukan kordinasi, dan mengadakan diskusi-diskusi dengan PPID-PPID pembantu yang ada di OPD dan Desa-Desa.

“Sehingga kita berhasil mengumpulkan semua DIP, dan berhasil juga membangun sebuah website sebagai sarana yang digunakan untuk kebutuhan informasi masyarakat, sekaligus mengaktifkan media sosial,” ujarnya.

Hendri juga menjelaskan, alhamdulillah dengan pergerakan diakhir tahun 2019 dan diawal tahun 2020 kota pariaman muncul menjadi PPID di Sumatera Barat, yang mampu masuk menjadi peringkat lima besar. Jadi keterbukaan informasi publik itu adalah salah satu pilar yang penting dalam mendorong terciptanya iklim tranparansi, terlebih di era yang serba terbuka ini keinginan masyarakat untuk memperoleh informasi semakin tinggi.

Beliau berharap, dengan adanya kunjungan ini semoga PPID utama kota pariaman, yang tadinya masuk lima besar, kedepannya bisa berubah masuk kedalam peringkat tiga besar, dan hal ini merupakan dorongan yang lebih bagi kami untuk memotivasi diri agar bisa berbuat lebih baik lagi kedepannya.(***)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional