Close

PPDB Tingkat SD, SMP di Kota Padang Dimulai hingga 21 Juni, Zonasi, Teliti dulu Memilih Sekolah Anak, Sekolah Swasta tak lagi Dilibatkan

Habibul Fuadi Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang.

ULAK KARANG, METRO–Kamis (16/6), Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TA 2022/2023 sesuai zonasi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Padang dimulai. Para orangtua dipersilahkan untuk segera men­daftar karena prosesnya akan berakhir pada 21 Juni mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang Habibul Fuadi mengatakan, penerimaan siswa baru digelar sampai 21 Juni untuk tahap I. Pengumuman dilakukan 22 Juni. Selanjutnya, pen­daftaran ulang 23 – 25 Juni.

Sementara, untuk pen­daftaran tahap II (pemenuhan daya tampung) dimulai 26 hingga 28 Juni. Untuk pengumumannya pada 29 Juni dan pendaftaran ulang mulai 29 – 30 Juni 2022.

“Semua proses pen­daftaran dilakukan secara online. Calon peserta bisa mengunjungi website www.­ppdbdiknas.padang,” ujar Habibul, Kamis (16/6).

Ia mengatakan, untuk jumlah sekolah yang dipilih oleh calon peserta didik adalah tiga sekolah. Baik itu SD dan SMP. Yang pasti sesuai domisili atau dekat dari rumah.

Untuk persyaratan, ba­gi siswa untuk tingkat SD an­­tara lain usia 6  tahun, foto kopi KK dan surat domisili asli dari kelurahan. Sedangkan peserta tingkat SMP diantaranya nilai kelulusan dari sekolah, foto kopi KK, nilai rapor kelas IV sampai IV dan surat domisili asli dari kelurahan.

“Kita mengimbau kepada wali murid untuk teliti dalam melakukan proses pendaftaran. Agar tidak terjadi kesalahan dan se­kolah yang dituju,” ungkap Habibul.

Daya Tampung Siswa

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kota Pa­dang Nur Fitri di Media Center Balaikota Padang, kemarin, mengatakan da­ya tampung untuk SD sebanyak 13.085 siswa. Dan tahun 2021, yang men­daf­tar sebanyak 10.351 sis­wa.

“Jumlah sekolah SD Ne­geri di Padang mencapai 338. Untuk sekolah SMP yang ada sekarang adalah sebanyak  43 titik dengan daya tampung sekitar 9000 siswa. Sementara lulusan SMP sebanyak 15 ribuan siswa. Artinya ada sekitar 6.000 siswa tamatan SD yang bakal tidak bisa tertampung di sekolah negeri nanti,” ungkap Nur Fitri.

“Kalau untuk SD negeri kita sudah cukup banyak. Yang kurang adalah SMP,” sebutnya.

Disdikbud dikatakan terus berupaya menambah jumlah SMP. Tahun ini ada pembangunan satu SMP. Yakni SMP 43 Dadok Tunggul Hitam. Pembangunan dimulai tahun ini dengan anggaran Rp10 miliar.

Bagi anak yang tidak diterima di sekolah negeri, bisa bersekolah swasta. Tahun ini Disdikbud tidak lagi melibatkan sekolah swasta pada PPDB. Orang tua murid bisa memilih sekolah swasta yang mereka mau dengan biaya sen­diri.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Padang, Zulhardi Z Latief meminta kepada wali murid untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah yang terdekat dari rumah dan ikuti ketentuan yang ditetapkan Disdikbud. Supaya anak bisa sekolah dengan baik dan kesalahan tidak dialami.

“Jangan sampai wali murid sampai salah pilih sekolah. Daftarlah sesuai domisili bukan kemauan anak,” ucap kader Golkar ini.

Terkait syarat lain seperti surat domisili asli dan lainnya, wali murid mesti lengkapi dan jangan dipalsukan. Sebab datanya akan dicek pihak dinas ke lapangan. “Ikuti sesuai aturan yang ada. Agar aman dan masalah baru tidak muncul,” lugasnya. (ade/tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top