Menu

PPDB Tingkat SD Kota Padang Mulai 14-19 Juni, Zonasi Diatur Jarak dan Umur Siswa

  Dibaca : 56 kali
PPDB Tingkat SD Kota Padang Mulai 14-19 Juni, Zonasi Diatur Jarak dan Umur Siswa
KETERANGAN PERS— Sekretaris Disdik Kota Padang Danti Arvan dan Kabid Dikdas Syafrizal memberikan keterangan pers terkait penerimaan siswa baru tahun jaran 2021/2022.

SUDIRMAN, METRO–Bagi orang tua yang memiliki anak yang akan masuk sekolah dasar, pendaftaran siswa baru akan dimulai secara online pada 14 Juni sampai 19 Juni. Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  untuk tahun ajaran 2021-2022 ini  tetap memakai sistem zonasi dengan pertimbangan jarak dan umur anak.

“Berbeda dengan tahun lalu, penekanan kita dalam melaku­kan seleksi terhadap calon murid SD adalah jarak antara rumah siswa dengan se­kolah. Yang paling dekat dengan sekolah akan di­prio­ritaskan untuk diteri­ma,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Danti Arvan di­dam­pingi Kabid Pendi­dikan Dasar (Dikdas) Kota Pa­dang, Syafrizal.

Dalam PPDB Tahun Aja­ran 2021/2002 nanti, tim akan melakukan seleksi sesuai alamat di kartu keluarga (KK) serta titik ordinat lokasi rumah. Bagi masyarakat yang tidak sesuai antara alamat di kartu keluarga dengan titik ordinat rumah, maka sis­tem memberikan cata­tan khusus agar yang ber­sang­kutan memberikan penje­lasan secara langsung nan­­tinya kepada tim atau pihak sekolah.

“Kita mau transparan. Tak ada orang tua yang bisa bermain soal jarak ini,” kata Syafrizal.

Selain jarak, persoalan umur menurutnya adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi. Anak yang diba­wah umur 6 tahun, 0 tahun bakal ditolak sistem. “Atu­ran soal umur ini sebe­nar­nya sudah kita bakukan melalui sistem.  Sistem akan merangking umur anak. Yang di bawah 6 tahun bakal langsung dito­lak sistem,” katanya lagi.

Penjelasan soal PPDB ini menurutnya adalah mur­ni ketentuan dari pe­me­rintah pusat dengan tujuan untuk memeratakan kualitas pendidikan.

Selain berbagai per­syaratan di atas, pada saat pendaftaran secara online nanti, Dinas Pendidikan Kota Padang akan meli­batkan sekolah swasta da­lam PPDB. Artinya, dalam pilihan sekolah, setiap sis­wa memilih dua sekolah negeri yang terdekat dari rumah serta satu sekolah swasta. Untuk sekolah swas­ta tidak menerapkan zonasi atau kedekatan ru­mah.

Saat  ini telah ada pulu­han sekolah swasta yang bersedia bergabung de­ngan ketentuan, semua biaya digratiskan kecuali buku dan seragam. “Kita sudah buat kesepakatan dengan sekolah-sekolah swasta yang ikut dalam PPDB, mereka harus meng­gratiskan biaya masuk, biaya pembangunan, biaya semester kepada semua siswa,” katanya.

Menurut Syafrizal, dili­bat­kannya sekolah-seko­lah swasta dalam PPDB Tahun Ajaran 2021/2022, karena mengingat daya tampung sekolah negeri masih rendah dari peminat. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional