Menu

PPDB SMP Dilaksanakan Melalui 3 Tahapan di daerah Bukittinggi

  Dibaca : 278 kali
PPDB SMP Dilaksanakan Melalui 3 Tahapan di daerah Bukittinggi
Dt. Putiah Nan Tuo Kepala SMPN 2 Bukittinggi

BUKITTINGGI, METRO–Jelang tahun ajaran baru 2021-2022, setiap se­kolah di Bukittinggi untuk tingkat TK dan SD, sudah mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sedangkan untuk tingkat SMP akan dimulai 16 Juni dengan tiga ta­hapan.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bukittinggi, Melfi Abra di­dampingi Ketua Panitia PPDB Bukittinggi Erwandi menjelaskan, PPDB tingkat TK sampai SMA diatur da­lam Permendikbud No 1/2021. Namun untuk kewe­nangan Disdikbud Bukittinggi hanya TK, SD dan SMP, sedangkan SMA kewenangan sepenuhnya oleh Provinsi.

“Untuk Bukittinggi, PP­DB Bukittinggi didasarkan dengan Perwako 13 tahun 2021. Untuk itu, disdikbud telah membuat petunjuk teknis, terkait jadwal, taha­pan, syarat dan batasan umur,” jelas Melfi.

Kadisdikbud, memaparkan, untuk tingkat SD pendaftaran dimulai tanggal 15 Mei hingga 7 Juni 2021. Pendaftaran dilakukan oleh wali murid langsung ke sekolah yang dimaksud.

Sementara untuk SMP, akan dilaksanakan dengan tiga tahapan. Untuk tahap 1, jalur afirmasi (untuk masyarakat kurang mampu) dan perpindahan orang tua 16-18 Juni. Tahap 2, sistem zonasi pada tanggal 21-24 Juni 2021. Sedangkan tahap 3, pemenuhan daya tampung, 5-6 Juli 2021. “Semua tahapan dilaksanakan satu pintu di SMP 7 Bukittinggi. Tahap 1 untuk 25 persen, tahap 2 dengan porsi 75 persen dan tahap 3 sesuai kebutuhan sekolah yang belum terpenuhi kuotanya,” ungkap Melfi,

Setelah proses pendaf­taran, Disdikbud melalui panitia PPDB melakukan perangkingan dan pengumuman calon peserta didik baru sesuai dengan ta­hapan. Secara umum, PP­DB dilakukan dengan menerapkan 5 asas, Non diskriminatif, objektif, trans­paran, akuntabilitas dapat dipertanggungja­wabkan dan berkeadilan.

“Secara prinsip PPDB menganut asas zonasi, mendekatkan sekolah dengan tempat tinggal yang dibuktikan dengan KK. Sehingga ada jaminan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan. Sepanjang ti­dak memilih sekolah, semua pasti dapat masuk sekolah,” jelasnya.

Untuk itu diharapkan, seluruh wali murid untuk mengikuti aturan PPDB sesuai juknisnya. “Mari kita hilangkan paradigma ada sekolah favorit, sekolah unggul. Sejak lima tahun lalu tidak ada lagi. Se­karang, semua sekolah kualitasnya sama. Jadi kita terapkan sistem zonasi. Termasuk nantinya jalur prestasi, bukan calon siswa yang menentukan. Panitia yang akan menentukan dimana yang sesuai dengan pe­ngembangan prestasi yang bersangku­tan,” ujarnya.

Untuk daya tampung SMP di Bukittinggi sebanyak 1886 kursi. Sedangkan jumlah pelajar SD yang tamat tahun ini sebanyak 1666 pelajar. Proses PPDB yang dilaksanakan Disdikbud, akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Tahapannya akan dibagi agar tidak terjadi penumpukan massa saat pendaftaran. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional