Menu

Potensi Solok Raya

  Dibaca : 889 kali
Potensi Solok Raya
Potensi Solok Raya

Oleh : Reviandi
GAMAWAN Fauzi adalah Gubernur Sumbar yang selalu dikenal dengan latar belakangnya sebagai Bupati Solok dua periode. Sayang, pasca berhenti 2009, tak ada lagi putra asli Solok (PAS) yang tampil di Pilgub Sumbar, bahkan sekadar jadi bakal calon/calon saja. Ganawan seolah terlalu hebat untuk digantikan penerusnya.

Namun berbeda dengan Pilgub 2020 ini. Dengan potensi lebih kurang sejuta suara dari Kabupaten Solok (281.902), Kota Solok (47.418), Solok Selatan (114.161) sampai Sawahlunto (45.778), Sijunjung (156.595) dan Dharmasraya (143.907), harusnya ada yang memikirkan wilayah ini. Karena daftar pemilih tetap (DPT) Sumbar hanya di kisaran 3,7 juta. Begitu berartinya jumlah ini.

Menyadari potensi itu, sebenarnya sudah bermunculan putra Solok di Pilgub, meski belum mendapatkan tempat yang dominan. Mereka seperti hanya ingin menunjukkan, kalau Solok raya masih ada dan tak boleh dianggap enteng oleh kontestan lain. Berbagai baliho dan sosialisasi telah bermunculan, bahkan ada yang diduga telah memiliki partai politik.

Sebut saja Wali Kota Solok (2015-2020) Zul Elfian yang mengaku tak ingin dua periode memimpin kota kecil itu. Balihonya sebagai bakal calon Gubernur Sumbar telah terpasang di banyak Kabupaten/Kota. Ini menandakan, Buya — sapaannya ingin wilayah pengabdian yang lebih besar. Kalau benar jadi Gubernur atau wakil Gubernur, Zul Elfian akan melanjutkan kiprah Gamawan.

Zul Elfian disebut telah melakukan komunikasi dengan Partai NasDem yang punya tiga kursi di DPRD Sumbar. Jumlah itu cukup ideal dengan tambahan partai 10 kursi seperti PAN, PKS dan Demokrat. Ada yang menginformasikan, Zul Elfian akan diusung koalisi PKS-NasDem dengan Cagub Mahyeldi. Seiring dengan makin mesranya Mahyeldi-Audy Joinaldi (PKS-PPP) tentunya membuat Zul Elfian/NasDem berpikir ulang.

Info terakhir, NasDem telah melakukan komunikasi dengan PAN dan memajukan Ali Mukhni-Zul Elfian. Kalau benar pasangan ini maju, akan merobohkan dominasi Cagub yang selama ini telah mengemuka, Mahyeldi, Nasrul Abit Gerindra dan Mulyadi Demokrat. Ali Mukhni memang santer memastikan tak mau jadi calon wakil Gubernur. Bahkan sudah ada calon Gubernur yang ditolaknya mentah-mentah saat mencoba melamarnya.

Pendahulu Zul Elfian sebagai Wali Kota Solok Syamsu Rahim (2005-2010) juga pernah disebut-sebut sebagai calon Gubernur. Sayang, kiprahnya sebagai caleg DPR RI 2019 dari NasDem juga tak memuaskan. Dia bahkan kalah dari istri Bupati Pessel Hendrajoni, Lisda. Namun namanya tetap dianggap cukup mumpuni dijagokan. Tapi kini, NasDem cenderung berpihak pada Zul Elfian. Semoga Syamsu Rahim masih punya kapal.

Kemarin ada juga cerita soal Bupati Solok Gusmal yang mulai mengatur langkah sebagai calon Gubernur/wakil Gubernur. Sebagai politisi senior yang pernah bekerja sama dengan Gamawan sebagai Sekretaris Daerah, namanya mulai muncul ke publik. Gusmal dianggap sebagai orang yang paham pola kerja Gamawan dan bisa melanjutkannya di Solok dan Sumbar di masa depan.

Meski sudah berusia 65 tahun, Gusmal masih dianggap cukup tangguh memimpin. Solok di periode keduanya cukup menggeliat dengan berbagai terobosan. Namun, karena partai yang didiaminya saat ini, Perindo kurang mendapat tempat di hati masyarakat Sumbar 2019, dia harus berpikir ulang. Posisi calon wakil Gubernur sebenarnya lebih realistis, tentunya dari partai-partai yang belum punya jagoan seperti PDI P, PKB atau Golkar.
Mantan Bupati Dharmasraya (2010-2015) Adi Gunawan saat ini sepertinya sedang dalam dilema. Untuk maju kembali sebagai calon Bupati Dharmasraya, dia akan kesulitan karena cukup dominannya incumbent Sutan Riska yang mengalahkannya 2015. Status sebagai orang asli Solok-nya cukup memberatkan untuk bertarung di Dharmasraya. Tak heran dia pernah dianggap layak menjadi calon Gubernur/Wagub mewakili Solok raya.

Adi Gunawan adalah seorang yang cukup mumpuni dalam berpolitik. Saat ini dia adalah Wakil Ketua DPRD Dharmasraya dari Golkar. Partainya yang belum menentukan sikap siapa yang akan diusung sebagai calon di Pilgub, sebenarnya peluang baginya. Apalagi, Adi Gunawan bisa dianggap sebagai perwakilan Solok raya. Tak pun jadi Cagub, wakil pun sudah cukup sebenarnya. Karena dia punya potensi yang cukup.

Nama terakhir yang bisa menjadi utusan Solok raya adalah Audy Joinaldy. Meski tak lahir di Sumbar, pengusaha 36 tahun ini mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Sebagai satu-satunya milenial (lahir 1981-1995), Audy memang layak dinanti kiprahnya. Apalagi dia disebut telah mendapatkan posisi sebagai calon wakil Gubernurnya Mahyeldi (Wako Padang), andai koalisi PKS-PPP terwujud. Audy, bisa saja menjadi penerus putra asli Solok di Kepemimpinan Sumbar.

Audy mengaku masih punya rumah gadang di Kota Solok. Dia pernah beberapa kali ke sana dan masih punya keluarga dekat dari garis ibu. Andai saja ini benar-benar dimaksimalkan, tentu akan membantu pasangannya Mahyeldi yang disebut akan mendapat dukungan penuh dari Kota Padang, Agam dan Bukittinggi. Tapi sayang, PPP masih menunggu SK dari PKS untuk pasangan ini.

Nama-nama beken asal Solok raya ini mulai mencari peruntungannya sendiri di Pilgub Sumbar. Ada yang masih tebar pesona, mencari kesempatan dan ada juga yang menunggu surat keputusan saja. Yang jelas, wilayah ini punya potensi yang amat kuat andai dimaksimalkan penggarapannya. Apalagi hanya satu orang yang akhirnya maju, tentu akan sangat membantu pasangannya. Kita lihat saja bagaimana kelanjutannya. (*) (Wartawan Utama)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional