Menu

Potensi Budidaya Ikan Tawar Pasaman Besar

  Dibaca : 334 kali
Potensi Budidaya Ikan Tawar Pasaman Besar
KOLAM IKAN— Kepala Dinas Perikanan Pasaman, M Dwi Richie saat kunjungi kolam ikan warga di Kecamatan Rao Selatan.

PASAMAN, METRO
Selain sektor persawahan dan perkebunan, budidaya ikan tawar Pasaman merupakan yang terbesar di Sumbar. Kepala Dinas Perikanan Pasaman, M Dwi Richie mengatakan, sektor andalan di daerah itu adalah bidang perikanan dan sudah menjadi program prioritas Pemkab Pasaman dan merupakan sektor budidaya terbesar di Sumbar.

Menurutnya, potensi budidaya ikan air tawar di Pasaman sangat besar karena didukung oleh sumber air yang cukup memadai. Hal itu telah sesuai dengan RPJMD Pasaman 2016 sampai 2021 mendatang. “Tahun 2019 lalu, luas areal perikanan mencapai 4.332 hektare di Pasaman dengan jumlah produksi sebanyak 53.540,26 ton,” sebut Richie.

Ia mengatakan, pemerintah daerah telah menetapkan beberapa kecamatan untuk sebagai daerah percontohan sentra budaya ikan air tawar (minapolitan). Diantaranya Kecamatan Rao dan Rao Selatan. Sementara untuk kawasan penyangga berada di Kecamatan Padang Gelugur, Panti dan Bonjol. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang ada di daerah dan luar daerah.

Ia juga menerangkan, potensi budidaya ikan air tawar di Pasaman sangat besar, karena didukung oleh sumber air cukup memadai. Sementara pemasaran hasil produksi ikan masyarakat sampai ke luar propinsi. “Pemasaran produksi tidak hanya di Pasaman saja, tapi juga sampai ke provinsi tetangga seperti Riau, Jambi, Bengkulu, dan Medan (Sumut) serta daerah lainnya,” tukasnya.

Ia menjelaskan, pada 2018 lalu, luas areal perikanan di Pasaman tersebar di 12 kecamatan dengan luas mencapai 4.332 hektare. Sedangkan untuk pembudidaya terus meningkat. “Pada 2018, jumlah pembudidaya ikan di Pasaman sebanyak 18.284 orang dan tahun 2019 meningkat menjadi 18.464 orang,” jelasnya.

Sedangkan jumlah pembudidaya ikan terbesar 2018 terdapat di Kecamatan Rao Selatan yang mencapai 4.653 orang. Kemudian disusul Kecamatan Rao 4.388 orang, Padang Gelugur 2.794 orang, dan Kecamatan Simpang Alahan Mati 688 orang.

“Jumlah produksi ikan budidaya pun terus mengalami peningkatan. Tahun 2018 ada sebanyak 51.824,32 ton, dan pada tahun 2019 meningkat menjadi 53.540,26 ton,” bebernya. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional