Menu

Positif Covid-19 terus Melonjak, Wisma Equator Dijadikan Karantina

  Dibaca : 99 kali
Positif Covid-19 terus Melonjak, Wisma Equator Dijadikan Karantina
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman dr. Rahadian Suryanta.

PASAMAN, METRO
Antisipasi melonjaknya pasien covid-19 di Kabupaten Pasaman. Pemerintah daerah setempat mengontrak Gedung Wisma Equator sebagai tempat karantina bagi pasien covid-19 terutama bagi tenaga kesehatan yang terinveksi covid-19.

Gedung Wisma Equator dinilai tepat sebagai lokasi karantina dengan alasan telah dilengkapi berbagai fasilitas dan meubuler penunjang seperti tempat tidur, lemari pakaian yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bagi pasien covid-19.

Informasi yang berhasil dihimpun kini Gedung Wisma Equator telah menampung sebanyak 10 orang pasien dan saat ini masih dihuni oleh enam orang pasien, sebab 4 orang pasien sudah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh dari penyebaran covid-19.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Pasaman dr. Rahadian Suryanta. Senin (2/11) ia mengungkapkan sejak dikontraknya Gedung Wisma Equator oleh Pemkab Pasaman sudah 10 orang pasien yang terinveksi covid-19 menjalani isolasi didalamnya.

Dari 10 orang pasien 4 orang sudah dinyatakan sembuh dari penyebaran virus mematikan tersebut sementara 6 orang lagi masih menjalani isolasi.

Rahadian mengungkapkan para pasien yang menjalani isolasi di Gedung Wisma Equator tidak mendapat perawatan khusus hal itu disebabkan kondisi para pasien dalam keadaan sehat artinya orang tanpa gejala (OTG) akan tetapi mereka para pasien tetap diberi asupan gizi dan dianjurkan untuk berolahraga dan tetap dipantau oleh para dokter yang telah ditugaskan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Drs. Mara Ondak menyampaikan selain mengontrak Gedung Wisma Equator Pemkab Pasaman juga akan menjadikan Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pasaman sebagai tempat karantina bagi warga Pasaman yang terinveksi virus Corona. Hal itu kata Mara Ondak sesuai hasil rapat bersama Satgas Pencegahan dan pengendalian covid-19 Kabupaten Pasaman.

Mara Ondak menyebutkan Gedung SKB tersebut dapat menampung sekitar 30 pasien.Walaupun demikian ia berharap kedepannya agar penyebaran covid-19 semakin rendah. Ia juga berharap kepada warga agar tetap mematuhi perotokol yang telah dianjurkan oleh Pemerintah selalu pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional