Menu

Pondok Makan Palanta Minang: Utamakan Cita Rasa, Konsisten dengan Harga

  Dibaca : 2133 kali
Pondok Makan Palanta Minang: Utamakan Cita Rasa, Konsisten dengan Harga
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Pasaman Barat (Pasbar) mendistribusikan 10 ekor sapi kurban untuk masyarakat berbagai daerah di Pasaman Barat dari tanggal 20 sampai tanggal 23 Juli 2021.
Palanta Minang Pantai Padang - web

Rumah makan Palanta Minang di Pantai Padang.

PADANG, METRO–Kota Padang memang dikenal dengan keelokan wisatanya. Mulai dari wisata alam, budaya hingga kepada wisata kuliner. Khusus untuk wisata kuliner, memang tak diragukan lagi cita rasa masakkan Padang ini. Namun, bagi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner Padang ini, harus pintar-pintar dalam memilih kuliner serta tempatnya.

Barangkali, Pondok Makan Palanta Minang yang berlokasi di Jalan Samudera, Pantai Padang menjadi rekomendasi untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Betapa tidak, Pondok Makan ini memang menyediakan makanan serta minuman yang nikmat dengan menu khusus sea food.

Tak hanya itu yang menjadi keunggulan Pondok Makan ini. Lokasinya yang strategis serta berada di bibir Pantai Padang, akan membuat para pengunjung betah berlama-lama di tempat ini. Sungguh nikmat. Sudahlah menu makanan dan minumannya enak-enak, pengunjung juga akan menikmati hembusan angin dan memandang pantai nan elok.

Memang banyak tempat-tempat yang menyediakan menu makanan yang sama di sekitar lokasi ini. Namun, yang menjadi daya tarik lainnya, pengunjung bisa menikmati alunan musik di Pondok Makan Palanta Minang ini. Ya, Pondok Makan ini menyediakan live music. Inilah satu-satunya Pondok Makan yang menyediakan live music.

Pemilik Pondok Makan Palanta Minang, Alamsyah (Guru) mengatakan, Pondok Makan yang sudah ada sejak tahun 2009 lalu ini, memang menjadi Pondok Makan yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Baik itu wisatawan lokal, maupun wisatawan manca negara. Apalagi saat penyelenggaraan IORA ini.

“Kalau yang datang ke sini, lebih banyak dari luar negeri. Rata-rata wisatawan dari Malaysia, dan wisatawan Negara-negara di Asia lainnya. Ada juga sih bule-bule Eropa yang datang ke sini. Apalagi wisatawan lokal,” sebutnya beberapa waktu lalu.

Untuk membuat banyaknya pengunjung yang datang ke tempatnya tersebut, memang tidak mudah. Namun baginya ada beberapa kunci yang mampu menarik pengunjung tersebut. Salah satunya yakni dengan selalu memperhatikan kualitas dan cita rasa makanan. Kemudian, kebersihan lokasi juga menjadi hal terpenting baginya.

“Kita selalu menjamin kebersihan pantai lokasi ini dan kebersihan pantai di sekitar. Kemudian, keamanan terjamin. Masalah harga, kita juga tidak mau main-main. Kita selalu terbuka dengan harga, dan tarif yang standar. Jadi tidak ada istilah main pakuak. Kita berikan pelayanan terbaik,” tegas Alamsyah.

Dia yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Ikatan Rumah Makan Kuliner Pantai Purus juga meminta kepada seluruh pengusaha kuliner di Pantai Padang agar selalu konsisten dengan harga. Sehingga, citra wisata di Sumbar tidak rusak. Efeknya jika konsisten dan terbuka masalah harga, maka wisatawan tidak akan kapok untuk berkunjung ke Pantai Padang.

“Jangan ada istilah main pakuak. Karena, ini akan mampu membuat kapok pengunjung. Buatlah tarif itu sewajarnya. Kalau bisa, membuat tarif standar dan dipajang,” sebutnya.

Sedangkan di Pondok Makannya ini, ada banyak menu makanan dan minuman disediakan. Mulai dari nasi ampera, hingga aneka jus. Sedangkan ada beberapa menu andalan baginya diantaranya, ikan bakar, cumi bakar, udang bakar, kepiting dengan saus padang atau saus tiran dan saus asam manis. Kemudian, ada juga udang tepung, udang saus, cumi saus. Untuk minuman, selain aneka jus, pihaknya juga menyediakan kepala muda segar.

“Untuk pemesanan, konsumen bisa langsung pesan, bisa pilih menu dulu yang akan dimasak. Kalau ikan, udang dan kepiting yang kita sediakan, terjamin kesehatannya dan kesegarannya. Kita pilih ikan, udang dan kepiting yang berkualitas. Sehingga, citarasanya terjamin,” sebutnya.

Jika pengunjung ingin datang ke tempat ini, akan terbuka kesempatan yang panjang. Karena, Pondok Makan ini dibuka mulai dari pukul 10.00 WIB,hingga pukul 00.00 WIB. Sedangkan kapasitas di Pondok Makan ini, bisa menampung sebanyak 150 orang.
Sementara, di Pondok Makan ini disediakan dua model. Pertama model duduk di palanta, kemudian yang kedua pengunjung bisa duduk dengan kursi dan meja. Dengan ruangan yang bisa mencapai ratusan ini, sangat cocok untuk kegiatan-kegiatan bersama. Seperti kegiatan ulang tahun, arisan, dan pertemuan-pertemuan lainnya. Karena, tempat ini juga disediakan hiburan live music yang mana setiap pengunjung bisa menyumbangkan suaranya.

Suami dari Elmita juga menjelaskan, Pondok Makannya ini juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi tersebut. Contohnya saja, Pondok Makan tersebut menampung banyak pekerja sebagai tenaga pelayan dan tenaga dapur. Untuk Pondok Makannya sendiri, dia sudah mempekerjakan sebanyak 18 pekerja.
“Yang penting kita iklas dan mau membantu sesama seperti mempekerjakan orang-orang sekitar ini. Kita juga rutin memberi santunan anak yatim. Kita ajak anak yatim makan di rumah ini, karena disini ada juga hak mereka. Kemudian, resep dalam usaha ini bisa sukses adalah jujur, ulet dalam usaha. Dan satu lagi, jangan mudah menyerah,” sebut bapak lima anak ini.

Sementara, hadirnya Pondok Makan ini katanya, ada sejak tahun 2009 lalu dengan modal usaha kepercayaan. Sebelumnya dia pernah jadi pengusaha ikan, bahkan sampai ekspor. Namun ditahun 2007 lalu, aktifitas ekspor mulai melemah. Hal tersebut dikarenakan produksi yang mulai kurang dan persaingan usaha yang sudah ketat. Kondisi itulah yang memutuskannya untuk beralih ke usaha kuliner ini.

Dia juga mengakui, tahun 2015 ini daya beli usaha yang digelutinya ini mulai berkurang. Itu disebabkan lemahnya perekonomian di Indonesia sekaligus karena tidak menentunya nilai jual rupiah terhadap Dolar AS. Tahun ini, ada sekitar 30-40 persen penurunan penjualannya.

Sedangkan kabut asap ini, tidak berpengaruh kepada menurunnya daya beli di Pondok Makannya. Bahkan, kondisi asap ini malah mendatangkan keuntungan baginya. Penujualannya meningkat akibat kabut asap.

“Asap ini membawa keuntungan. Karena, pesawat tidak bisa mendarat di Pekan Baru dan Jambi. Sehingga, pendaratan pesawat di BIM. Jadi, mereka yang sudah terlanjur mendarat di BIM, mereka sempatkan untuk berkunjung ke tempat wisata yang salah satunya di sini, di Pantai Padang yang indah ini,” tutur Alamsyah. (da)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional