Close

PON XX Papua Resmi Ditutup, Sumbar di Urutan 16, Wapres : Pelaksanaan Dinilai Tidak Mudah

SAMBUTAN— Wakil Presiden KH Maruf Amin memberikan sambutan sekaligus menutup PON XX Papua 2021 di Stadion Lukas Enembe, Jumat (15/10) WIT.

PAPUA, METRO–Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 yang berlangsung 2-15 Oktober 2021 di Papua resmi berakhir, Jumat (15/10) malam. Acara penutupan yang ditutup lang­sung oleh wakil pre­siden RI, KH. Maruf Amin juga mengha­dirkan berbagai bintang tamu artis-artis papan atas Tanah Air seperti grup band NOAH, Raffi Ahmad, Yura Yunita, Saykoji, dan masih banyak lagi.

Dalam acara yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe tersebut berlangsung gemerlap setara dengan open ceremony yang dibuka oleh Presiden Jokowi 2 Oktober yang lalu.

Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin yang didampingi oleh sang istri Wury Ma’ruf Amin tampak mengenakan jaket bernuansa merah putih PON XX Pa­pua dan ikat kepala khas Pa­pua menyampaikan apre­siasi­nya kepada pemerintah dan masyarakat Papua atas penyelenggaraan pes­ta olahraga terbesar di Indonesia tersebut dengan sukses.

“Sejarah akan men­catat bahwa PON yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Bumi Cendrawasih, Tanah Papua berlangsung dengan sukses,” ujar Ma’ruf.

Ma’ruf mengaku bangga dan terharu atas tekad dan dedikasi tinggi pemerintah dan masyarakat Papua yang bahu membahu mempersiapkan dan menyelenggarakan PON XX ini. Dia pun menyampaikan beberapa catatan penting pelaksanaan PON XX Papua yang dinilainya tidak mu­dah.

”Pertama, pembangunan infrastruktur olahraga yang sa­ngat masif, dengan standar dan kualitas internasional. Kedua, lokasi penyelenggaraan atau venue yang tersebar di Jayapura, Mimika dan Merauke. Jarak antar satu venue dengan yang lain merupakan yang terjauh yang pernah ada dalam penyelenggaraan PON selama ini.

Ketiga, PON XX di­selenggarakan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang me­nuntut kerja ekstra karena harus menerapkan protok­ol kesehatan yang ketat.

“Bagi saya, ini merupakan PON tersulit yang bisa diselenggarakan. Tapi ternyata warga Papua bukan saja mampu, bahkan berhasil menyelenggarakannya dengan sempurna. Ini sesuai dengan semboyan Torang Bisa. Semboyan Torang Bisa tidak hanya menjadi semboyan tetapi juga nyata dan terbukti,” ujar Ma’ruf. Menurut Ma’ruf,

Ma’ruf mengatakan, kesuksesan PON XX Papua telah menunjukkan bahwa Papua bukan saja sejajar dengan provinsi lain di Indonesia, tetapi juga jauh lebih unggu dalam beberapa aspek.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua yang hadir malam ini untuk mengulangi apa yang saya katakan: ‘Kalo ko bisa, sa juga bisa lebih baik!’,” ujar Ma’ruf. Ma’ruf pun meminta kalimat tersebut ikut diserukan oleh penonton yang hadir serta dijadikan motivasi bagi seluruh masyarakat Papua untuk terus maju.

Lebih lanjut, Ma’ruf berharap kesuksesan penyelenggaraan PON XX dapat dilanjutkan dengan keberhasilan penyelenggaraan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI di Papua, yang rencananya akan dimulai pada November 2021.

Adapun pelaksanaan PON XX Papua sukses di­ge­lar sejak dimulai secara resmi pada 2 Oktober lalu. Kontingen Jawa Barat men­jadi juara umum PON XX dengan total raihan medali sebanyak 353 ke­ping, terdiri dari 133 emas, 105 perak, dan 115 perunggu. DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan total raihan medai sebanyak 301 keping, terdiri dari 110 medali emas, 91 medali perak, dan 100 medali perunggu.

Sebagai tuan rumah, Papua berada di peringkat 4 klasemen terakhir dengan total perolehan medali 261 keping, terdiri dari 93 medali emas, 66 medali perak, dan 102 medali perunggu. Sumatera Barat sendiri berada di peringkat 15 dengan perolehan medali 8 emas, 12 perak dan 18 perunggu.

Sementara itu, estafet tuan rumah pelaksanaan PON berikutnya akan berlangsung di Aceh dan Su­matera Utara pada 2024 mendatang.

Dalam upacara itu, Papua secara resmi menyerahkan tongkat estafet pelaksanaan PON kepada Aceh dan Sumatera Utara yang bakal menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar di Tanah Air selanjutnya pada 2024

Penyerahan tongakat dilakukan setelah penurunan bendera PON yang me­nandai berakhirnya PON Papua diiringi dengan lagu “Bagimu Negeri”.

Setelah itu, Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda mengembalikan bendera PON kepada Ke­tua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat Marciano Norman.

Kemudian, Marciano menyerahkan bendera PON kepada perwakilan dari Aceh dan Sumatera Utara yang bakal menjadi tuan rumah PON 2024.

Marciano lebih dulu menyerahkan bendera PON kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, yang mewakili Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah.

Setelah itu, Marciano juga memberikan tongkat estafet tuan rumah PON kepada Gubernur Su­matera Utara, Edy Rahmayadi.

Usai prosesi penyerahan bendera PON kepada tuan rumah 2024, Aceh menampilkan tarian Ratoh Duek, sedangkan dari Sumatera Utara mempertontonkan tarian adat khas Nias, Karo, Toba.

PON 2024 bakal bergulir untuk kali pertama di dua provinsi. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menpora Nomor 71 tahun 2020 tentang penetapan pemerintah provinsi Aceh dan pemerintah Sumatera Utara sebagai tuan rumah pelaksana Pekan Olahraga Nasional XXI tahun 2024. (*/rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top