Menu

PON XX Papua bakal Ditunda lagi?

  Dibaca : 126 kali
PON XX Papua bakal Ditunda lagi?
DITUNDA LAGI—Ketum KONI Pusat Marciano Norman menyebutkan, tak menutup kemungkinan pelaksanaan PON XX Papua ditunda lagi.

PADANG, METRO–Pelaksanaan Pekan O­lah­raga Nasional (PON) XX di Papua tinggal beberapa hari lagi, namun bila kasus Covid-19 belum mereda, maka bakal akan dilakukan evaluasi dan akan diputuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) September mendatang.

Hal Itu diungkapkan Ketua Umum Komite Olah­raga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman dalam Zoom Mea­ting dengan 34 KONI Pro­vinsi, Selasa, 27 Juli. “Jadwal PON akan digelar sesuai jadwal, namun bila kasus covid di tanah air tidak mereda, maka akan dilakukan evaluasi. Rencana Sep­tember akan diumumkan Presiden,” tegas Marciano.

Dijelaskan Marciano Norman, PON XX di Papua ini akan mencontoh Olimpiade Tokyo di mana dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Olimpiade Tokyo 2020 pelaksanaannya juga akan jadi rujukan PON XX di Pa­pua. Sisa waktu yang masih ada kita harap program PPKM bisa menekan Co­vid- 19 di seluruh wilayah dan presiden akan memberi waktu sampai September, asalkan kita mematuhi protokol kesehatan (Prokes) saya yakin PON nanti akan bisa berjalan sesuai rencana,” kata Marciano.

Meski peserta PON XX wajib di vaksin dan tes Covid-19, Kemenpora juga menyiapkan langkah- langkah bila ada atlet, pelatih maupun ofisial terpapar Covid-19.

“Panitia sudah me­nyiap­kan langkah-langkah untuk mengatasi itu dan sekarang sudah ada rumah-rumah sakit di Papua. Berdasarkan pengalaman atlet yang terkena Covid-19 selain mereka sudah di vaksin, daya tahan tubuhnya juga bagus jadi bisa ‘recovery’ dalam 3-4 hari, ja­ngan dibayangkan seperti orang lain,” ungkap Marciano.

“PON XX ini sudah ditunda dari 2020 diundur ke 2021, sementara penyelenggara berikutnya sudah ada yakni Aceh dan Su­matera Utara, tentu ini akan berpengaruh ke persiapan selanjutnya jadi kita sepakat segala daya dan  upaya kita kerahkan untuk mengatasi Covid-19,” sam­bung Marciano.

Namun, sebelumnya DPP KNPI melalui Ketua Bidang Olahraga Sumardi Evulae mendesak Menpora Zainuddin Amali dan Presiden RI Joko Widodo untuk menunda penyelenggaraan PON XX Papua 2021.

Alasannya karena lonjakan penyebaran Covid-19 varian Delta semakin memprihatinkan dan me­nye­bar ke semua daerah, tidak terkecuali di Tanah Papua, tempat penyelenggaraan pesta olahraga nasional ini.

“Penyelenggaraan PO­N XX Papua 2021 akan berpotensi menjadi cluster baru, di saat banyak penderita Covid-19 membuat fasilitas kesehatan tidak mampu menangani situasi yang ada, tenaga medis kelelahan menangani pa­sien, bahkan ikut ada korban,” ujar Sumardi dalam keterangannya, Jumat (23/7).

Sumardi menegaskan bahwa memaksakan even dengan skala besar akan menjadi masalah baru bagi pemerintah karena hingga perpanjangan PPKM Darurat sampai 25 Juli 2021, situasi di banyak daerah masih dalam kategori PPKM le­vel III dan IV.

Bahkan, Ketum KNPI Haris Pertama sudah sejak jauh-jauh hari meminta Menpora RI membatalkan PON XX 2021 Papua untuk dibatalkan demi alasan kemanusiaan.

Penundaan bahkan pem­batalan PON XX Pa­pua 2021 menjadi cara terbaik dalam menahan laju pe­nyebaran virus Corona dan menghindari cluster baru dari Tanah Papua hingga mencapai target vaksinasi.

Sebab vaksinasi yang digalakkan pemerintah masih jauh dari harapan dan tidak memungkinkan herd immunity tercapai. “Karena alasan gelombang ke-2 Covid-19 ini ma­ka pemerintah harus me­nunda bahkan membatalkan PON XX 2021 Papua,” katanya.

Sementara Ketua KO­NI Sumbar A Suardi saat dihubungi, Kamis (29/7) mengatakan, KONI Sumbar tetap melakukan persiapan dan menjalankan arahan yang disapaikan KONI Pusat. “Kita akan menjalani semua arahan yang diberikan KONI Pusat, termasuk persiapan atlet,” tegasnya. (heu)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional