Menu

Polwan Gadungan Pangkat AKBP Tipu Keluarga Suami

  Dibaca : 201 kali
Polwan Gadungan Pangkat AKBP Tipu Keluarga Suami
PENIPU— Polwan gadungan berinisial WST (43) ditangkap jajaran Polres Payakumbuh atas kasus penipuan dengan modus menjanjikan bisa masuk Polisi tanpa tes.

LIMAPULUH KOTA, METRO
Perdaya korbannya dengan menjanjikan masuk polisi tanpa tes melalui Polda Sumatra Selatan hingga meraup keuntungan ratusan juta, Polwan gadungan bepangkat AKBP yang mengaku berdinas di Polda Metro Jaya ditangkap jajaran Polres Payakumbuh di Depok, Jawa Barat, Kamis (20/8) sekitar pukul 06.00 WIB.

Tak tanggung-tanggung, aksi penipuan yang dilakukan Polwan gadungan berinisial WST (43) sudah memangsa empat orang korban dengan kerugian masing-masing puluhan juta. Penangkapan Polwan gadungan ini setelah jajaran Polres Payakumbuh terlebih dahuku mengamankan suami WST berinsial SS (43) di Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan, Rabu (19/8) sekitar pukul 07.24 WIB.

SS tercatat sebagai warga Jorong Bukit Kanduang, Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota. Dari penangkapan pasangan suami istri (pasutri) itu, disita beberapa unit handphone (hp), buku tabungan dan kartu ATM dari bank yang berbeda.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan didampingi Kasatreskrim AKP M Rosidi mengatakan, pihaknya menangkap pasutri yang melakukan penipuan dengan modus bisa meluluskan masuk Polisi tanpa tes. Dalam kasus ini, otak pelaku penipuan merupakan WST.

“Jadi, WST ini mengaku sebagai Polwan berpangkat AKBP yang menawarkan kepada korbannya bisa masuk Polisi melalui Polda Sumsel, dengan syarat menyerahkan uang. Ada 4 orang korban, dengan kerugian masing-masing mencapai puluhan juta,” sebut AKBP Dony saat melakukan ekspose di Mapolres Payakumbuh, Rabu sore (26/8).

Disampaikan AKBP Dony, dari empat korban yang ditipu pelaku WST, tiga orang merupakan warga Luak Limapuluah (Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh) dan satu orang warga Muara Enim, Sumsel. Mereka masing-masing DP (20) Warga Jorong Bukit Kanduang, Nagari Tanjung Haro Sikabu Kabu Padang Panjang, mengalami kerugian Rp 46,5 juta.

Selanjutnya, SW (19), warga Kelurahan Kapalo Koto Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, mengalami kerugian kerugian Rp 70 juta dan A (19) Warga Jorong Bukit Kanduang, Nagari Tanjung Haro Sikabu Kabu Padang Panjang, mengalami kerugian Rp 42,5 juta. Korban keempat, seorang warga Muara Enim berinisial A mengalami kerugian Rp 45 juta.

“Kerugian masing-masing korban mencapai puluhan juta, jika ditotal mencapai Rp 204 juta. Pengungkapan kasus dugaan penipuan yang dilakoni Polwan Gadungan ini, berawal dari laporan dari korban yang masuk ke Polres Payakumbuh. Ada tiga laporan yang masuk. Dari laporan itulah, kita lakukan penyelidikan hingga menangkap dua pelaku,” ungkap AKBP Dony.

Dijelaskan AKBP Dony, kejadian bermula atas pengakuan WST kepada suaminya SS sebagai Polwan Polda Metro Jaya berpangkat AKBP pada 29 Maret 2020. Kemudian saat bertemu dengan keluarga suaminya, WST meyakinkan kalau ia telah banyak meluluskan calon anggota Polri, dengan catatan peminat harus membayar uang pelicin.

“Keluarga SS menyebarkan informasi itu kepada korban lainnya dan ada yang teetarik. Pelaku modusnya bisa bisa meloloskan korban dalam seleksi penerimaan Bitara Polri tahun 2020 di Polda Sumsel tanpa menejalani seleksi formal. Untuk memuluskan proses, tersangka meminta uang kepada korban dengan alasan sebagai pelicin sebesar 100 juta rupiah,” ujar AKBP Dony.

Selain itu, dikatakan AKBP Dony, pelaku WST kemudian meminta KTP, KK, Akta Kelahiran dan Ijazah sebagai syarat yang akan diserahkan ke Mabes Polri. Pelaku menerima pembayaran awal dari keluarga korban secara tunai di Jorong Bukit Kanduang, Nagari Tanjung Haro Sikabu Kabu Padang Panjang. Selanjutnya korban diminta mentransfer secara bertahap ke rekening yang digunakan tersangka.

“Tidak hanya itu, korban dan keluarga korban diminta datang ke Palembang dan menginap di salah satu hotel di Palembang untuk menyaksikan keberangkatan calon peserta didik yang dinyatakan lulus dan terpilih dalam seleksi penerimaan Bintara Polri Tugas Umum ke SPN Betung Polda Sumsel,” kata AKBP Dony.

Namun setelah korban bertemu dengan pelaku di hotel tersebut dan pelaku meminta lagi sejumlah uang. Setelah itu, pelaku kabur dari hotel membawa uang para korbannya. Selanjutnya, korban menelusuri latar belakang pelaku di Palembang dan baru diketahui kalau pelaku bukanlah seorang anggota Polri.

“Pelaku SS ketika pemeriksaan mengaku tidak mengatahui kalau WST ini menipu keluarganya. SS sebagai suami tersangka WST juga merasa tertipu. SS tidak mengetahui kalau istrinya bukanlah Polwan berpangkat AKBP yang dinas di Polda Metro. Selain itu SS tidak menerima hasil kejahatan dari tersangka dan semua korban adalah keluarganya,” sebut Kapolres. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional