Menu

Polresta Larang Bunyi dan Edarkan Petasan

  Dibaca : 48 kali
Polresta Larang Bunyi dan Edarkan Petasan
Ilustrasi (Doc. shutterstock)

M YAMIN, METRO – Polresta Padang secara tegas melarang peredaran dan membunyikan petasan atau mercon selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran. Ini dimaksudkan demi menjaga kekhusukan umat muslim menjalankan ibadah selama Ramadhan. Polisi siap menindak jika terjadi pelanggaran.

“Kalau petasan itu kita lakukan penindakan nanti. Karena petasan yang pertama tentu saja itu sifatnya bahan peledak. Walaupun low explosive itu juga membahayakan,” ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan.

Selain polusi suara ungkapnya, bermain petasan juga dapat menimbulkan korban luka hingga kebakaran seperti banyak kasus yang terjadi.

“Kami tidak ingin masyarakat terganggu suasana seperti itu, intinya saya akan tindak karena itu mengganggu ketertiban kenyamanan masyarakat,” ucap Kombes Pol Yulmar.

Ia juga mengimbau kepada para penjual petasan untuk tidak memperjualbelikan barang tersebut.

“Karena tidak ada ceritanya di bulan Ramadhan dipakai untuk meletuskan petasan. Sudah buang-buang duit, mengganggu orang, bahkan melukai diri sendiri,” ungkapnya.

Selain mengimbau masyarakat supaya tidak memproduksi, memperdagangkan, dan menyalakan mercon atau petasan selama Ramadhan, pihaknya akan menindak tegas sesuai fungsinya bagi siapa saja yang melanggarnya. Ini karena masih dalam rangkaian pemberantasan penyakit masyarakat (pekat).

“Selain menangkap, polisi juga dipastikan bakal menyita dan memusnahkan benda yang disulut lalu menyala serta mengeluarkan bunyi ledakan memekakan telinga itu,” ucapnya.

Ia menambahkan, hal tersebut mengacu pada Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bunga Api. Di dalamnya sangat jelas disebutkan, mana benda yang boleh dan mana benda yang tidak boleh diledakan.

“Di Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951, tentang petasan dan mercon itu tidak dibenarkan. Makanya kita melarang dan kepolisian akan melakukan tindakan kepada siapa pun jika melanggar,” ujarnya lagi.

Pada UU Darurat No 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 KUH Pidana tentang bahan peledak sudah diatur soal bahan peledak yang dapat menimbulkan ledakan serta dianggap mengganggu lingkungan masyarakat.

“Dalam UU dijelaskan, pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenakan hukuman minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup,” pungkasnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional