Menu

Polisikan ASN Pemko Padang, Ketua KPU Sumbar Bawa 2 Saksi ke Polda

  Dibaca : 692 kali
Polisikan ASN Pemko Padang, Ketua KPU Sumbar Bawa 2 Saksi ke Polda
JALANI PEMERIKSAAN— saksi dari Ketua KPU Sumbar Amnasmen menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Sumbar terkait laporan pencemaran nama baik.

PADANG, METRO
Menindaklanjuti laporan Ketua KPU Sumbar Amnasmen terhadap salah seorang ASN Pemkot Padang terkait dugaan pencemaran nama baik melalui akun facebook bernama Rita Sumarni, Ditreskrimsus Polda Sumbar memintai keterangan saksi-saksi, Kamis (28/5).

Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, kasus pencemaran nama baik terhadap Ketua KPU Sumbar saat ini dalam proses pememanggilan saksi dari pihak pelapor termasuk menentukan apa ada tindak pidana atau tidak dalam kasus ini.

“Kami minta saksi pelapor membawa saksi yang memperkuat laporan ke Polda Sumbar. Hari ini (kemarin red) tiga orang saksi sudah datang ke Polda Sumbar dan sudah dimintai keterangan oleh penyidik. Saksi yang datang termasuk Ketua KPU Sumbar,” kata Kombes Pol Satake Bayu.

Dijealaskan Kombes Pol Satake Bayu, proses penyelidikan terhadap kasus ini terus berjalan. Sejauh ini penyidik telah mengumpulkan keterangan dari saksi pelapor yakni Ketua KPU Sumatera Barat Amnasmen dan dua saksi lainnya.

“Setelah tahap pemeriksaan saksi, penyidik akan melakukan gelar untuk menentukan apa ada tindak pidana atau tidak dalam persoalan ini. Pastinya, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti,” ungkap Kombes Pol Satake Bayu.

Sementara itu, Ketua KPU Sumbar, Amnasmen mengaku telah menyiapkan sejumlah saksi untuk memperkuat laporan yang dibuatnya di Polda Sumbar.

“Ada banyak orang yang siap menjadi saksi. Tetapi, penyidik hanya meminta tiga orang. Saya datang bersama dua saksi ke Polda dan sudah memberikan keterangan,” kata Amnasmen.

Sebelumnya, Ketua KPU Sumbar, Amnasmen mengadukan ASN Pemko Padang Rita Sumarni ke Polda Sumbar atas dugaan pencemaran nama baik melalui akun Facebook Rita Sumarni.
Amnasmen mendatangi Mapolda Sumbar, Sabtu (16/5) lalu bersama penasihat hukumnya, Armadepa dan dua pengacara lainnya.

Armasmen mengatakan, pengaduan ini fokus pada tindakan oknum petugas di pos perbatasan Kota Padang dengan Kabupaten Solok di Lubuk Peraku yang membuat postingan di akun Facebook bernama Rita Sumarni. Oknum itu melakukan pencemaran nama baik dan menyebarkan informasi pribadi berupa KTP tanpa seizin pemilik melalui media sosial.

“Kami sudah kantongi bukti berupa foto postingan tersebut yang berisi foto KTP dan tiga video,” katanya.

Menurut dia, tindak pencemaran nama baik diatur dalam Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang 19 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang 11 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Amnasmen berpendapat bahwa penyebaran nomor induk kependudukan dirinya risikonya besar.

“Selain itu, tindakan merekam video pelat mobil dinas disorot sedemikian rupa, baik di depan maupun belakang, seakan-akan ini mobil hasil tindak kejahatan. Saya jadi bertanya apa seperti ini prosedur pekerjaan tim Covid-19 atau ingin mempermalukan atau insiatif pribadi,” kata Amnasmen.

Akibat kasus ini, dia dihubungi mulai dari KPU Aceh hingga Papua untuk mengonfirmasi postingan tersebut. “Sebagian besar mereka menanyakan KTP saya yang tersebar luas di internet,” katanya.

Setelah meninggalkan KTP di pos tersebut, dia sudah memaafkan oknum petugas tersebut. Namun, karena ada postingan di Facebook, membuat dia mengadukan hal ini ke Polda Sumbar.

“Saya selalu bolak balik Padang-Solok, tiga kali dalam seminggu. Selama ini aman saja, baru kemarin ada masalah. Saya selama ini patuh selalu menjalani protokol yang ada,” ujar Amnasmen. (heu)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional