Menu

Polisi Tutup Mendadak Sembilan Objek Wisata

  Dibaca : 540 kali
Polisi Tutup Mendadak Sembilan Objek Wisata
ARAHAN—Kapolres Kota Pariaman AKBP.Deni Rendra Laksmana saat apel pagi memberikan arahan kepada anggota.

PARIAMAN, METRO
Sejak kemarin, objek wisata Kota Pariaman telah ditutup secara mendadak. Atas dasar itulah dalam pelaksanaan pengamanan penutupan semua tempat wisata di Kota Pariaman dilaksanakan Jajaran Polres Pariaman.

“Penutupan objek wisata tersebut untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat ini khususnya Kota Pariaman, karena hanya Kota Pariaman satu-satunya yang membuka objek wisatanya selama libur lebaran,” kata Kapolres Kota Pariaman AKBP.Deni Rendra Laksmana, kemarin.

Dalam acara apel gabungan yang digelar di Pantai Gandoriah Kota Pariaman Kapolres Pariaman juga menyampaikan, bahwa penutupan seluruh tempat wisata yang ada di Kota Pariaman ini dilakukan berdasarkan dari hasil analisa dan evaluasi yang telah dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Maka sesuai dengan arahan dari Walikota Pariaman Genius Umar, Badan Intelijen Negara (BIN), Kapolda, Forkopimda, terhitung mulai hari ini Minggu kemarin sampai dengan Senin seluruh Objek Wisata Kota Pariaman tidak dibenarkan dibuka untuk umum.

Pembukaan objek wisata sebelumnya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pariaman dan pejabat terkait adalah, berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah yang menyatakan, bahwa Kota Pariaman merupakan salah satu Kota yang masuk kedalam kategori zona kuning, jadi Kota Pariaman diperbolehkan untuk melakukan sholat Ied dihari lebaran dan membuka tempat wisata, dengan ketentuan menetapkan protokol kesehatan covid-19 dengan ketat dengan daya tampung hanya dibolehkan sebanyak 50%.

“Hal ini kita lakukan semata-mata agar tidak menyebabkan Kota Pariaman ini menjadi Cluster Oranye atau Merah, karena Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang, dan Kabupaten 50 Kota, sudah menjadi zona merah akibat penyebaran covid-19, untuk itu kita harus segera antisipasi dan melindungi diri kita sendiri, juga masyarakat Kota Pariaman agar tidak terpapar virus ini akibat tidak patuh dengan prokes yang telah ditetapkan,” ujarnya.

“Untuk itulah kita mengambil langkah melakukan penutupan tempat wisata yang ada di Kota Pariaman selama dua hari, yang dimulai dari hari Minggu sampai dengan Senin yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 sampai dengan 18.00 wib. Kami akan terus melakukan evaluasi apakah nanti penyekatan ini akan terhenti di hari Senin, ataukah akan kita perpanjang. Semua itu tergantung dari tingkat disiplin dan kepatuhan masyarakat sendiri,” tegas Deni Rendra Laksmana.

Kapolres menjelaskan, ada sembilan pos penyekatan yang dibuat untuk menutup akses ke tempat wisata yang ada di Kota Pariaman. Akses tersebut diantaranya delapas pos bersifat stasioner atau diam ditempat, dan satu pos secara mobile atau bergerak, yang bertugas untuk menghalau atau mengusir pengunjung yang lolos masuk dari penyekatan atau yang masuk melewati lobang tikus.

Pos penyekatan yang sembilan tersebut adalah, Pos Satu Simpang Muaro, Pos Dua Stasiun, Pos Tiga Simpang Tugu Asean, Pos Empat Simpang Rumah Bupati, Pos Lima Simpang TPI, Pos Enam Simpang Muaro Sunur, Pos Tujuh Simpang Penangkaran Penyu, Pos Delapan Simpang Talao Green , Delapan Pos ini adalah yang stasioner atau diam ditempat, kemudian Pos yang ke Sembilan yang bersifat mobile adalah di Pantai Gandoriah. Tiap-Tiap Pos dijaga oleh Satgas dari Polres, TNI, Pol PP, Polisi Pariwisata, Dishub, BPBD, dan Petugas Pariwisata Kota Pariaman.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional