Menu

Polisi Sweeping di Kawasan Kantor DPRD Sumbar, Diduga Perusuh, Puluhan Pelajar Ditangkap

  Dibaca : 150 kali
Polisi Sweeping di Kawasan Kantor DPRD Sumbar, Diduga Perusuh, Puluhan Pelajar Ditangkap
DIAMANKAN—Polisi mengamankan puluhan pelajar yang melakukan aksi anarkis di DPRD Sumbar, Jumat (9/10).

PADANG, METRO
Pihak kepolisian mengamankan 70 pelajar yang dicurigai ikut terlibat anarkis pada saat unjuk rasa penolakan pengesahan UU Cipta Kerja di DPRD Sumbar Kamis (8-10) kemarin. Puluhan pelajar diamankan pada saat Jajaran Polresta Padang sweeping di sekitar kawasan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Jumat (9/10).

Sejak siang kemarin, sejumlah anggota kepolisian masih terus melakukan pemantauan dan pengamanan di kawasan Kantor DPRD Sumbar untuk mengantisipasi adanya demo susulan.

Polisi juga menutup ruas jalan dari Perempatan Lampu Merah, Lamunan Ombak, Khatib Sulaiman menuju Simpang Hadis Didong.

Selama dalam pengawasan, pihak kepolisian melihat ada sekelompok remaja dan pelajar yang berkumpul dan lalu lalang di seputaran jalan di dekat kantor DPRD. Dicurigai beberapa diantara mereka terlibat pada saat unjuk rasa Kamis (8/10) kemarin.

Polisi langsung lakukan sweeping di jalan sekitar gedung DPRD Sumbar. Ada puluhan remaja yang terjaring. Mereka angkut dengan menggunakan motor dan mobil polisi. Mereka tertangkap setelah polisi menelusuri beberapa tempat di sekitar lokasi unjuk rasa.

Satu persatu mereka yang tertangkap dikumpulkan di parkiran gedung DPRD. Kemudian petugas melakukan memeriksaan. Diduga mereka berkumpul kembali karena mengira masih ada aksi demo mahasiswa.

Dalam sweeping itu, setiap kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang lewat di depan gedung DPRD diperiksa. Bagi pengendara atau penumpang yang dicurigai langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.

“Hingga kini, sebanyak 70 orang remaja kita amankan yang diduga ikut berbuat anarkis dalam aksi demo kemarin,” ujar Kapolresta Padang, AKP Imran Amir, disela-sela pengamanan.

Terhadap mereka, kata dia, remaja yang diamankan didominasi berumur belasan tahun hingga 20 tahun. Selanjutnya semua remaja yang diamankan itu akan diperiksa apakah mereka tergabung ke dalam Provokator dalam unjuk rasa.

“Kita akan periksa dulu. Sementara ini, semua remaja yang kita curigai sebagai perusuh tersbeut dibawa ke Mapolresta Padang untuk ditindaklanjuti,” tandasnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional